Acara berlangsung di Auditorium UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dihadiri Menteri koordinator Menko Polhukam, Yusril Ihza Mahendra,Rektor Perguruan tinggi se -Jabodetabek Dosen -dosen mahasiswa para Akademisi ,Advokat . Tim Hukum Media TeNarNews TV. ” Drs Yonan Arifin SH MM ,
Lawyer ,Advokat Profesional nampak hadir
Dalam acara bedah buku, yang di Karang oleh Prof Dr Nazarudin Umar,ada tiga buku berjudul Pikiran yang Memurnikan, 7Simpul Pemikiran, serta Artikel dan Opini
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Asep Saepudin Jahar mengatakan, pihaknya menyambut baik peluncuran tiga buku karya Nasaruddin Umar yang juga merupakan alumni UIN Jakarta.
“Atas nama sivitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kami menyambut dan mengadakan acara peluncuran tiga buku Bapak Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” ujar Asep.
Menurut Asep, UIN Jakarta memiliki sejarah panjang sebagai pusat pembaruan pemikiran Islam di Indonesia. Kampus tersebut telah melahirkan sejumlah tokoh besar, seperti Harun Nasution dan Nurcholish Madjid (Cak Nur), yang pemikirannya hingga kini masih menjadi rujukan dalam pengembangan studi Islam.
Karena itu, ia menilai tradisi intelektual tersebut harus terus dilanjutkan, tidak hanya di UIN Jakarta, tetapi juga di seluruh UIN di Indonesia melalui penguatan integrasi antara ilmu keislaman, sains, dan teknologi.
“Tentu pemikiran-pemikiran harus dan terus kita tingkatkan di UIN, bukan saja UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tetapi di UIN-UIN seluruh Indonesia sebagai corak integrasi keilmuan, sains, dan teknologi,” katanya.
Asep menilai ketiga buku karya Nasaruddin Umar memuat gagasan yang relevan untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkaya khazanah pemikiran Islam kontemporer. Menurutnya, peluncuran buku tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi harus mampu menghidupkan kembali tradisi keilmuan dan budaya akademik di lingkungan perguruan tinggi.
“Pembahasan buku ini bukan semata-mata seremonial, tetapi ingin menggugah kembali tradisi keilmuan dan budaya akademik di lingkungan kampus,” ujarnya.
Ia juga menilai berbagai isu kontemporer, seperti hermeneutika gender, ekosufisme, hermeneutika sosial, psikososialisme, hingga ekoteologi, perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan kajian akademik di perguruan tinggi.
Lebih lanjut, Asep berharap buku-buku tersebut dapat menjadi referensi sekaligus sumber inspirasi bagi mahasiswa dalam menyusun skripsi, tesis, maupun disertasi, serta mendorong para akademisi untuk terus melahirkan gagasan-gagasan baru yang kreatif dan relevan.
“Kehadiran buku ini bukan saja semata-mata sebagai kunci, tetapi juga bagaimana kita terus peka dalam merespons perubahan-perubahan zaman,” tuturnya.
Sementara itu, Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar mengatakan produktivitasnya dalam menulis masih terus berlanjut. Ia menyebut tiga buku yang diluncurkan di UIN Jakarta merupakan bagian dari puluhan karya yang telah diterbitkannya.
“Tiga hari yang lalu kami juga meluncurkan tujuh buku. Tujuh buku itu tidak termasuk tiga buku yang diluncurkan hari ini,” kata Nasaruddin.
Ia mengungkapkan saat ini tengah menyelesaikan karya besar berupa Tafsir Filosofi Al-Quran. Menurutnya, naskah tersebut baru mencapai sekitar separuh pembahasan dan belum dipublikasikan karena memuat sejumlah gagasan yang dinilainya cukup kontroversial.
“Saya mencoba untuk membut aktualisasi pemahaman dan pemikiran saya tentang Al-Qur’an. Barangkali tiga tahun lagi bisa selesai,” ujar Nasarudin Umar. (Red )



