Putusan Inkraach Di-Eksekusi, PN Depok Serahkan Lahan Sengketa di Tapos kepada PT Karaba Dikdaya

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Depok, tenarnewstv9 Media Siber Indonesia: Aparat Pengadilan Negeri (PN) Depok melaksanakan Eksekusi terhadap objek sengketa tanah dan bangunan di wilayah Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Kamis (29/1). Lahan seluas 6.520 meter persegi yang di dalamnya terdapat tiga bangunan rumah permanen tersebut di-eksekusi sebagai pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap ( Inkraach)dan dimenangkan oleh PT Karaba Dikdaya

 

Tindakan eksekusi ini merupakan puncak dari proses hukum berjenjang yang telah ditempuh para pihak, mulai dari tingkat Pengadilan Negeri hingga Mahkamah Agung. Dasar hukum pelaksanaan mengacu pada Penetapan Ketua PN Depok Nomor 335/Pdt PN DPK tertanggal 11 September 2022, diperkuat Putusan Banding Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 691/Pdt/2023/PT BDG tanggal 5 Desember 2023, Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 3665 K/Pdt/2024 tertanggal 30 September 2024, serta Putusan Peninjauan Kembali(Pk) Mahkamah Agung Nomor 1152 PK/Pdt/2025.

Di lokasi, pelaksanaan Eksekusi dipimpin oleh Panitera PN Depok bersama tim juru sita. Proses tersebut turut melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok untuk memastikan keabsahan administrasi pertanahan. Pengamanan dilakukan oleh jajaran Polres Metro Depok, Polsek Tapos, serta didukung aparat Kelurahan setempat.

Baca Juga :  Profile Maulana Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Pendiri NW & NWDI "Pahlawan Nasional "

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan kondusif. Pemohon dan termohon turut hadir di lokasi pelaksanaan sesuai dengan penugasan resmi dari Ketua Pengadilan Negeri Depok.

 

Lihat Video.

Kuasa hukum PT Karaba DikdayaJokki Situmeang, menegaskan bahwa pelaksanaan eksekusi bukan merupakan tindakan sepihak maupun bentuk arogansi kekuasaan.

“Eksekusi ini bukan tindakan sepihak, bukan sewenang-wenang, dan bukan tanpa dasar hukum. Pelaksanaan dilakukan oleh Pengadilan Negeri Depok berdasarkan perintah undang-undang serta putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap,” ujar Jokki kepada wartawan.

Ia menjelaskan, sebelum perkara masuk ke tahap persidangan, kliennya telah mengedepankan pendekatan musyawarah dan itikad baik. Salah satunya dengan menawarkan opsi pemberian kerohiman atau kompensasi kepada pihak-pihak yang mengklaim lahan tersebut.

“Namun upaya tersebut tidak memperoleh kesepakatan. Padahal dari sisi perusahaan, nilai kerohiman yang ditawarkan telah dinilai layak sebagai bentuk pendekatan kemanusiaan,” katanya.

Lebih lanjut, Jokki menegaskan bahwa tujuan utama dari pelaksanaan eksekusi bukan untuk merugikan pihak mana pun, termasuk pihak termohon, melainkan untuk menegakkan kepastian hukum.

“Eksekusi ini tidak dimaksudkan untuk menyengsarakan siapa pun. Tujuannya adalah memberikan kepastian hukum atas hak kepemilikan yang telah diputuskan oleh pengadilan,” tegasnya.

Baca Juga :  Zoom Meeting Bakti Kominfo “Pemanfaatan Ruang Digital sebagai Wadah Penyaluran ”

Dalam Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung, majelis hakim menyatakan bahwa objek sengketa seluas 6.520 meter persegi tersebut seluruhnya merupakan milik PT Karaba Dikdaya. Pengadilan juga menegaskan bahwa alas hak berupa Surat Pelepasan Hak (SPH) yang dimiliki perusahaan sah secara hukum dan memiliki kekuatan pembuktian.

Pelaksanaan eksekusi ini tercatat dalam register perkara Nomor 7/Pdt.Eksekusi/2025/PN DPK yang diajukan kepada Ketua PN Depok.

 

Di akhir pernyataannya, pihak kuasa hukum mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang keliru atau menyesatkan terkait pelaksanaan eksekusi.

“Kami mengajak publik untuk memahami bahwa seluruh tahapan telah dijalankan sesuai prosedur hukum dan dilakukan oleh institusi yang berwenang. Kami berharap semua pihak dapat menghormati putusan pengadilan sebagai bagian dari supremasi hukum,” pungkas Joki.

Ditempat yang sama, Kuasa hukum ahli waris , Bistok S, SH dari LBH Garda Nusantara ia mengatakan proses Hukum masih berjalan,
Kami akan mengajukan PK sebagai upaya Hukum luar biasa apa bila ditemukan bukti baru, atau kehilafan Hakim dalam putusan sebelumnya.
( tim tenarnestv9)

Berita Terkait

Kasus tanah blok bra’an 9,3 haktare kembali disoal, Hakim Sidang PS di lokasi
Merawat Panca Jiwa Pondok Al-Amien, Alumni Genoestica Meneguhkan Ukhuwah agar Tak Menjadi Santri yang Kehilangan Akar.
Kampanye Akbar Mamiq Andi Nomor 1 Membludak, Ribuan Warga Desa Sintung Padati Jalan – Desa Sintung, Pringgarata, Loteng”_
PLN EG PUNAGAYA SIAP DITUNTASKAN
Supian Suri Kobarkan Semangat Atlet Depok di Porprov 2026, Fokus Raih Emas
HUT ke 9 Sekber Wartawan kota Depok di Aula BJB Cabang Depok
Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:51 WIB

Kasus tanah blok bra’an 9,3 haktare kembali disoal, Hakim Sidang PS di lokasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Merawat Panca Jiwa Pondok Al-Amien, Alumni Genoestica Meneguhkan Ukhuwah agar Tak Menjadi Santri yang Kehilangan Akar.

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Kampanye Akbar Mamiq Andi Nomor 1 Membludak, Ribuan Warga Desa Sintung Padati Jalan – Desa Sintung, Pringgarata, Loteng”_

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:45 WIB

PLN EG PUNAGAYA SIAP DITUNTASKAN

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Supian Suri Kobarkan Semangat Atlet Depok di Porprov 2026, Fokus Raih Emas

Berita Terbaru

Tenar News

PLN EG PUNAGAYA SIAP DITUNTASKAN

Senin, 26 Okt 2026 - 21:45 WIB