Balasan Serangan Besar-Besaran Diluncurkan Ke Ukraina Oleh Rusia

- Jurnalis

Selasa, 11 Oktober 2022 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin mengatakan bahwa gempuran massal terhadap Ukraina adalah sebuah serangan balasan atas ledakan di Jembatan Kerch dan “serangan teroris” lainnya yang diluncurkan intelijen Ukraina. Dalam pertemuannya dengan para anggota Dewan Keamanan Rusia, Putin mengatakan bukti yang dikumpulkan pihak Rusia yang menunjukkan bahwa intelijen Ukraina menjadi dalang di balik serangan jembatan penghubung Rusia dan Crimea itu pada Sabtu (8/10).


“Pagi ini, atas usulan Kementerian Pertahanan dan sesuai rencana Staf Umum Angkatan Bersenjata Federasi Rusia, serangan besar-besaran diluncurkan dengan senjata jarak jauh dengan presisi tinggi berbasis darat, laut dan udara pada fasilitas energi, administrasi militer dan komunikasi Ukraina,” kata Putin.

Baca Juga :  Taufik Bagus Murdianto Calek NasDem Dapil III DKI Jakarta Konsen Terhadap Kesehatan


Putin juga mengungkapkan bahwa sistem khusus Ukraina menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina dan PLTN Kursk di Rusia. Sejumlah “serangan teroris” lainnya menargetkan infrastruktur energi Rusia, termasuk upaya untuk meledakkan salah satu bagian saluran pipa gas TurkStream yang mengalir dari Rusia ke Turki, katanya.

Baca Juga :  Arab Saudi Sukses Mengendalikan Virus Corona

Rusia tidak dilibatkan dalam investigasi kebocoran di saluran pipa gas Nord Stream, kata Putin, yang menambahkan bahwa semua orang tahu “siapa yang akhirnya diuntungkan.”

Di masa lalu Putin mengatakan bahwa ledakan di saluran pipa di lepas pantai, yang membawa gas dari Rusia ke Jerman ,akan membantu perusahaan energi di Amerika Serikat mengambil keuntungan besar dengan menjual gas ke Eropa.

Berita Terkait

Satu Tahun Perang Rusia-Ukraina, Apa Peran Indonesia?
Sejumlah Pemimpin Negara G20 Tiba di Bali Hadiri KTT G20
Xi Jinping Resmi Amankan Posisinya Sebagai Penguasa China 3 Periode
Intip Dokumen Amerika Setebal 48 Halaman, Yang Tertunda Karena Serangan Rusia Ke Ukraina
Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kelompok 7 (G7) Agar bisa hadir di konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 Di Indonesia
Kunjungan Kerjasama Internasional Kolej University Islam Perlis ( KUIPs) Dengan STIE Ganesha.
Jelang MXGP, Bendera Merah Putih Hingga 19 Bendera Negara Peserta Berkibar Di Sumbawa NTB
KETIKA IKN MENJADI OLOK DUNIA
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Februari 2023 - 00:05 WIB

Satu Tahun Perang Rusia-Ukraina, Apa Peran Indonesia?

Selasa, 15 November 2022 - 09:18 WIB

Sejumlah Pemimpin Negara G20 Tiba di Bali Hadiri KTT G20

Minggu, 23 Oktober 2022 - 11:40 WIB

Xi Jinping Resmi Amankan Posisinya Sebagai Penguasa China 3 Periode

Kamis, 13 Oktober 2022 - 04:39 WIB

Intip Dokumen Amerika Setebal 48 Halaman, Yang Tertunda Karena Serangan Rusia Ke Ukraina

Selasa, 11 Oktober 2022 - 10:44 WIB

Balasan Serangan Besar-Besaran Diluncurkan Ke Ukraina Oleh Rusia

Berita Terbaru

Tenar News

SMAN 01 Depok buka sekolah murid prestasi manusia unggul (MAUNG)

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:54 WIB

Tenar News

Prabowo di Museum Marsinah: Saya Sedih Lihat Pejabat Nyeleweng

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:31 WIB