Forum Wartawan Kebangsaan Gelar Diskusi Soroti Janji Presiden Benahi MBG

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta_ Tenarnewstv,/Media Siber Indonesia,-Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menyoroti janji Presiden Prabowo di DPR, Rabu (20/5/2026), membenahi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus minta pemerintah meningkatkan anggaran subsidi untuk meredam kenaikan harga kebutuhan pokok.

FWK berpendapat, krisis minyak global dan melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS yang cukup tajam, beberapa bulan terakhirnya, menyebabkan harga kebutuhan pokok meningkat. Ini dikonfirmasi laporan anggota FWK di sejumlah daerah, seperti harga minyak goreng, tahu tempe, telor, bawang putih bergerak naik.

 

“Presiden Prabowo perlu secepatnya membenahi pelaksanaan program MBG karena ditemukan banyak kebocoran anggaran. Hasil efisiensi MBG harus dikembalikan kepada rakyat, dalam bentuk subsidi yang menyentuh kebutuhan pokok rakyat,”ujar Koordinator FWK, Raja Parlindungan Pane dalam Diskusi Kebangsaan di Jakarta.

Sehari sebelumnya, Selasa (19/5), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut rencana pemangkasan anggaran MBG, dari alokasi awalnya Rp 355 triliun pada APBN 2026. Disebutkan pula, realisasi anggaran MBG telah mencapai Rp 75 triliun hingga akhir April 2026. “Bapak Presiden (Prabowo—Red) sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka membelanjakan uangnya,”ujar Purbaya.

Baca Juga :  Kata Para Menteri Jika Diminta Pakai Transportasi Umum Siap

Diskusi Kebangsaan FWK ini diadakan setelah Presiden Prabowo menyampaikan pidatonya di DPR terkait arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara. Saat ini, Indonesia menghadapi tantangan berat geopolitik dan geoekonomi penuh ketidakpastian. Ini memiliki dampak dan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan rakyat Indonesia.

Diskusi ini dihadiri, antara lain Hendry Ch Bangun, mantan Wakil Ketua Dewan Pers periode 1999-2022 serta sejumlah pemimpin redaksi media massa dan anggota wartawan senior FWK.

Krisis minyak global dan meningkatnya kebutuhan dolar AS dari berbagai negara di dunia, salah satu penyebab melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Tercatat, kurs Rupiah terhadap dolar AS, Rabu (20/5), berada di level 17.666,

Hendry Bangun mengatakan, pemerintah perlu mengidentifikasi barang-barang kebutuhan pokok rakyat yang memiliki kandungan impor dan penyebab kenaikan harga barang (inflasi), seperti kedelai, bahan baku utama tahu tempe.

Mantan wartawan Kompas ini mengatakan, pemerintah perlu memanfaatkan APBN sebagai “shock absorser” untuk meredam lonjakan harga minyak global dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap daya beli rakyat.

Inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan. Kenaikan harga tahu tempe turut memberi andil terhadap laju inflasi itu. Sementara perajin tahu tempe menghadapi kenaikan biaya produksi akibat naiknya harga kedelai impor dan harga plastik kemasan.

Baca Juga :  AJI dan SMSI: Menyulam Kolaborasi untuk Ekosistem Media yang Lebih Sehat

Menghadapi kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja, pemerintah perlu memberikan subsidi, bantuan sosial agar masyarakat termasuk UMKM (perajin tahu tempe) tetap memiliki daya beli, inflasi terkendali dan meredam gejolak sosial.

Laporan dari berbagai daerah menyebut, minyak goreng “Minyakita” mengalami kelangkaan di pasar. Kalaupun ada harganya sudah jauh di atas HET Rp 15.700 per liter. Di sejumlah pasar di Pekanbaru, misalnya, harga Minyakita mencapai Rp 20.000 hingga Rp 22.000 per liter.

Herry Sinamarata, Koordinator Bidang Ekonomi FWK menyebut pemerintah perlu mengoptimalkan kerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh wilayah Indonesia. Ini penting dalam menjamin kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok ke pasar- pasar, sesuai kebutuhan masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja, upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan mengawasi dinamika harga yang tidak wajar —-dari permainan para spekulan— menjadi sangat penting ( DM )

Berita Terkait

Dari Meja Hukum ke Panggung Organisasi: Kiprah H. Haikal S, SH Mulai Diperhitungkan di Jakarta
Prabowo di Museum Marsinah: Saya Sedih Lihat Pejabat Nyeleweng
Prof Harris Arthur Hedar Kembali Dipercaya Jadi Komisaris Independen WIKA
Ase Edi Masturo, SE dan Kepala Kecamatan Beji Agus Sofan, ST,.MT, Lurah Kukusan, serta para Ketua RT/RW dan warga sekitar.
Abah Uhel: Kejatuhan Seorang Teladan, Presiden Forum Kebangsaan
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Lantik Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jawa Barat Dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Se-Jawa Barat
SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia yang Diadakan Dewan Pers
Pers perlu jaga profesionalisme di tengah disrupsi informasi
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:55 WIB

Forum Wartawan Kebangsaan Gelar Diskusi Soroti Janji Presiden Benahi MBG

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:45 WIB

Dari Meja Hukum ke Panggung Organisasi: Kiprah H. Haikal S, SH Mulai Diperhitungkan di Jakarta

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:31 WIB

Prabowo di Museum Marsinah: Saya Sedih Lihat Pejabat Nyeleweng

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:57 WIB

Prof Harris Arthur Hedar Kembali Dipercaya Jadi Komisaris Independen WIKA

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:01 WIB

Ase Edi Masturo, SE dan Kepala Kecamatan Beji Agus Sofan, ST,.MT, Lurah Kukusan, serta para Ketua RT/RW dan warga sekitar.

Berita Terbaru

Tenar News

Prabowo di Museum Marsinah: Saya Sedih Lihat Pejabat Nyeleweng

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:31 WIB