Warga Warujaya Keluhkan Banjir Tahunan, Minta Pemkab Bogor Segera Bertindak

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Parung- tenarnestv9 Media Siber Indonesia :
Warga RT 08 RW 07 Desa Warujaya, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, kembali mengeluhkan banjir yang disebut sudah terjadi selama puluhan tahun tanpa penanganan serius dari pemerintah daerah.

Dalam bulan Mei 2026 saja, banjir kiriman disebut telah tiga kali merendam kawasan permukiman warga dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.

Banjir yang melanda kawasan Perumahan Kimpraswil dan area sekitar karyawan JNE itu kembali terjadi pada Minggu (24/5/2026).

Warga menilai kondisi tersebut semakin parah dalam beberapa tahun terakhir dan meminta Pemerintah Kabupaten Bogor tidak lagi menutup mata terhadap persoalan yang mereka alami.

“Satu bulan ini saja sudah tiga kali banjir susulan. Air datang tiba-tiba setelah hujan reda. Tingginya sampai lutut orang dewasa,” ujar salah seorang warga kepada wartawan.

Baca Juga :  Kemendagri Panggil Bupati Meranti,Pernyataan di Rakornas Keuangan Daerah

Warga menduga banjir yang terjadi merupakan banjir kiriman, yang airnya bermuara kekali Cisadane jauh dari sini , Mereka juga menilai perubahan tata ruang dan pembangunan kawasan perumahan dalam skala besar diduga menjadi salah satu pemicu berkurangnya daya resap air di wilayah tersebut.

Menurut warga, sebelum adanya pembangunan besar di sekitar kawasan itu, banjir tidak pernah terjadi separah sekarang. Mereka berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah maupun pihak pengembang untuk mengurangi dampak banjir yang terus berulang.

“Kami berharap setidaknya turap di sepanjang kali yang sudah ada bisa ditinggikan sekitar satu meter lagi agar air tidak meluap ke permukiman,” ungkap warga lainnya.

Selain meminta peninggian turap, warga juga menyoroti minimnya area resapan air di kawasan perumahan yang berdiri di sekitar lokasi terdampak. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah pihak menilai kawasan perumahan berskala besar seharusnya menyediakan lahan resapan air yang memadai setidaknya 3 hektare , bukan hanya ribuan meter saja guna menekan potensi banjir.

Baca Juga :  Optimalkan Layanan Kesehatan, Kepala Puskesmas Pejaten Timur Paparkan Inovasi Pelayanan yang Ramah dan Santun

 

“Kalau memang kawasan perumahan luasnya ratusan hektare, seharusnya dibuat area resapan air yang cukup besar, bukan hanya sedikit. Ini perlu dievaluasi,” kata sumber lain yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bogor terkait keluhan warga Desa Warujaya tersebut. Warga berharap ada langkah cepat dan nyata agar banjir tahunan yang selama ini mereka alami tidak terus berulang setiap musim hujan. (tim)

Berita Terkait

SIMPOSIUM NASIONAL 60 TAHUN KAHMI UNTUK KEDAULATAN BANGSA
Desakan Kembali ke UUD 1945 Asli, Anggota DPR RI Johan Rosihan Sebut Ada Dua Arus di MPR
Pakai Baju Adat Kaltim Qonita Lutfiyah Umumkan Indikator Baru BK Award 2026.
KADES TAPOS DILAPORKAN WARGANYA SENDIRI, DUGAAN PENIPUAN-PENGGELAPAN Rp1,2 MILIAR MULAI DIPROSES
Pesawat RI Satu “Presiden Prabowo ke NTB untuk resmikan bendungan”
SEJARAH BERDIRI MEDIA NASIONAL TENARNEWS PERJALANAN PANJANG DARI MAJALAH KE MENSOS/. YOUTUBE 
Prabowo Dijadwalkan Tutup Muktamar NU Jombang Jawa Timur 
Dengar Keluhan SMSI, Hasyim Djojohadikusumo Siap Kawal Renovasi Gedung Dewan Pers ke Menkomdigi
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:30 WIB

SIMPOSIUM NASIONAL 60 TAHUN KAHMI UNTUK KEDAULATAN BANGSA

Jumat, 11 September 2026 - 13:33 WIB

Desakan Kembali ke UUD 1945 Asli, Anggota DPR RI Johan Rosihan Sebut Ada Dua Arus di MPR

Jumat, 4 September 2026 - 17:32 WIB

Pakai Baju Adat Kaltim Qonita Lutfiyah Umumkan Indikator Baru BK Award 2026.

Jumat, 4 September 2026 - 17:27 WIB

KADES TAPOS DILAPORKAN WARGANYA SENDIRI, DUGAAN PENIPUAN-PENGGELAPAN Rp1,2 MILIAR MULAI DIPROSES

Kamis, 3 September 2026 - 09:47 WIB

Pesawat RI Satu “Presiden Prabowo ke NTB untuk resmikan bendungan”

Berita Terbaru

Tenar News

SIMPOSIUM NASIONAL 60 TAHUN KAHMI UNTUK KEDAULATAN BANGSA

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:30 WIB