By : MS. TJIK. NG…
(Dewan Redaksi Media Nasional Tenarnewstv9 JKT)

Jagat Islam menjadi gaduh, para Muslim dibuat emoh, marah dan protes keras jika mendengar ada orang yg membakar Al-Qur’anul karim. Dan reaksi spontan itu wajar dan pantas._
Tindakan melecehkan Agama Islam dilampias kan dengan cara bakar Qur’an jelas tidak bisa dimaafkan, tidak bisa ditolerir, karena sekali lagi itu aksi biadab, melukai hati umat Islam ._
Gegernya jagat Islam oleh ulah Ramsus Paludan bakar Qur’an, politisi ektrim kanan yg sangat anti Islam ini bukan membuatnya menjadi surut dan reda aksinya, justru kian gila kerap kali dalam sesumbarnya di berbagai media dia akan terus bakar Qur’an pada setiap hari Jumat sampai tujuan nya tercapai, yakni agar Turky mengizinkan dan menyetujui agar Swedia-Denmark masuk menjadi anggota NATO._
Aksi penista Qur’an ini sudah seringkali terjadi dengan beragam motif dan latar belakangnya._
Sebagai Muslim seujung rambut dibelah tujuh pun kita tak pernah gentar dengan aksi para penista Qur’an (Islam). Karena sejatinya Al-Qur’an yg termat mulia ini adalah Kalamullah sekaligus Allah SWT menjaga dan memeliharanya._
انا نحن نزلنا الذكر وانا له لحافظون.
“Sesungguhnya kamilah yg menurunkan azd-dzikra (Al-Qur’an) dan kami juga yang memeliharanya”
(QS. Al-Hijr ayat 9 )
Al-Qur’an terpelihara dari segala ancaman yang datang dari manusia , jin dan makhluk2 lainnya dalam segala bentuk, termasuk pemalsuan dan lain sebagainya._
Sebagai Muslim dimana pun di muka bumi ini pasti secara emosional tidak rela Qur’an diperlakukan secara tidak senonoh, keberpihakan pada Qur’an sebagai Imam dan kompas kehidupan manusia di dunia, kitab suci Agama Islam itu sudah barang tentu terpatri di dalam hati ._
Reaksi dan respon keras umat Islam di berbagai belahan dunia terhadap penistaan Al’Qur’an terkadang tidak berbanding lurus dengan sikap kita mendekati Al-Qur’an sebut saja, masih malas bacanya malas pula mentadabburi nya dan mengamalkan nya dalam praktek konkrit pada kehidupan kita sehari-hari baik secara personal maupun sosial._
Tak terperihkan pilu dan sedihnya hati jika kelak di penghujung zaman Al-Quran menguap menghilang (evaporate) dari muka bumi untuk selamanya._
Tulisan Al-Quran lenyap
Ada kisah ajaib, aneh tapi nyata,dilansir oleh media JawaPos.Com (25/6/17),
Warga Johor Malaysia digegerkan oleh fenomena aneh, pasalnya
Kitab Qur’an yang ada di 4 surah mendadak kosong halaman.
Misteri hilangnya 8 halaman Qur’an itu terjadi di kampung Parit, Batu Pahat Johor Malaysia._
Hal itu diketahui oleh pegawai penerbitan Majlis Agama Islam Johor (MAIJ) Abdul Latif Juffri (52) tahun menurutnya sejak tahun 1993 sudah beberapa kali melihat kejadian serupa (Ada beberapa kertas/ lembaran kosong putih tak ada ayat Qur’annya)._
Enam orang siswa Tahfidz (Penghafal Qur’an) telah pula membubuhkan tanda tangannya sebagai bukti bahwa Qur’an tersebut sering dibaca dan dikhatamkan pada bulan Ramadhan._
Peristiwa seperti itu menjadi tidak aneh lagi karena Rasulullah SAW
Telah berpesan jauh-jauh hari melalui Hadits-nya._
عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَدْرُسُ الْإِسْلَامُ كَمَا يَدْرُسُ وَشْيُ الثَّوْبِ، حَتَّى لَا يُدْرَى مَا صِيَامٌ، وَلَا صَلَاةٌ، وَلَا نُسُكٌ، وَلَا صَدَقَةٌ، وَلَيُسْرَى عَلَى كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ فِي لَيْلَةٍ، فَلَا يَبْقَى فِي الْأَرْضِ مِنْهُ آيَةٌ، وَتَبْقَى طَوَائِفُ مِنَ النَّاسِ الشَّيْخُ الْكَبِيرُ وَالْعَجُوزُ، يَقُولُونَ: أَدْرَكْنَا آبَاءَنَا عَلَى هَذِهِ الْكَلِمَةِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَنَحْنُ نَقُولُهَا» فَقَالَ لَهُ صِلَةُ: مَا تُغْنِي عَنْهُمْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَهُمْ لَا يَدْرُونَ مَا صَلَاةٌ، وَلَا صِيَامٌ، وَلَا نُسُكٌ، وَلَا صَدَقَةٌ! فَأَعْرَضَ عَنْهُ حُذَيْفَةُ، ثُمَّ رَدَّهَا عَلَيْهِ ثَلَاثًا، كُلَّ ذَلِكَ يُعْرِضُ عَنْهُ حُذَيْفَةُ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْهِ فِي الثَّالِثَةِ، فَقَالَ: “يَا صِلَةُ، تُنْجِيهِمْ مِنَ النَّارِ” ثَلَاثًا
Dari Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda: “(Ajaran) Islam akan hilang sebagaimana hiasan baju yang luntur. Sehingga tidak di ketahui apa itu puasa, apa itu shalat, apa itu ibadah haji dan apa itu sedekah. Dan Kitabullah (Al-Qur’an) akan dihilangkan di suatu malam hari, sehingga tidak tersisa di muka bumi satu ayat pun.
