Pisangan, TeNar News, media Siber Indonesia,- Peringatan Isro’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw di Masjid Al Ittihat Pisangan dihadiri jamaah Majlis taklim disekitar di Awali pembacaan Doa’,zikir ,Tahlil dan tahmid yang dipimpin oleh KH Imam Abda SQ, sekaligus doa’ menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H dan Pembacaan Ayat Suci Al Qur’an oleh Qori,Hs Tausyiah Acara di selingi Hodroh dari Ibu- ibu Majelis taklim Al Ittihad serta Bazar murah Pakian layak pakai ……..Isro’ Mi’raj
Tujuan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw.
Mengapa umat Islam perlu memperingati Isra Miraj setiap tahun? Tujuan utamanya adalah sebagai sarana edukasi sejarah dan revitalisasi semangat beribadah di tengah kesibukan duniawi.
Peringatan ini bertujuan untuk menanamkan kembali kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan menceritakan ulang kisah perjalanan ini, generasi muda dapat mengenal perjuangan Rasulullah dan meneladani ketabahan beliau dalam berdakwah.
Selain itu, peringatan ini berfungsi sebagai media dakwah untuk mengingatkan kembali tentang kewajiban salat lima waktu. Seringkali rutinitas harian membuat kualitas ibadah menurun, sehingga momen Rajab ini menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah.
Di Indonesia, tujuan peringatan ini juga melebar ke aspek sosial. Acara pengajian atau perayaan tradisi lokal saat Isra Miraj menjadi ajang silaturahmi yang mempererat persaudaraan antarwarga, menciptakan kerukunan yang harmonis dalam masyarakat.
Hikmah yang Dapat Dipetik dari Isra Miraj
Peristiwa Isra Miraj memberikan banyak pelajaran berharga yang sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari manusia modern. Hikmah ini mencakup aspek cara berpikir, bersikap, hingga beribadah.
Disiplin dan Manajemen Waktu
Perintah salat lima waktu mengajarkan kita untuk disiplin. Dengan adanya jadwal salat yang pasti, seorang Muslim dilatih untuk membagi waktunya dengan baik antara urusan dunia dan akhirat, sehingga hidup menjadi lebih teratur dan produktif.
Pentingnya Menjaga Kebersihan Hati
Sebelum melakukan perjalanan, hati Nabi Muhammad SAW disucikan terlebih dahulu dengan air Zamzam. Ini mengajarkan kita bahwa untuk meraih kesuksesan atau kedekatan dengan Tuhan, seseorang harus membersihkan dirinya dari sifat-sifat tercela seperti iri, dengki, dan sombong.
Keseimbangan Logika dan Iman
Peristiwa ini mengajarkan bahwa tidak semua hal di dunia ini bisa diukur dengan logika matematika atau sains semata. Ada wilayah keimanan yang harus diyakini dengan hati. Ini melatih kita untuk tetap rendah hati dan menyadari keterbatasan akal manusia di hadapan kekuasaan Allah.( Dkm )



