Spiritualitas Kekuasaan Presiden Jokowi Terabaikan

- Jurnalis

Selasa, 30 Januari 2024 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selasa, 30 Januari 2024

Pimp.Redaksi dan Penanggung Jawab

Realitas politik menjelang Pilpres 14 Februari mendatang mengusik nurani saya sebagai rakyat lapisan bawah negeri ini. Lebih-lebih naluri kewartawanan yang saya geluti sejak 1986 dalam jatuh bangun, suka dan duka.

Nurani saya tersentuh, karena nurani tempat bersemayamnya kejujuran sejati yang tak seorang pun kuasa membohonginya. Meski lisan lahiriah berkata A, sebagaimana acapkali dipertontonkan politisi dan pejabat jabatan politik yang kental dengan kepentingan pragmatis, tapi saya yakini nurani mereka tetap setia berkata sejujurnya.

Dengan jabatan kekuasaan, seseorang merasa mulia kedudukannya. Merasa berkuasa dalam segala hal. Dipuji dan disanjung. Bahkan kagum melampaui batas. Tapi dengan jabatan kekuasaan itu pula, seseorang akan jatuh martabatnya. Itulah realitas politik Indonesia saat ini. 

Banyaknya fenomena dramatis dapat dijadikan indikasi bahwa kekuasaan Presiden Jokowi dalam periode kedua tidak tampak dimensi spiritualitasnya. Atau sisi ruhaniahnya. Dimensi itu cenderung terabaikan. Nyaris tidak menjadi bagian pertimbangan berperilaku. Yang terlihat terang benderang, Jokowi mudah terpukau oleh dimensi lahiriyah kekuasaan. Sehingga menjadi lengah. Kemudian banyak kalangan memberi label mengabaikan etika. Tunaetika. Bahkan tuna nurani. 

Baca Juga :  jumpa Pers Di bin Sarmilih korban Eksekusi dilokasi PT karaba

Seseorang yang tunaetika dan tunanurani, akan hilanglah rasa malu. Kemudian saat tidak berkuasa, ia jatuh terjerembab secara tidak terhormat. 

Saya yakini ini sebagai kebenaran yang diajarkan dalam Al-Qur’an, kitab suci yang diturunkan Alloh SWT dari langit.

Al-Qur’anul Karim memberi kita kesadaran, bahwa dalam jabatan kekuasaan haruslah diisi dengan dimensi ruhaniah, jika kekuasaan itu ingin dihargai. Tapi lagi-lagi saya pun sadar, kekuasaan seorang Jokowi ingin terus berkuasa. Dan ini sudah diketahui publik sejagat. Melalui putra ingusannya yang digandengkan dengan Prabowo, menjadi bukti Jokowi haus kekuasaan ingin berkuasa lagi

Jokowi sebagai muslim mungkin lupa, bahwa dalam kacamata Islam dan agama apapun, kekuasaan itu akan diminta pertanggung jawabannya saat kematian datang menjemput. Kekuasaan yang mengabaikan spiritualitas menjadi tak berarti manakala pertanggungjawaban dihadapan Allah nihil. Nilainya nol besar. 

Baca Juga :  Pemkot dan Pengembang Dinilai Kongkalikong karena Perumahan di Bawa SUTET Tanpa IMB Tak Dibongkar

Semua simbol kekuasaan secara psikologis dan non fisik seperti prestise sosial, politis dan kultural tak berguna lagi. Seperti sampah terbuang manakala kekuasaan sudah tidak di tangan. Apalagi, setelah kematian. Kecuali amal perbuatan yang bernilai ibadah.

Jokowi juga mungkin lupa, bahwa setiap kelebihan dan kemegahan yang didapat dari kekuasaan adalah anugerah Alloh SWT sebagai amanat yang wajib ditunaikan, sebelum akhirnya dicabut dan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Sang Pencipta, Alloh SWT

Sebelum jabatan berakhir, kami rakyat yang paling bawah mohon Jokowi renungilah spiritualitas kekuasaan itu untuk

ditanamkan di lubuk nurani paling dalam. Sebab realitas berperilaku politik Jokowi jelas dan terang benderang haus kekuasaan. Karena gagal ingin lanjutkan tiga periode, maka putra ingusannya menjadi tumpahan ambisius meneruskan kekuasaan. Mula-mula untuk wapres, bisa jadi ujung-ujungnya presiden. Itu kalau paslon yang dia dukung menang Pilpres. Jika kalah, sangat mungkin keadaan menjadi kebalikannya. ( Media Nasional Tenarnews jkt)

Berita Terkait

MUSALLA AL IKHAS GELAR PERINGATAN MAULUD NABI BESAR MUHAMMAD SAW,1448 H /2026 TELADANI AKHLAK RASULULLAH
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bela Penimbun Pertalite Di Bogor Dan Tuding Miring Profesi Jurnalis
KABAR GEMBIRA BAND BARU BOSS FIVE AKAN SEGERA DIRILIS DI AKHIR TAHUN 2026
SIMPOSIUM NASIONAL 60 TAHUN KAHMI UNTUK KEDAULATAN BANGSA
Desakan Kembali ke UUD 1945 Asli, Anggota DPR RI Johan Rosihan Sebut Ada Dua Arus di MPR
Pakai Baju Adat Kaltim Qonita Lutfiyah Umumkan Indikator Baru BK Award 2026.
KADES TAPOS DILAPORKAN WARGANYA SENDIRI, DUGAAN PENIPUAN-PENGGELAPAN Rp1,2 MILIAR MULAI DIPROSES
Pesawat RI Satu “Presiden Prabowo ke NTB untuk resmikan bendungan”
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 09:30 WIB

MUSALLA AL IKHAS GELAR PERINGATAN MAULUD NABI BESAR MUHAMMAD SAW,1448 H /2026 TELADANI AKHLAK RASULULLAH

Sabtu, 12 September 2026 - 16:03 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bela Penimbun Pertalite Di Bogor Dan Tuding Miring Profesi Jurnalis

Jumat, 11 September 2026 - 21:26 WIB

KABAR GEMBIRA BAND BARU BOSS FIVE AKAN SEGERA DIRILIS DI AKHIR TAHUN 2026

Jumat, 11 September 2026 - 19:30 WIB

SIMPOSIUM NASIONAL 60 TAHUN KAHMI UNTUK KEDAULATAN BANGSA

Jumat, 11 September 2026 - 13:33 WIB

Desakan Kembali ke UUD 1945 Asli, Anggota DPR RI Johan Rosihan Sebut Ada Dua Arus di MPR

Berita Terbaru

Tenar News

SIMPOSIUM NASIONAL 60 TAHUN KAHMI UNTUK KEDAULATAN BANGSA

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:30 WIB