Bogor, Tenarnews9,- Media SIBER Indonesia,-BR melalui CV. Sofia Konveksi selaku Vendor bekerjasama dalam pengadaan seragam untuk yayasan Bogor Center School ( Borcess ) berlokasi Jln.Salabenda Raya Parakan Jaya Kec. Kemang yayasan pendidikan milik Muztahidin. Di dalamnya berdiri lembaga pendidikan SD, SMP, SMA.SMK Kerjasama ini berawal dari tahun 2015 bersama Muztahidin Al-ayubi selaku ketua yayasan pada waktu itu.
Barang seragam Borcess mulai di produksi dalam jumlah besar 3000 stel k atas/ peritem .hinga menelan biaya 4 milyar/pertahun. Memasuki tahun 2016, seragam yang masuk dengan jumlah yang besar, dalam realisasi pembayaran selalu tertunda. Sehingga pihak vendor terus dirugikan karena harus membayar bunga pinjaman ke Bank Karena, sering telat bayar oleh pihak Muztahidin-Al ayubi
Memasuki tahun 2018 akibat pembayaran Muztahidin-Al ayubi yang Morat marit, kondisi keuangan vendor semakin melemah.degan janji2 manis ketua yayasan Muztahidin Al-Ayubi menjamin utk mengadai Aset pribadi vendor sdiri k Bank BRI Pajajaran bogor senilai 4milyar buat modal seragam di sekolah nya.
Dari sinilah awal petaka dimulai hingga tahun 2024 perjanjian kerjasama yang saling menguntungkan tidak terjadi. Pihak CV Sofia Konveksi gulung tikar dibuat Muztahidin Al-ayubi karena pembayaran yang amburadul. Sementara bank terus menagih, aset pihak vendor pun skrg dalam tahap pelelangan di Bank. Saat ini pihak CV. Sofia Konveksi menuntut agar aset dapat dikembalikan. Karna itu aset pribadi anak2 nya..
Yang lebih mengerikan menurut penuturan lansung B R, CV. Sofia Konveksi selaku pihak Vendor setiap menagih pembayaran saudara Muztahidin-Al ayubi melakukan tindakan keji menyekapnya dan memaksa melayani nafsu bejatnya di ruangan kantor kerjanya sendiri.
Ketua yayasan pendidikan waktu itu yang di dalamnya terdapat ribuan anak bangsa menimba ilmu akan sangat berbahaya melihat kekejaman ketua yayasannya berani dengan sadar melakukan pelecehan terhadap seorang perempuan yang telah banyak membantu kemudahan mendapatkan seragam sekolah. Perempuan yang tidak berdaya dimanfaatkan sebagai budak nafsu jahatnya.
Muztahidin Al Ayyubi begitulah dikenal banyak orang sebagai pemilik yayasan juga menurut penuturan beberapa sumber yang siap bersaksi telah banyak melakukan pelecehan seksual terhadap anak muridnya. Mereka yang telah dijadikan budak nafsunya enggan melapor karena sebagian diancam dan sebagian sudah dapat dibungkam dengan kekuatan uang sogokan.
Saat ini B R bersama pengacara nya telah menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan atas perkara yang menimpanya agar Muztahidin mau melunasi dan bertanggung jawab mengembalikan aset yang sudah dijaminkan ke bank BRI.
Pihak kami sudah semua dipanggil oleh penyidik dan dimintai keterangan tinggal pihak Muztahidin. Sudah puluhan tahun bekerja sama tidak mendapatkan keuntungan malah aset senilai 4.M melayang yang dijaminkan dengan persetujuan Muztahidin. Kini BR menuntut agar semua kerugian dan aset pribadi Muztahidin tanggung jawab. Saya percaya Presiden Indonesia sangat mencintai rakyatnya masih melindungi warganya yang dizolimi”. Tutur nya pada media.
Surat LP yang kami tunggu dari kepolisian, Tutur beliau BR tidak kunjung keluar malah kami dikasih surat SP2HP. Kami warga negara pencari keadilan sudah menunggu selama 3 bulan belum ada jawaban yang clear. Semoga dengan suara media ini akan di dengar dibaca oleh KDM dan atau Presiden terhadap tuntutan warga bangsa yang mencari keadilan di negri sendiri.( Tim Investigasi)



