BWI-Dorong Pesantren Perkuat Wakaf Peoduktif

- Jurnalis

Minggu, 27 Oktober 2024 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

­

Jakarta,Tenarnews,-Tingkat literasi wakaf di Indonesia masih rendah, yaitu 50,48 berdasarkan skor indeks literasi wakaf yang dirilis oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Kementerian Agama pada tahun 2020.

Angka ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap wakaf perlu diperkuat dengan melakukan Literasi, edukasi, sosialisasi (LES) dengan jaringan IT dan flat form digital sehingga wakaf dapat menjadi ekosistem pengembangan ekonomi keuangan syariah di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam silaturrahmi dan kunjungan kerja ke GCNI (27/10/24)

Baca Juga :  Diskominfo jalankan Program Sanjung Ke Universitas Raharja

Lebih lanjut Ketua Dewas Pengawas (Dewas) buya Amirsyah Tambunan mengatakan bahwa rendahnya LES merupkan salah satu penyebab lamban pertumbuan wakaf di Indonesia. Padahal potensi wakaf uang di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 180 triliun per tahun. Hingga saat ini masih berada diangkat 2,3 Trilitun, realisasinya baru mencapai setengah persen.

Untuk meningkatkan literasi wakaf, seluruh pegiat perwakafan di Indonesia perlu memberikan perhatian khusus pada penguatan program LES di Indonesia umumnya dan GCNI khususnya pungkasnya.

Baca Juga :  HUT PGRI, HGN ke-77 dan HUT KORPRI ke-51, Bupati Empat Lawang Peduli Pendidikan dan Masyarakat Bawah

Untuk itu mendorong Yayasan Global Cahayanya Nubuwwah Insani (GCNI) agar bertekad memperkuat pembiayaan syariah melalui wakaf untuk mengembangkan ekosistem ada lembaga pendidikan Islamic Entrepreneur Boarding School (IEBS) di Pondok Pesantren GCNI Darangdan, Purwakarta. Hadir Durektur H.AA Hubur,Lc, MA, MM, Ph.D juga Pendiri dan Pengurus Yayasan GCNI – Islamic entrepreneur Boarding School (IEBS) Hj. Enny Tin Suryanti, SE beserta jajarannya.( Red )

Berita Terkait

Warga Desa Warujaya sambut baik Sensus Ekonomi 2026
Investasi di Balik Sepiring Makanan: Mengapa Santri Juga Membutuhkan Program Makan Bergizi
Muharam 1448 H, Meneguhkan Semangat Hijrah untuk Bangun Peradaban
Pelatihan Pembuatan Website Portofolio untuk Meningkatkan Daya Saing Siswa SMK Techno Media*
Dinamika Politik Kian Sentral, Ketum SMSI Pusat Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi
Menakar Program Makan Bergizi Gratis: Jembatan Nutrisi Menuju Indonesia Emas 2045.* Oleh: Sukarya Putra /Sekjen PASPROBO
Tanpa memungut,” Pelepasan angkatan ke 32 SDN SukmaJaya 5 tampil memukau
Berita ini 293 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:24 WIB

Warga Desa Warujaya sambut baik Sensus Ekonomi 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 23:56 WIB

Senin, 15 Juni 2026 - 22:10 WIB

Investasi di Balik Sepiring Makanan: Mengapa Santri Juga Membutuhkan Program Makan Bergizi

Senin, 15 Juni 2026 - 20:00 WIB

Muharam 1448 H, Meneguhkan Semangat Hijrah untuk Bangun Peradaban

Senin, 15 Juni 2026 - 15:03 WIB

Pelatihan Pembuatan Website Portofolio untuk Meningkatkan Daya Saing Siswa SMK Techno Media*

Berita Terbaru

Tenar News

Warga Desa Warujaya sambut baik Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:24 WIB

Tenar News

Senin, 15 Jun 2026 - 23:56 WIB