Pengamat: Untuk Selesaikan Masalah Bangsa, Prabowo Harus Bebas dari Pengaruh Jokowi

- Jurnalis

Senin, 5 Mei 2025 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Pendidikan dan Politik Abba Thaher Lamatapo.

“Apa yang disampaikan oleh Anies agar menjadi renungan bersama untuk memperkuat  kohesi sosial maupun pranata sosial dalam interaksi  guna mewujudkan kebersamaan tanpa sekat di antara sesama elemen masyarakat.” 

 

Jakarta.-Tenarnews_/Smsi- Setelah Pilpres 2024, dan kemudian beralih ke kepemimpinan baru, panggung politik nasional terlihat belum mengalami banyak Perubahan. Situasi ini membuat masyarakat harap-harap cemas, karena Presiden Prabowo Subianto dianggap oleh publik masih di bawah bayang bayang rezim lama yang meninggalkan Legasi  kurang sedap  bahwa dia belum mampu membangun sikap dan jalan yang berbeda. Jika dibiarkan ini akan menjatuhkan kredibilitasnya sendiri.

Hal itu dikatakan oleh pengamat pendidikan dan politik yang juga Ketua Umum simpul relawan Jaringan Pendidik Nasional (Jardiknas) Sejati Abba Thaher Lamatapo kepada KBA News, Senin, 5 Mei 2025, menyikapi tidak tegasnya sikap Presiden Prabowo terhadap Jokowi dan keluarganya  bahkan memunculkan banyak persoalan di berbagai bidang, yang kemudian menimbulkan kegaduhan dan perdebatan akibat ulah mantan presiden RI yang ke-7  yang disinyalir memiliki ijazah palsu

Sikap kita dalam masalah itu, katanya, sesuai dengan sikap yang dikatakan tokoh penggerak dan pengusung Perubahan  Anies Rasyid Baswedan. Dalam sebuah kesempatan di forum Majlis Taalim di rumahnya, pekan lalu, dia menyampaikan pesan autentik dan substantif kepada masyarakat untuk menghindari perdebatan, pertengkaran dan pertikaian  yang tidak penting.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Iwan - Dede : Ada Dua Cabup melanggar Aturan Konstitusi di Pilkada PSU Kab. Tasikmalaya.

“Mantan Capres 2024 ini menghimbau kepada  masyarakat untuk membangun kepercayaan dan tetap menjaga solidaritas dan kebersamaan guna menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang kondusif. Ini jelas imbauan yang muncul dari kedewasaan politik, mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan keluarga. Inilah yang membuat kita tetap dukung dan percaya kepadanya,” kata Ketua DPD Gerakan Rakyat (GeRak) kota Tangsel itu.

Ditambahkannya, apa  yang disampaikan oleh tokoh  penggagas Perubahan itu menjadi inspirasi buat seluruh elemen Masyarakat agar mempertimbangkan beberapa hal dalam menyikapi perkembangan politik dan sosial sekarang ini. Pertama, jangan mudah terprovokasi dengan situasi dan keadaan masa lalu rezim pemerintahan Joko Widodo yang meninggalkan legasi buruk bagi  keberlanjutan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Gagal Makmurkan  Rakyat

Selama 10 tahun memerintah, Jokowi gagal membuat rakyat makmur dan sejahtera. Dia sibuk dengan urusan mengurus diri sendiri dan keluarganya. Ekonomi, politik dan sosial hancur. Dia malah menghambur-hamburkan dana negara dalam jumlah yang besar dan gila-gilaan seperti membangun IKN yang sekarang ternyata mangkrak. Dia pun membuat korupsi merajalela dan menghancurkan kehidupan secara keseluruhan.

“Tadinya kita berpikir setelah lengser dia sudah selesai, tetapi malah makin besar kontroversi yang ditinggalkannya. Tuduhan OCCRP yang menyatakan dia merupakan salah satu Presiden terkorup di dunia dan ijazahnya yang ditengarai palsu membuat Indonesia makin tidak tenang dalam menghadapi masa depan yang suram,” kata alumni Universitas Muhammadiyah Jakarta itu.

Baca Juga :  Mengenang Sosok Almarhum TGH Muhammad Qurtubi Pendiri Pondok Pesantren Nurul Wathon Remajun.

Kedua, ada kecenderungan perbedaan pendapat di tengah masyarakat yang menimbulkan  kegaduhan dalam menyikapi  keaslian Ijazah mantan Presiden tersebut. Kondisi ini  yang membuat para civitas akademika UGM terbelah. Para pimpinan Universitas terkenal di Yogyakarta itu ada kesan menutupi kondisi sebenarnya. Karena itu banyak alumni dan mahasiswa UGM menggugat rektornya untuk bertanggung jawab atas keaslian ijazah yang dikeluarkan oleh UGM.

Ketiga, imbauan mantan Rektor Paramadina Jakarta itu, membuktikan bahwa Masyarakat sudah mulai merasakan kecemasan atas pemerintahan baru yang dianggap lebih mengedepankan retorika ketimbang kerja nyata. Karena itu himbauan Anies menjadi perekat buat masyarakat dalam menghindari perdebatan-perdebatan yang tidak perlu guna menjaga keutuhan bangsa dan membangun kepercayaan di antara anak bangsa.

“Dalam pandangan saya, masyarakat berharap agar apa yang disampaikan oleh Anies menjadi renungan bersama untuk memperkuat  kohesi sosial maupun pranata sosial dalam interaksi  guna mewujudkan kebersamaan tanpa sekat di antara sesama elemen masyarakat,” demikian Abba Thaher Lamatapo. (Kba)- Red)

Berita Terkait

Warga Warujaya Keluhkan Banjir Tahunan, Minta Pemkab Bogor Segera Bertindak
SMAN 01 Depok buka sekolah murid prestasi manusia unggul (MAUNG)
Forum Wartawan Kebangsaan Gelar Diskusi Soroti Janji Presiden Benahi MBG
Dari Meja Hukum ke Panggung Organisasi: Kiprah H. Haikal S, SH Mulai Diperhitungkan di Jakarta
Prabowo di Museum Marsinah: Saya Sedih Lihat Pejabat Nyeleweng
Prof Harris Arthur Hedar Kembali Dipercaya Jadi Komisaris Independen WIKA
Ase Edi Masturo, SE dan Kepala Kecamatan Beji Agus Sofan, ST,.MT, Lurah Kukusan, serta para Ketua RT/RW dan warga sekitar.
Abah Uhel: Kejatuhan Seorang Teladan, Presiden Forum Kebangsaan
Berita ini 145 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:58 WIB

Warga Warujaya Keluhkan Banjir Tahunan, Minta Pemkab Bogor Segera Bertindak

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:54 WIB

SMAN 01 Depok buka sekolah murid prestasi manusia unggul (MAUNG)

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:55 WIB

Forum Wartawan Kebangsaan Gelar Diskusi Soroti Janji Presiden Benahi MBG

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:45 WIB

Dari Meja Hukum ke Panggung Organisasi: Kiprah H. Haikal S, SH Mulai Diperhitungkan di Jakarta

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:31 WIB

Prabowo di Museum Marsinah: Saya Sedih Lihat Pejabat Nyeleweng

Berita Terbaru

Tenar News

SMAN 01 Depok buka sekolah murid prestasi manusia unggul (MAUNG)

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:54 WIB

Tenar News

Prabowo di Museum Marsinah: Saya Sedih Lihat Pejabat Nyeleweng

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:31 WIB