Plt. Sekretaris Daerah ( Sekda) Provinsi Banten. Tanimbar hadir di Rakernas Apkasi Otonomi Expo 2024 di Jakarta.

- Jurnalis

Minggu, 14 Juli 2024 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Tenarnews. Com.Saya kira kita merasakan semuanya bahwa dalam lima tahun ke belakang itu adalah sebuah periode yang tidak mudah, sangat sulit, penuh tantangan.
Dari segi kesehatan kita tahu ada pandemi covid.Kemudian geopolitik, perang yang menyebabkan harga minyak naik dan turun, harga pangan naik dan turun ( perang) di Ukraina di Palestina. Kemudian dari sisi lingkungan ada gelombang panas El Nino yang menyebabkan banyak krisis.
Dan setelah kita mengarungi lima tahun ini, ini menjadi pengalaman kita bersama-sama, betapa kita semakin matang, semakin dewasa, betapa semakin pintar mengelola daerah, mengelola kabupaten, mengelola provinsi, mengelola negara, mengelola keuangan dalam mengambil kebijakannya, mengelola anggaran karena masa-masa lima tahun ke belakang memang betul-betul sebuah pengalaman yang tidak mudah. Dan ke depan, tantangan tidak segampang,(tapi) semakin rumit dan semakin kompleks. Oleh sebab itu kita perlu seadaftif mungkin dan terus melakukan inovasi utamanya memang di daerah. Demikian sambutan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada Pembukaan Rakernas Apkasi Otonomi Expo 2024,dan Apkasi Procurement Network tahun 2024, medio 10 juli 2024 di JCC Jakarta.

Plt. sekertaris Daerah ( Sekda) Kab. Kep. Tanimbar Agustinus Songapnuan yang berkesempatan hadir di sela acara Rakernas Apkasi Otonomi Expo 2024, mengatakan ada beberapa hal yang tadi disampikan bapak Presiden Jokowi, bahwa memang banyak tantangan yang kita hadapi ke depan untuk mencapai Indonesia Emas. Tapi jangan kita lupa bahwa untuk membangun Indonesia ini, perlu kita lihat kembali ke belakang, apa sih yang selama ini yang kemudian menjadi kendala kita yang selalu kita hadapi dan tidak pernah ter-urus dengan baik, katanya.
Pak Jokowi selalu mengatakan bahwa kita ini negara kepulauan terbesar, tapi dalam perencanaanya kita tidak mendasari kepulauan.
Menurut saya, lebih mengarah kepada landasan kontinental. artinya apa? artinya hanya menghitung luas wilayah suatu daerah dengan jumlah penduduknya, dan kemudian daerah itu akan mendapatkan porsi besar dalam kebijakan fiskal keuangan nasional. Nah kami yang daerah kepulauan bagaimana? Selanjutnya kata agus, kalau hitung pulau saja, ya hasilnya tentu tidak akan sama dengan daerah yang luas.
Sementara Kab. kep Tanimbar, kalau menghitung daratan saja hanya sekitar 4.000km2, tetapi kalau hitung laut beserta pulaunya itu mencapai 11.000km2.
Maluku luas daratannya kecil, luas lautnya luas, tetapi masyarakatnya sedikit jumlahnya, tegasnya.
Lanjut agus, dari dulu saya melihat begini, di jaman Repelita ( Rencana Pembangunan Lima Tahun) yang berjalan dari Repelita pertama sampai ke Repelita terakhir tahun 2000,pada saat itu maksudnya kan kita mau tinggal landas di tahun 2000 itu, tetapi kita malah berada di kondisi terpuruk. Setelah itu kemudian datang lagi yang namanya Era Reformasi tahun 2020-2025, dan apa yang kita dapatkan dari hasil era Reformasi itu? Kita juga mengalami hal yang sama seperti di awal tahun era Reformasi, bahkan di akhir era Reformasi kita juga mengalami hal yang sama yaitu terpuruk, dimana kurs dollar saat itu menekan rupiah dan semakin lama semakin tinggi nilai kurs dollar terhadap rupiah.
Tadi saya sempat menanyakan masalah dimana? Ya,saya mohon maaf dan saya sampaikan, bahwa kita ini hanya pandai berteori saja, tetapi kemudian dalam aplikasi sangat sulit di terapkan, karena apa? Karena terlalu banyak aturan yang kemudian membuat kita akhirnya sulit dan terjebak dengan banyaknya jumlah aturan yang kita buat, yang kemudian pada akhirnya untuk mencapai tujuan visi dan misi itu jauh dari harapan, seperti itu katanya.
Sekarang di era yang baru ini kita buat lagi yang namanya transformasi.
Tadi disampaikan bahwa ada 45 indikator untuk kemudian di katakan bahwa kita berhasil menjadi Indonesia Emas.
Indikator yang pertama, adalah lima tahun pertama, artinya di tahun 2030 harus ada terukur. Kalau hal itu tercapai, kita bisa optimis bahwa Indonesia Emas akan diraih, imbuhnya.
Akhirnya agus sangat berharap, agar Apkasi juga harus melihat kebutuhan daerah Kabupaten Kepulauan, Pesisir dan Terluar pungkasnya. (dp)

Baca Juga :  Nama-Nama  Calon Menteri yang Dipanggil Prabowo 

Berita Terkait

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 
HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas
Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru
Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan
Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia
Din Syamsuddin Jajaki Kerja Sama Cina dengan Masyarakat Muslim Indonesia dalam Berbagai Bidang Peradaban
INNALILLAHI, TUAN GURU BAGU WAFAT DI USIA 90 TAHUN, NTB KEHILANGAN ULAMA KHARISMATIK
Kh Husnul Maad Kholil, Ketua Nazir Ponpes Salafus Sholihin, Tunjukkan Dokumen Sah Tanah wakaf 2000M2 Sudah jadi Tol
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:46 WIB

HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:03 WIB

Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:51 WIB

Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia

Berita Terbaru