TENARNEWS TV, CYBER MEDIA INDONESIA,-Sesekali mari kita perhatikan keajaiban yang berulang di setiap akhir tahun!!!!
Saat hujan mengguyur dan genangan jadi sahabat ,tiba2 proyek di Pemda hidup semua,mulai dr jalan d aspal dalam becek spt pada gambar yg terlihat,jambatan samping dishub d bangun d tengah badai,dan para kontraktor berlarian spt ikut lomba ketangkasan lumpur, …tak ada musim yang lebih sibuk dr akhir tahun,seolah Pemda kompak menandatangani perjanjian rahasia proyek harus lahir di tengah hujan.
Tentu bukan karena hujan di anggap simbol kesuburan pembangunan melainkan karena ada sesuatu yg lebih berbunga di balik genangan itu,Mentri keuangan perbaya baru2 ini membongkar rahasia lama yg selama ini membongkar rahasia lama yg selama ini cuma di bisikkan d warung kopi para oknum kontraktor,ternyata banyak Pemda yg suka menyimpan uang rakyat d bank dr segera membangun ,nilainya bukan receh miliaran uang daerah ketauan tidur.
1.kalau proyek blm jalan artinya anggaran blm d belanjakan ,selama uang itu masih nongkrong di rek kas daerah (RSUD),MAKA BUNGA TETAP BERJALAN,proyek mandek tapi unganga tetap rajin bekerja
2.siapa kemudian yg menikmati bunga setiap tahunnya atas produktif Bungan dengan tanpa pekerjaan lembur ini????
Secara aturan ,bunga itu memang seharusnya masuk ke kas daerah sebagai pendapatan resmi,tapi kita semua tahu antara tiori dan praktek sering ada jurang lebih dalam dari lubang jalan kabupaten.
Begitulah misteri hari ini ketua admin,proyek di kebut d akhir tahun bukan karena semangat pembanguan yg membara,melainkan karna bunga bank sudah waktunya panen,setiap akhir tahun,daerah ini berubah jadi taman bunga,bukan mawar,bukan melati,tapi bunga bank.
Uang rakyat harusnya bekerja untuk rakyat,bukan tidur d bank demi menumbuhkan bunga yg hanya Harum di ruang kekuasaan,…pembangunan sejati tidak lahir dr angka serapan di akhir tahun,tetapi dr niat tulus menggerakkan kesehatan sejak awal anggaran turun.
*Ketika oknum pejabat lebih sibuk menghitung bunga dri menambal jalan berlubang ,di situlah nurani publik mulai retak ( TNR ,CYBER MEDIA INDONESIA,)

