KELOR, BUNG NASRIN DAN PARAMAKARYA 2021

- Jurnalis

Jumat, 19 November 2021 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oleh : Lalu Gita Ariadi

Gara-gara ketemu Bung Nasrin – pengusaha teh kelor kidom ( CV. Tri Utami Jaya ), di Grand Sahid Hotel Jakarta kemaren ( 18/11/2021 ), kami ngobrol panjang tentang kelor ( moringa oliefera ).

Bukan sembarang ngobrol. Tapi kisah kelor yang mengantar Bung Nasrin mendapat PARAMAKARYA AWARD 2021dari Menteri Tenaga Kerja yang diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonedia – Prof KH. Ma’ruf Amin.

Obrolan menjadi menarik karena nimbrung Ibu dr. Ety Kumolowati, Staff Ahli Gubernur DIY bidang sosial kemasyarakatan. Kami orang jawa tidak makan kelor. Kelor itu digunakan untuk mandikan mayat. Kelor konon untuk lumpuhkan tuah kesaktian kata dr Ety sembari tersenyum.

Bung Nasrin spontan menimpali. Berarti kami lebih sakti bu. Dari kecil sampai setua ini saya tetap makan kelor. Kesaktian saya tidak luntur-luntur. Malah dengan makan dan minum teh kelor saya makin sakti. Bisa dapat PARAMAKARYA AWARD 2021. Kata Bung Nasrin sambil tersenyum penuh kesyukuran.

Kebetulan, dari seorang rekan yang bergelar Profesor di Malang sayapun pernah dapat cerita mistis kelor itu. Kelor jadi pembersih bagi mereka yg memiliki black magic. Saya lahir di Banyuwangi. Kenal dengan santet juga susuk untuk tampil memikat. Kelor biasanya dihindari untuk dimakan. Mungkin takut santet dan susuknya memudar.

Kelor ditanam dimuka rumah untuk tolak black magic. Kelor Digunakan memandikan mayat. Bila di badan jenazah ada susuk atau black magic lainnya akan keluar dari tubuh mayat. Karenanya orang jawa tidak makan daun kelor.

Orang jawa masih ada yang percaya. Tapi saya sendiri sekarang sering makan kelor untuk sayur dan biasa disiapkan di keluarga saya. kata mas Profesor itu.

Itulah kekayaan khasanah budaya nusantara. Tiap daerah/suku punya mitosnya sendiri. Di beberapa daerah/suku, termasuk orang sasaq lomboq ada yang percaya khasiat pohon bidara-buaq gol yang sama seperti daun kelor bagi orang jawa.
Pohon gol atau bidara ada yang meyakininya bisa mengusir makhluk halus. Peluntur ilmu. Sering digunakan untuk mandikan mayat. Saya juga menanam beberapa pohon. Tujuannya simple. Kalo ada yang cari tinggal diberikan.
Namun seiring berjalannya waktu, lambat laun mitos itu kian memudar.

Dari berbagai litetatur, kini kita paham betbagai kandungan nutrisi kelor melebihi kedelai misalnya. Digunakan untuk perempuan yang menyusui, namun tidak lancar air susunya.

Baca Juga :  Didin Maninggara Mataram

Kelor mengandung vitamin B6, vitamin B2, vitamin C, vitamin A, zat besi, dan magnesium. Daun kelor juga mengandung protein nabati. Satu mangkuk daun kelor (sekitar 21 gram) mengandung protein 2 gram. Berbagai riset tentang khasiat daun kelor kini terus berkembang.

Sebagai bahan makanan dan minuman, daun kelor berkhasiat bagus. Pasaran kelor dijawa kini cukup bagus kata Mbak Yetty seorang teman di Surabaya yang mengaku sebagai agen yang ikut memasarkan produk Moringa Lombok di Jawa Timur. Omzetnya lumayan juga untuk ukuran UMKM. Tapi sekarang ada UMKM di Jogja sebagai pesaing kelor Lombok.

Kelor kini jadi primadona. Apakah itu yang membuat Bung Nasrin tertarik berbisnis teh kelor Kidom dari awal ?

Ternyata tidak. Bisnis ini hanya kecelakaan saja katanya. Memang sejak tahun 1993 – 2016, Bung Nasrin usahanya membuat jamu. Ini tentu tak lepas dari perjalanan hidupnya yang setamat SMP ( usia 16 tahun ), Nasrin kecil sudah merantau ke Makassar. Bekerja sebagai cleaning service disebuah perusahaan jamu.
Tahun 2016, usaha jamunya mengalami kendala.

Januari 2016, Bung Nasrin bertemu mitra/buyer dari Jerman. Sanggup beli daun kelor kering setiap bulan 1 ton. Karena sudah miliki alat procesing jamu, Bung Nasrin menawarkan daun kelor untuk digiling menjadi bubuk. Si Buyer setuju. Bulan Maret 2016
perjanjian disepakati. Namun ketika akan pengiriman ke Jerman, si buyer hilang kontak. Kecewa dan pusing tujuh keliling itu pasti. Tapi saya tidak mau putus asa. Saya berpikir dan mencoba lagi, cerita bung Nasrin.

Juni 2016 Bung Nasrin mudik lebaran ke kilo Dompu ( Kidom ). Ternyata disana sudah banyak kelor kering dimasyarakat. Muncul ide memproduksi Teh daun kelor.

