Peluncuran Cataru SBMI 2025, Hengky Wijaya : Kehadiran Negara Belum Menunjukkan Peran Aktif dalam Tata Kelola Migrasi

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,Tenar News.Com/ Media Cyber Indonesia. Hengky Wijaya, Ketua Umum Indonesia Maritime Creming Agents Association (IMCAA), mengungkapkan kehadiran negara belum menunjukkan peran aktif dalam tata kelola migrasi, Sehingga kehadiran pemerintah belum dapat dirasakan oleh teman teman dari civil society, pekerja migran dan pengusaha. “Kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan untuk political will untuk bernegosiasi dengan negara negara penempatan,ini lintas negara, kita butuh kehadiran pemerintah juga,”demikian dikatakan Hengky Wijaya usai Peluncuran Cataru SBMI 2025 di Jakarta, kamis 18 Desember 2025.

Bertepatan dengan Hari Buruh Migran Internasional, Peluncuran Cataru SBMI 2025 disertai dengan talkshow dan sesi diskusi,yang melibatkan berbagai pihak terkait perlindungan pekerja migran Indonesia, dengan mengangkat tema “Jejak Gelap Migrasi di Rezim Ekonomi: Jaringan Bisnis Perdagangan Orang dan Runtuhnya Hak Asasi di Era Krisis Iklim.

Baca Juga :  KETUA SATGAS COVID MCMI SAMBUT MENKO PEREKONOMIAN KUNJUNGI HABIB LUTFI

Dalam hal ini, Ketum mengapresiasi teman teman SBMI menggelar acara ini, Ia pun mengakui, bahwa
gerakan dari temen teman SBMI sangat luar biasa, dalam mengadvokasi teman teman pekerja migran, ” Salut dan luar biasa,” ujarnya.

Sebagai salah satu pembicara diskusi, Hengky menekankan bahwa regulasi yang dibuat negara yang terutama dapat dijalankan,sehingga kemudian regulasi itu dapat benar benar bermanfaat dan berkeadilan untuk semua,khususnya bagi pekerja migran dan industri, sehingga kemudian dapat mengelak komentar negatif terhadap negara.

Baca Juga :  Ketua Dewan Da’wah Kota Bogor: Selama Ini Tidak Ada yang Terganggu Suara Azan

Hengky pun berharap, kehadiran negara sebagai yang memiliki power dalam melindungi rakyatnya, menyediakan lapangan pekerjaan, kemudian memastikan perlindungan yang aman bagi para pekerja migran yang ingin bekerja di luar negeri. Sebab orang yang ingin bekerja ke luar negeri karena pilihan,bukan karena keterpaksaan.
Demikian pula negara bukan hanya hadir dalam setiap kasus kasus yang ada dalam perlindungan migran, tetapi bagaimana kemudian mitigasi yang dilakukan oleh negara sehingga kemudian dapat meminimalisir resiko masalah terhadap pekerja migran itu sendiri dan jika kemudian ada masalah, penanganannya pun sangat mudah. (dp)

Berita Terkait

Warga Warujaya Keluhkan Banjir Tahunan, Minta Pemkab Bogor Segera Bertindak
SMAN 01 Depok buka sekolah murid prestasi manusia unggul (MAUNG)
Forum Wartawan Kebangsaan Gelar Diskusi Soroti Janji Presiden Benahi MBG
Dari Meja Hukum ke Panggung Organisasi: Kiprah H. Haikal S, SH Mulai Diperhitungkan di Jakarta
Prabowo di Museum Marsinah: Saya Sedih Lihat Pejabat Nyeleweng
Prof Harris Arthur Hedar Kembali Dipercaya Jadi Komisaris Independen WIKA
Ase Edi Masturo, SE dan Kepala Kecamatan Beji Agus Sofan, ST,.MT, Lurah Kukusan, serta para Ketua RT/RW dan warga sekitar.
Abah Uhel: Kejatuhan Seorang Teladan, Presiden Forum Kebangsaan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:58 WIB

Warga Warujaya Keluhkan Banjir Tahunan, Minta Pemkab Bogor Segera Bertindak

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:54 WIB

SMAN 01 Depok buka sekolah murid prestasi manusia unggul (MAUNG)

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:55 WIB

Forum Wartawan Kebangsaan Gelar Diskusi Soroti Janji Presiden Benahi MBG

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:45 WIB

Dari Meja Hukum ke Panggung Organisasi: Kiprah H. Haikal S, SH Mulai Diperhitungkan di Jakarta

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:31 WIB

Prabowo di Museum Marsinah: Saya Sedih Lihat Pejabat Nyeleweng

Berita Terbaru

Tenar News

SMAN 01 Depok buka sekolah murid prestasi manusia unggul (MAUNG)

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:54 WIB

Tenar News

Prabowo di Museum Marsinah: Saya Sedih Lihat Pejabat Nyeleweng

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:31 WIB