
Tidak ada orang yang benar-benar mengetahui bahwa seseorang yang sedang berpuasa kecuali dirinya sendiri dan Allah SWT
Karena puasa adalah pengekangan nafsu bukan dengan raga dan bukan pula dengan harta.
Ia adalah perjuangan melawan hal-hal yang Allah halalkan dari makan, minum dan hubungan suami istri.
Ia juga perjuangan menundukkan Indra badan, seperti mata, lisan, telinga, tangan dan kaki dari hal-hal yang membawa mudorot dan tak bermanfaat
Ia juga perjuangan mengelola hati untuk selalu dapat bersyukur, sabar, ikhlas, jujur dan kebaikan-kebaikan hati lainnya
Jika perjuangan puasa ini dapat dilaksanakan dengan baik, maka Allah tidak akan menyia-nyiakan amaliah ini. (3:171) Karena mereka yang telah berjuang akan diberikan 2 kegembiraan, yaitu satu saat berbuka puasa dan 2, saat bertemu dengan Allah, yaitu imbalan pahala yang akan didapatkan karena amaliah puasanya
Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan: kegembiraan tatkala berbuka, dan kegembiraan tatkala berjumpa dengan Rabb-nya” (Muttafaqun alaihi)
