KEJADIAN ANEH” TIADA HUJAN ,ANGIN GEMPA RUMAH HJ ETI KOLUN TIBA-TIBA AMBRUK

- Jurnalis

Selasa, 13 Juni 2023 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah H Muhammad kolun/Hj Eti kolun yg tiba-tiba ambruk. Salah satu warga sekitar, T JfRi mengatakan, saat kejadian rumah roboh tidak ada Hujan dan angin ,gempa ,disaat kejadian Rumah ambruk Warga keheranan ada apa gerangan.Ujian apa ?INTROSPEKSI DIRI

Musibah demi musibah tiada putus dialami umat manusia dan menyelimuti tanah air, ada gempa bumi, tanah longsor, banjir bandang dan musibah2 lain nya, segenap elemen bangsa merasakan trauma yang dalam…

Kita semua pasti merasa bersedih dengan kondisi, keadaan dan musibah yang terjadi, namun kesedihan itu adalah hal yang wajar. Memang hal ini sangat manusiawi, namun jika memaknai lebih dalam, kita akan menyadari bahwa semua ini sunatullah sebenarnya, tak akan pernah putus dari musiabah dan ujian hidup bagi setiap manusia yang ditaqdirkan oleh Allah SWT .

Itulah sebabnya orang-orang yang mendapat kebaikan dan keberkahan sempurna serta petunjuk dari Allah SWT  jika merasa sedih dengan musibah yang terjadi kemudian mereka akan menghibur diri dengan mengucapkan “Innalillaahi wa inna ilaihi rojiun” yang bermakna “Sesungguhnya segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali padaNya”. 

Baca Juga :  Tekan Angka ODGJ, Kepala Puskesmas Muara Pinang Bersama Dokter Jemput Bola,di dampingi lembaga investigasi negara 4 Lawang

Musibah yang terjadi ada yang menyikapinya sebagai KEBURUKAN , dan ada juga yang menganggap itu merupakan sebuah TEGURAN untuk menjadi lebih baik. Lalu, berikut ini tuntunan terbaik dalam menyikapi segala musibah yang terjadi, yaitu : 

1. Iman dan ridha terhadap ketentuan (qadar) Allah.

Setiap Muslim wajib beriman bahwa musibah apapun itu seperti kecelakaan pesawat, gempa bumi, banjir, wabah penyakit dan lain2nya termasuk robohnya rumah yang tidak ada tanda2 ,telah ditetapkan Allah SWT dalam Lauhul Mahfuzh. Sesuai kewajiban menerima ketentuan Allah ini dengan lapang dada (ridha). Allah SWT berfirman, “Tiada salah satu bencana pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS al-Hadid [57]: 22)

“Kita pun wajib menerima taqdir Allah ini dengan rela, sesuai sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Tirmidzi, “Sesungguhnya besarnya pahala itu seiring dengan besarnya cobaan. Sesungguhnya Allah jika mencintai satu kaum, maka Allah memberi cobaan kepada mereka. Maka barangsiapa yang ridha (terhadap cobaan itu), maka dia mendapat ridha Allah. Barangsiapa yang murka, maka dia mendapat murka Allah,” tulis KH. M. Shiddiq Al-Jawi.

Baca Juga :  Kafilah Kecamatan Ciledug Raih Juara Umum Dalam MTQ Ke-21 Di Kota Tangerang

2.Sabar menghadapi musibah.

Sabar, menurut Imam Suyuthi dalam Tafsir al-Jalalain, adalah menahan diri terhadap apa-apa yang Anda benci (al-habsu li an-nafsi ‘alaa maa takrahu).

Sikap inilah yang wajib dimiliki saat seseorang menghadapi musibah. Selain itu, disunnahkan ketika terjadi musibah mengucapkan kalimat istirja’ (Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun ). Allah SWT berfirman, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” . (QS al-Baqarah [2] : 155-156) ( Redaksi TeNarNews)

Berita Terkait

Khutbah Jum’at Edisi 24 Januari 2025 “Sejarah Dan Tujuan Isra’ Mi’raj”
Rapat Pimpinan & Seminar Nasional Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI)
Masjid Jami’ Al-Ittihad Mengadakan Penggalangan Dana Solidaritas untuk GAZA, Palestina.
KAJIAN RUTIN: Kajian Tafsir Yasin karangan Syekh Hamami Zadah 
Peringati Maulid Nabi, IMSAK Jakarta Gelar Diskusi Santai.
Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H,Warga Himalo Diaspora Gelar Doa Bersama
PANJI GUMILANG NGAWUR ALIAS BODOH TIDAK NGERTI AJARAN ISLAM
PUNCAK HAJI WUKUF DI ARAFAH : MENEGUHKAN KEBERSAMAAN UMAT ISLAM
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Januari 2025 - 02:43 WIB

Khutbah Jum’at Edisi 24 Januari 2025 “Sejarah Dan Tujuan Isra’ Mi’raj”

Kamis, 21 Desember 2023 - 04:27 WIB

Rapat Pimpinan & Seminar Nasional Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI)

Minggu, 3 Desember 2023 - 04:33 WIB

Masjid Jami’ Al-Ittihad Mengadakan Penggalangan Dana Solidaritas untuk GAZA, Palestina.

Senin, 9 Oktober 2023 - 03:04 WIB

KAJIAN RUTIN: Kajian Tafsir Yasin karangan Syekh Hamami Zadah 

Jumat, 6 Oktober 2023 - 06:11 WIB

Peringati Maulid Nabi, IMSAK Jakarta Gelar Diskusi Santai.

Berita Terbaru