Oleh : MS.Tjik.NG


Mengenang Almarhum H.Darsono”Tokoh Pendidikan Pendiri Universitas Pamulang”
Tangsel Tenarnews tv9.- jumat 30 Desember 2022 kita dikejutkan dengan kabar duka, perginya (wafat) seorang begawan praktisi pendidikan dalam usia 67 tahun. Almarhum secara tidak sengaja telah pula mempopulerkan Pamulang dengan berdirinya UNPAM.
Pamulang semakin populer, nyaris menyalip populeritas Ciputat Kota Tangsel, sebagai penyangga langsung Ibu Kota Jakarta. Sebelum berdiri Kota Tangsel, nama Ciputat jauh lebih populer dikenal hingga mancanegara.
Kota Tangsel sebagai kota tumbuh terdapat banyak Perguruan Tinggi dengan Kampusnya yg mewah, megah. Diantaranya; UIN Syarif Hidayatullah, IIQ, Institut Ilmu Al-Quran Universitas Muhamdiyah, Institut Teknologi Indonesia Serpong ( ITI) dan UT (Universitas Terbuka) yg sejak lama berdiri.
Masih banyak lagi Perguruan Tinggi/Sekolah Tinggi dan Akademi yg beroperasi di Wilayah Kota Tangsel. Pasca reformasi, tahun 2000 jagat Tangsel semakin canggih dan terus bersolek khususnya di bidang Pendidikan
Drs. Wayan dengan Yayasan Prima Jaya mendirikan UNPAM (Universitas Pamulang) hingga tahun 2005 diserahkan kepemilikan kepada Yayasan Sasmita Jaya yg dinakhodai DR.H.Darsono.
Dengan tangan dingin
Ditempa, belajar dari pengalaman hidup yg rumit penuh tantangan Darsono yg pernah menjadi OB, berjualan alat-alat elektronik untuk mencukupi kebutuhan hidup.
Almarhum Darsono yg bersahaja dengan penampilan sederhana menyimpan “demdam” dan cita-cita besar dan luhur yaitu ingin mendirikan Universitas yg besar dengan biaya murah.
Dalam perjalanannya UNPAM dipelesetkan menjadi Universitas Paling Murah . Itu tidak berarti Unpam tidak berkelas dan tidak berkualitas. Terbukti hingga sekarang UNPAM telah memiliki mahasiswa sebanyak 89.750 lebih wow luarbiasa. Calon calon mahasiswa berdatangan dari seluruh Indonesia.
Universitas yg belum sampai seperempat abad ini sdh masuk rangking 16 Perguruan Tinggi swasta terbaik, dan peringkat ke 47 Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia, capaian prestasi yg prestisius.
Cita-cita besar Alm.Darsono mungkin sudah tercapai, dengan bekal pengalaman kejujuran dan profesionlitas fokus dan serius itulah modal dasar beliau.
Sebagai guru, dan pendidik sejati dia faham betul betapa terpukulnya ketika anak2 tdk mampu melanutkan ke Perguruan Tinggi karena dihadang oleh mahalnya biaya dan ruwet managemen administrasi. Lantas dengan PD Pak Dar melangkah yakin dengan konsep yg sudah siap saji bahwa masuk Perguruan Tinggi harus murah terjangkau untuk masyarakat luas itu pasti bisa. Benar untuk meraih kualitas tidak mutlak harus dengan uang banyak.
Terobosan yang spektakuler dimainkan oleh Pak Dar kini menjadi buah bibir ,nyata dan faktual, bukan mimpi. Sebagai guru di SMEA Sasmita Jaya dan Guru Steno di SMEAN 9 Pondok Pinang beliau mengerti betul tentang berinvestasi di bidang pendidikan. Sekarang beliau sudah tiada menghadap Rabbnya, menjelang pergantian tahun, namun legasi yg beliau tinggalkan tak ternilai harganya, untuk negara dan bangsa yg hampir terpuruk pasca pandemi 3 tahun. Karena investasi pendidikan adalah sebuah investasi yg mulia yg nyaris tak ada istilah rugi secara substansi, bangsa besar ini butuh manusia dan SDM yg tangguh dan mampu bersaing di era digitalisasi dan globalisasi. Guru Besar dari Universitas Waseda Jepang melontarkan kritikan pedas, “Bahwa SDM Indonesia masih sangat lemah untuk mendukung perkembang an industri dan ekonomi. Penyebabnya karena Pemerintah selama ini tidak pernah menempat kan pendidikan sebagai prioritas penting. Meminggirkan pendidi kan sebagai prioritas sangat keliru. Karena masyarakat Indonesia mulai dari yang awam hingga politisi dan pejabat pemerintah hanya berorientasi mengejar uang untuk memperkaya diri sendiri dan tidak pernah berfikir panjang. Ada benarnya kritikan yang dilontarkan Prof.Toshiko Kinoshita dari Waseda Jepun ini walaupun tidak semua begitu.
Seorang Darsono sangat jeli dan piawai serta dengan kesabarannya beliau fokus pada dunia pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Negara butuh praktisi Dan pemikir bidang pendidikan yang handal
Kita sangat berharap akan lahir tokoh-tokoh pendidikan yg mencerah kan.
Kepergian Pak Dar tentu menyisakan kegundahan dan kegalauan menyelimuti Civitas Academica dan para pemangku Yayasan Pendidikan Sasmita Jaya Kita sangat berharap pasca Pak Dar UNPAM jangan sampai redup justru kudu lebih maju lagi. Spirit Pak Dar bisa diadopsi utk kehebatan kejayaan bersama. Boleh jadi orang seperti Darsono akan lahir 50 tahun sekali atau mungkin 70 tahun sekali.
Beda dengan penulis, mungkin setiap tahun ada yg lahir.
Selamat jalan Pak Darsono jasa2mu akan tetap tergurat dan tercatat serta dikenang dalam lembaran sejarah
Bangsa , semoga lahir Darsono-Darsono baru dan generasi milenial mampu meneladaninya.(Red)

