Tenarnews.com,Jakarta,26 Oktober 2022,Begitu kaya dan beragamnya budaya di Indonesia,banyak hasil budaya baik tribal maupun tradisional yang tidak terlalu dikenal oleh masyarakat Indonesia secara luas.
Salah satunya adalah tenun kawat dari Sumba yang lebih dikenal dengan Lulu Amahu. Sebuah keahlian turun temurun yang mulai dikenal di awal abad 20.
Kerajinan tribal yang menenun material kawat tembaga ini biasanya dibuat menjadi see aksesoris seperti kalung,gelang, dan lain-lain sebagai hadiah bagi calon pengantin.
Kerajinan yang mulai jarang dikuasai oleh generasi muda di Sumba ini berhasil menarik perhatian dan menggugah hati Hendro Hadinata. Menurutnya, Indonesia begitu kaya dengan filosofi dan nilai budaya yang banyak memberikan inspirasi bagi desain untuk masa kini.
“Sebagai desainer saya jadi tertantang untuk menemukan cara untuk bisa membawa seni kerajinan tribal tenun metal atau Lulu Amahu ini ke dunia modern,”jelas Hendro Hadinata, Chief Designer dari Studio Hendro Hadinata.

Desain kemudian menjadi penghubung antara sesuatu yang sangat tribal dan tradisional menjadi produk yang modern dan bisa hadir memberi makna dalam gaya hidup modern.”Salah satunya adalah membuat sesuatu yang simpel, fleksibel, dan bisa tampil kontemporer,” Hendro Hadinata menjelaskan strateginya.
Dengan keyakinan itu, Hendro Hadinata lolos kurasi untuk memamerkan produk hasil karyanya (Eve Lamp) di Salone Satelite, bagian dari perhelatan akbar Salone del Mobile yang tahun ini dilaksanakan pada 7-12 Juni 2022 yang lalu.

Eve Lamp memanfaatkan tenun kawat stainless steel yang dibentuk seperti tube panjang danfleksibel yang membalut lampu LED. Tampilannya yang modern, simpel, dan begitu fleksibel untuk dibentuk sesuai keinginan langsung menyita perhatian pengunjung pameran.
Pameran yang memang diperuntukkan bagi desainer di bawah 35 tahun ini memberikan kesempatan bagi Hendro melihat respon dari pasar modern internasional pada desain dan aplikasi dari kerajinan tenun metal Lulu Amahu yang didesain untuk fungsi yang baru ini.
Fleksibilitas dari Eve Lamp ini kemudian kembali menginspirasi instalasi karya Hendro Hadinata berjudul “Dunia Bawah” untuk Bintaro Design District 2022 pada 14-24 September 2022 yang lalu.
Inspirasi dari Sang Hyang Antaboga sebagai dewa dalam mitologi Jawa,Sunda, dan Bali ini kemudian menghadirkan pengalaman meruang melalui tubular dari anyaman kawat stainless steel yang membangun atraksi visual unik di area yang juga menjadi gerbang masuk ke Art Box, Bintaro.
(Guruh)
