SATGAS BENTUKAN GUBERNUR NTB TUMPUL

- Jurnalis

Selasa, 18 Januari 2022 - 03:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, TenarNews TV9


Satuan Tugas (Satgas) bentukan Gubernur NTB, yang di ketuai Kepala Kesbangpoldagri Lalu Abdul Wahid SH,MH ternyata tidak mulus alias tak bertaji /tidak Normal,Mandul, Demikian diungkapkan Juru Bicara Pejuang Lahan Mandalika, M. Samsul Qomar kepada sejumlah wartawan, Senin, 17 Januari 2022.

Kenapa pihaknya mengatakan demikian? Pasalnya, menurut Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Lombok Tengah itu, setelah ITDC dan BPN tak mampu menghadirkan data, kok tiba tiba Satgas bentukan Gubernur hilang bagaikan ditelan bumi.

“Satgas ini kok tiba tiba berhenti setelah tidak bisa menghadirkan data dari ITDC dan BPN, atau jangan jangan satgas bentukan Gubernur NTB ini, di bawah ketiak ITDC dan BPN,” tukasnya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Lantik Keanggotaan Komisi Percepatan Reformasi Polri

Semestinya, kata MSQ, sapaan akrabnya, Satgas segera menyusun ulang jadwal mediasi antara ITDC dengan warga pemilik, namun yang terjadi jadwal seolah buntu dan hilang kabar beritanya.

Pihaknya selaku pejuang lahan, kecewa dengan tidak dianggapnya satgas penyelesaian sengketa lahan ini oleh pihak pengembang malah terkesan tidak bisa berbuat apa apa.

“Kalau saya gubernur ya saya malu sama rakyat saya karena satgas yang saya bentuk tidak dianggap punya wewenang sama pengembang, aduh parah malu maluin saja ini,” seloroh mantan jurnalis ini.

Dikatakannya, waktu penyelenggaraan gelaran MottoGP tersisa beberapa minggu lagi, yang dipertontonkan ITDC dengan menggusur beberapa lahan yang sudah dibebaskan adalah politik belah bambu mereka agar terlihat soal lahan sudah selesai.

Baca Juga :  Keluarga Hj. Ida Farida Gelar Syukuran Kemenangan Supian Suri di Malam Tahun Baru 2025

Meski begitu, lanjut MSQ, warga pemilik tetap akan menuntut haknya dengan cara cara yang terhormat dan beradab, mereka akan tetap berjuang dengan sekuat hati dan tenaganya.

“Ini saya pikir soal hak yang harus mereka dapatkan bukan mereka bertahan yang bukan milik mereka, jika ITDC merasa sudah sah memiliki tinggal mereka datang membawa data ke satgas dan kita uji data itu dengan melibatkan BPN atau pihak lain yang terlibat pada saat pembebasan dulu,” pungkasnya. ( Tiem Tenarnews tv9)DM

Berita Terkait

Pakai UHC Ditargetkan Aktif Lagi Januari 2027.
DPRD Depok Apresiasi APBD 2027, UHC Ditargetkan Januari 2027
Kasus tanah blok bra’an 9,3 haktare kembali disoal, Hakim Sidang PS di lokasi
Merawat Panca Jiwa Pondok Al-Amien, Alumni Genoestica Meneguhkan Ukhuwah agar Tak Menjadi Santri yang Kehilangan Akar.
Kampanye Akbar Mamiq Andi Nomor 1 Membludak, Ribuan Warga Desa Sintung Padati Jalan – Desa Sintung, Pringgarata, Loteng”_
PLN EG PUNAGAYA SIAP DITUNTASKAN
Supian Suri Kobarkan Semangat Atlet Depok di Porprov 2026, Fokus Raih Emas
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:03 WIB

Pakai UHC Ditargetkan Aktif Lagi Januari 2027.

Rabu, 4 November 2026 - 12:27 WIB

DPRD Depok Apresiasi APBD 2027, UHC Ditargetkan Januari 2027

Rabu, 4 November 2026 - 12:24 WIB

Senin, 2 November 2026 - 15:51 WIB

Kasus tanah blok bra’an 9,3 haktare kembali disoal, Hakim Sidang PS di lokasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Merawat Panca Jiwa Pondok Al-Amien, Alumni Genoestica Meneguhkan Ukhuwah agar Tak Menjadi Santri yang Kehilangan Akar.

Berita Terbaru

Tenar News

Pakai UHC Ditargetkan Aktif Lagi Januari 2027.

Rabu, 4 Nov 2026 - 15:03 WIB

Tenar News

DPRD Depok Apresiasi APBD 2027, UHC Ditargetkan Januari 2027

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:27 WIB

Tenar News

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:24 WIB