Tinggal beberapa kelompok manusia, kakek tua dan nenek tua, mereka berkata, ‘Kami menemui bapak-bapak kami di atas kalimat ‘Laa Ilaaha illa Allah’ (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah)’, maka kami pun mengucapkannya.”
Shilah berkata kepadanya (Hudzaifah), “Kalimat ‘Laa Ilaaha illa Allah’ tidak akan bermanfaat bagi mereka, karena mereka tidak tahu apa itu shalat, apa itu puasa, apa itu ibadah haji dan apa itu sedekah.”
Maka Hudzaifah berpaling darinya, namun Shilah mengulanginya perkataannya kepada Hudzaifah sampai tiga kali, dan Hudzaifah selalu berpaling.
Kemudian pada kali ketiganya Hudzaifah menghadap kepadanya dan berkata, “Wahai Shilah, kalimat (Laa Ilaaha illa Allah) itu akan menyelamatkan mereka dari Neraka.” Dia mengucapkannya sebanyak tiga kali. (HR. Ibnu Majah, no. 4049; Al-Hakim, no. 8460, 8636; Al-Baihaqi di dalam Syu’abul Iman, no. 1870. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Ash-Shahihah, no. 87).
Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits ini, antara lain:
1- Ajaran Islam akan hilang sedikit demi sedikit sebagaimana hiasan baju yang luntur. Sehingga akhirnya akan hilang semuanya.
2- Di akhir zaman Al-Qur’an akan dihilangkan di suatu malam hari, sehingga tidak tersisa di muka bumi satu ayat pun. Namun hal ini akan terjadi setelah agama Islam dimenangkan oleh Allah di seluruh muka bumi.
3- Keagungan kitab suci Al-Qur’an, sebab Allah akan selalu menjaganya sampai akhir zaman. Sehingga ketika manusia masih membacanya, mengimaninya, mengamalkannya, Hari Kiamat belum akan datang.
Namun ketika semua manusia meninggalkan Al-Qur’an, maka Allah akan menghilangkannya, sehingga yang tinggal hanya manusia kafir, seburuk-buruk manusia, dan Hari Kiamat akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba.
4- Keberadaan Al-Qur’an di antara kaum muslimin adalah sebab terjaganya agama Islam, maka sepantasnya untuk mempelajarinya dan mengamalkannya. Dan kesalahan besar sebagian orang yang beranggapan: bahwa terjaganya agama Islam adalah dengan Empat Madzhab, sehingga tanpa Al-Qur’an tidak masalah menurut mereka.
5- Kesesatan manusia yang meninggalkan ajaran Al-Qur’an. Baik orang-orang kafir, atau orang-orang Islam yang fanatik kepada golongan, partai, madzhab, organisasi, thoriqoh, guru, perasaan, atau pendapat akal, sehingga mereka meninggalkan Al-Qur’an. Karena mereka menjadikan seolah-olah Al-Qur’an sudah dihilangkan oleh Allah, padahal masih berada di tengah-tengah kita, namun tidak diikuti petunjuknya.
6- Di akhir zaman orang-orang Islam tidak mengetahui apa itu puasa, shalat, haji dan sedekah.
7- Di antara tanda-tanda Hari Kiamat, ilmu agama akan dihilangkan, yaitu dengan wafatnya para Ulama.
8- Inti pokok Islam adalah kalimat ‘Laa Ilaaha illa Allah’ (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), orang yang mengucapkannya dihukumi sebagai orang Islam. Kemudian dia dituntut untuk mengerjakan kewajiban dan meninggalkan larangan.
9- Jika orang-orang yang bertauhid masuk Neraka dengan sebab dosa-dosa mereka, maka tidak akan kekal di dalamnya.
10- Orang yang tidak mengetahui ilmu agama, karena tidak ada kemampuan, padahal jika dia tahu akan mentaati, maka kesalahannya dimaafkan.
Tiada hari yang paling indah, kecuali senantisa terpaut hati bersama Al-Qur’an yang mulia,_
Tiada bacaan yang agung dan selalu menarik kecuali Qur’an. Maka bacalah dan amalkan sebelum Qur’an pergi dari hatimu dari pikiranmu dan menghilang dari shuhuf-shuhuf lembaran kertas putih itu._
Mari kita berdoa bersama semoga Allah SWT mengijabah-Nya :
اللهم ارحمنا بالقراءن وجعله لنا اماما ونورا وهدا ورحمة
اللهم ذكرنا منه ما نسينا وعلمنا منه جهلنا وجعله لنا حجة يا رب العالمين .🤲🤲 Amiin
Wallahu A’lam Bisshawab
C030223
Tabik 🙏
