Diskusi Forum Kebangsaan; Pertambangan Harus Dikelola Anak Bangsa

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, TeNar News/Serikat Media siber Indonesia,-Diskusi mingguan forum kebangsaan yang selalu ramai penuh inspiratif sebagai salah satu cara mengedukasi masyarakat luas terhadap capaian visi Presiden mewujudkan kemandirian menjadi bangsa kuat rakyat sejahtera.

Diskusi kali ini diisi oleh tokoh nasional H.M. Irfan mantan aktivis kampus di zamannya juga sebagai ketua relawan Prabowo Gibran NTB. bertajuk ” Hilirisasi Tambang: Dari Ekspor Bahan Mentah ke Kedaulatan Ekonomi”. Menjadi bahasan yang sangat menarik karena agenda Hilirisasi menjadi harga Mati untuk menjaga nilai tambah ekonomi nasional.

Mahasiswa program doktor ini sampaikan : ” Visi Presiden yang tertuang dalam Asta Cita adalah “peta jalan”, maka hilirisasi tambang adalah salah satu “jalan tol”-nya. Poin 5 Asta Cita menyebutnya jelas: _Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri_.

Hilirisasi bukan cuma soal teknis pengolahan. Ini soal kedaulatan.
Selama puluhan tahun, Indonesia kaya SDA tapi miskin nilai tambah. Nikel kita mentah, bauksit kita mentah, timah kita setengah jadi. Yang kaya justru negara pengimpor yang memprosesnya jadi baterai EV, stainless steel, atau komponen elektronik.

Baca Juga :  PDIP Siapkan Fasilitasi Kesehatan Gratis

Kedaulatan ekonomi artinya: kita yang menentukan harga, kita yang punya teknologinya, kita yang buka lapangan kerja, dan kita yang tidak tergantung rantai pasok negara lain.

Hilirisasi memutus pola lama “jual murah – beli mahal”. Contoh nikel: 1 ton bijih nikel mentah mungkin $50-$100. Tapi kalau diolah jadi NPI, matte, lalu prekursor katoda baterai, nilainya bisa 10-20x lipat. Selisihnya itu yang selama ini bocor keluar negeri”. Urainya

Tokoh pergerakan ini memompa semangat generasi forum kebangsaan. ” Apa yang sudah jalan & dampaknya.
Lapangan kerja & industri baru: Smelter nikel di Sulawesi, Maluku Utara, Kalimantan menyerap ratusan ribu tenaga kerja langsung + tidak langsung. Industri turunan seperti prekursor baterai, katoda, dan manufaktur EV mulai tumbuh. Ini nyambung ke Asta Cita poin 3- meningkatkan lapangan kerja berkualitas_.

Penerimaan negara naik: Royalti, pajak, PPN, devisa dari ekspor produk olahan jauh lebih besar dibanding ekspor ore. Devisa itu yang dipakai untuk subsidi, kesehatan, pendidikan – Asta Cita poin 4 soal SDM.

Posisi tawar global: Dengan cadangan nikel terbesar dunia dan larangan ekspor ore, Indonesia jadi penentu harga pasar nikel dunia. Itu bargaining power yang tidak dimiliki saat kita cuma jadi penambang.

Baca Juga :  JOHAN MINTA MENTERI JANGAN SUKA TEBAR JANJI SAAT KE NTB

Poin 6 Asta Cita: _Membangun dari desa & dari bawah_ harus diterjemahkan ke kepemilikan saham, Koperasi Tambang, kemitraan UMKM lokal. Polda NTB misalnya sudah mengawal SHU Koperasi Produsen Salonong Bukit Lestari Sumbawa sebagai implementasi Asta Cita poin 6.

Hilirisasi tambang adalah bentuk paling konkret dari kedaulatan ekonomi di era Asta Cita. Ia memaksa kita berhenti puas jadi “pom bensin dunia”.

Diakhir diskusi beliau tutup dengan penekanan. ” kedaulatan sejati baru tercapai kalau 3 hal ini berbarengan: _teknologi kita kuasai, lingkungan kita jaga, keuntungan kita nikmati bersama_. Kalau satu saja pincang, maka hilirisasi hanya jadi perpindahan eksploitasi dari lubang tambang ke cerobong smelter”. Jelas beliau sangat berenergi.

Pemaparan nara sumber terhadap dampak Hilirisasi sangat komperhensif memberikan pencerahan bagi semua peserta yang hadir dan masyarakat Indonesia umumnya bahwa pengelolaan tambang harus lebih mengutamakan SDM lokal agar masyarakat disekitar tambang dapat merasakan nilai dan manfaatnya baik jalur UMKM dan Koprasi. (Red)

Berita Terkait

Wisuda dan Pelepasan SMK SMP YPUI di Gedung Green Village berjalan sukses
Sekjen PASPROBO: *”Dukung Ketegasan Presiden Prabowo”*
Sistem Notulen Rapat Berbasis _Speech-to-Text_ untuk Meningkatkan Efisiensi Dokumentasi Rapat di Sekretariat DPRD Kabupaten Lebak
Warga Warujaya Keluhkan Banjir Tahunan, Minta Pemkab Bogor Segera Bertindak
SMAN 01 Depok buka sekolah murid prestasi manusia unggul (MAUNG)
Forum Wartawan Kebangsaan Gelar Diskusi Soroti Janji Presiden Benahi MBG
Dari Meja Hukum ke Panggung Organisasi: Kiprah H. Haikal S, SH Mulai Diperhitungkan di Jakarta
Prabowo di Museum Marsinah: Saya Sedih Lihat Pejabat Nyeleweng
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:39 WIB

Wisuda dan Pelepasan SMK SMP YPUI di Gedung Green Village berjalan sukses

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:16 WIB

Diskusi Forum Kebangsaan; Pertambangan Harus Dikelola Anak Bangsa

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:23 WIB

Sekjen PASPROBO: *”Dukung Ketegasan Presiden Prabowo”*

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:59 WIB

Sistem Notulen Rapat Berbasis _Speech-to-Text_ untuk Meningkatkan Efisiensi Dokumentasi Rapat di Sekretariat DPRD Kabupaten Lebak

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:58 WIB

Warga Warujaya Keluhkan Banjir Tahunan, Minta Pemkab Bogor Segera Bertindak

Berita Terbaru

Tenar News

Sekjen PASPROBO: *”Dukung Ketegasan Presiden Prabowo”*

Minggu, 7 Jun 2026 - 10:23 WIB