Perjuangan usaha kelor ini tidaklah mudah. Cibiran, pesimisme dan larangan bertubi-tubi. Bisnis kelor dipandang sebelah mata dan tidak marketable. Dari 10 teman yang saya tanya, 8 orang diantaranya tidak mendukung. Buang-buang uang dan waktu saja katanya.

Bung Nasrin – rupanya tidak mau menyerah. Prinsip hidupnya yang harus FOKUS, KREATIF, INOVATIF dan jadilah MASTER mengharuskannya untuk terus maju.

Dalam kondisi terpuruk, terlebih tibanya era covid 19, tak menyurutkan tekadnya untuk maju. Sisa dana yang dimiliki pengusaha kelahiran dompu tahun 1972 ini ingin investasi beli mesin untuk bisnis kelornya. Tentangan makin keras. Ibaratnya, dari 10 teman yang saya tanya, 15 orang menentang. Semua teman tidak mendukung dan menolak, tapi saya terus lanjutkan ikhtiar.

Baca Juga :  PEKERJA DI KEBUN KELAPA BENGKULU TEWAS SEKETIKA DI SETRUM LISTRIK

Saya yakin Allah SWT pasti punya rencana yang terbaik. Tak diduga tak dinyana, di era covid 19 yang sangat sulit itu saya justru mendapat limpahan rakhmat yang luar biasa, kata Bung Nasrin.

Kebijakan Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur NTB, untuk memasukkan produk dan komoditi lokal sebagai isi paket JPS Gemilang benar-benar membantu kami para UMKM survive. Teh kelor, minyak kelapa, minyak kayuputih/minyak atsiri, jajan kering, Teri, ikan asin, ikan kering, telur, beras, garam, sabun cuci tangan yang merupak produk UMKM lokal memang menjadi isi paket JPS Gemilang I, II, III maupun JPS Gotong Royong. Tak satupun barang pabrikan dibeli untuk isi paket JPS Gemilang meski harganya mungkin lebih murah, kualitas dan kemasannya lebih bagus.

Kita harus serap produk UMKM lokal agar mereka survive. Meski harganya sedikit lebih mahal, kualitas nya lebih rendah tapi itulah affirmative policy dan learning cost proses industrialisasi. Suatu saat kita bisa hasilkan produk yang berkualitas dan harga yang bersaing, kata Gubernur NTB – Dr. H. Zulkiefliman
syah SE MSc. yang basis ilmunya memang Ekonomi Industri.

Dengan wajah yang serius, Bung Nasrin berterima kasih kepada pemprop NTB yang telah menyerap produknya di masa pandemi covid 19. Kebijakan itu membuat kami survive dan bisa meninglatkan omzet meski dalam situasi sulit akibat pandemi covid 19.

Kemampuan bertahan dan meningkatkan produktivitas 3 tahun berturut-turut termasuk 2 tahun di era pandemi covid 19 ini, berbuah manis dengan diraihnya PARAMA AWARD 2021 ini.

Selain Bung Nasrin, Gubernur NTB juga meraih Penghargaan serupa. Pemprop NTB berada pada posisi 15 dari 24 provinsi penerima PARAMAKARYA 2021.

Terpilihnya pemprop NTB tidak lepas dari peran Pemprop yang hadir memfasilitasi, mendorong dan membina UMKM melalui program industrialisasi. Program industrialisasi melahirkan banyak UMKM baru di mana produk-produknya bisa bersaing di tingkat provinsi, nasional bahkan export.

PARAMAKARYA AWARD 2021 adalah kado manis jelang 63 tahun usia NTB tanggal 17 Desember 2021 mendatang. Dirgahayu NTB.

Berita Terkait

Bola panas,” Gugatan PTUN perkara no.3/G,/2026/PTUN.bdg Tanpa dihadiri kuasa hukum ?
Harfina Kartini Indonesia dari Timur Inspirasi Wanita Indonesia Masa Kini
Terpanggil Bangun Jembatan Pers dan Polri, Alya Cahya Dorong
DPP GMPRI Dukung Bupati Tangerang Tertibkan dan Tarik Seluruh Mobil Siaga yang Dikelola KPM Tak Berbadan Hukum Jelas
Sidang Gugatan Pelaksanaan Putusan PK PSHT Berlanjut, Isyarat Dialog dan Nyawiji Bermartabat menguat
Wisuda dan Pelepasan SMK SMP YPUI di Gedung Green Village berjalan sukses
Diskusi Forum Kebangsaan; Pertambangan Harus Dikelola Anak Bangsa
Sekjen PASPROBO: *”Dukung Ketegasan Presiden Prabowo”*
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:58 WIB

Bola panas,” Gugatan PTUN perkara no.3/G,/2026/PTUN.bdg Tanpa dihadiri kuasa hukum ?

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:23 WIB

Harfina Kartini Indonesia dari Timur Inspirasi Wanita Indonesia Masa Kini

Senin, 8 Juni 2026 - 22:42 WIB

Terpanggil Bangun Jembatan Pers dan Polri, Alya Cahya Dorong

Senin, 8 Juni 2026 - 21:40 WIB

DPP GMPRI Dukung Bupati Tangerang Tertibkan dan Tarik Seluruh Mobil Siaga yang Dikelola KPM Tak Berbadan Hukum Jelas

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:53 WIB

Sidang Gugatan Pelaksanaan Putusan PK PSHT Berlanjut, Isyarat Dialog dan Nyawiji Bermartabat menguat

Berita Terbaru

Tenar News

Terpanggil Bangun Jembatan Pers dan Polri, Alya Cahya Dorong

Senin, 8 Jun 2026 - 22:42 WIB