KORUPSI TAMBANG TIMAH DI BANGKA BELITUNG

- Jurnalis

Jumat, 19 April 2024 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Firum Kebangsaan

Jakarta, Tenarnews tv9, – Terhadap korupsi tambang timah di Bangka Belitung yang merugikan negara 271 T ditengah kondisi perekonomian bangsa yang terpuruk. Rakyat berebut sembako akibat kekurangan bahan pangan. Dalam kondisi keprihatinan yang mendalam dengan  kurang pangan, bencana alam ; longsor, banjir, gempa bumi. Warga mengungsi di tenda-tenda darurat. Terjadi kabar yang sangat menyentak hati rakyat, kasus korupsi uang negara. Rakyat semakin geram, beragam usulan mengemuka; tembak mati, di bung ke laut sebagai umpan ikan atas mereka penghianat merah putih yang telah membuat bangsa rakyat menderita. Agar para pelaku korupsi memiliki efek jera di kemudian hari dan tidak berulang terus menerus.

Negri Pancasila ini tidak boleh kalah dengan para penjahat negara, yang telah merampok, merobek robek jahitan merah putih. Hukum harus tegak lurus agar semua yang terlibat dalam gerakan maling berjamaah ini harus dibasmi habis sampai ke akar-akarnya. Tindakan koruptor ini sudah dapat dikatagorikan tindakan teroris yang ingin merusak tatanan kehidupan berbangsa bernegara yang damai berdasarkan Pancasila.

Dari setiap masa ke masa pergantian presiden ke presiden  masalah korupsi di negri ini tidak pernah habis. hampir mirip dengan jalur Gaza yang selalu bergejolak dari masa ke masa.  Tindakan korupsi di negri Pancasila ini sudah terlalu akut. Ini sangat menodai Pancasila sebagai falsafah negara berketuhanan. Ajaran Pancasila sebagai landasan akhlaq bernegara sudah dikotori oleh segelintir manusia teroris yang wajib dibasmi habis dari bumi Pancasila. 

Baca Juga :  Ada Dugaan Persekongkolan Jahat ULP Kutai Kartanegara Lelang Proyek Dengan Pihak Pemenang

Menegakkan aturan hukum dan ajaran Pancasila untuk senantiasa menjaga kehidupan di bumi Nusantara merah putih,  taat azaz patuh dengan aturan penegakan hukum terhadap pelaku teroris koruptor harus segera dilakukan di depan warga bangsa. Hanya dengan tegas menindak teroris koruptor ini merah putih akan tegak berdiri sebagai negara berdaulat. Jika tidak dapat menghabiskan pelaku korupsi maka boleh jadi negara ini akan bangkrut. Tidak mampu bayar hutang, apalagi mensejahterakan warganya sendiri sebagimana tujuan bangsa ini merdeka. 

Kekuatan Negri  merah putih sangatlah banyak.  Dengan anugrah alam hasil bumi dan laut yang tidak pernah bisa habis jika digunakan dengan baik dan benar.  Mengelola semua hasil alam baik pertanian, pertambangan dan hasil laut perikanan dengan benar. Rakyat Indonesia dari sejak  dulu semestinya sudah dapat merasakan makna kemerdekaan dengan pemerataan hasil pembangunan dan pendapatan UMR yang setara dengan negara maju. 

Akibat belum mampu menghabisi teroris korupsi negara besar merah putih ini, terus terperosok menjadi negara miskin di tengah kekayaan alam, laut dan hutan yang melimpah. Apa yang menjadi pesan Bung Karno, aku tidak pernah takut dengan penjajah dari bangsa manapun yang aku takutkan adalah penjajah dari bangsamu sendiri.  Inilah yang terjadi di negri merah putih, para aktor tokoh koruptor sering belum dapat ditumpas habis.  Politik sejatinya hadir membela kepentingan merah putih, di negri ini cendrung lebih membela kelompok dan dan partainya daripada membela kemaslahatan orang banyak negara bangsa.

Baca Juga :  Seorang Calo Calon Haji 2023 depag Jakbar H Sulaiman SH MH di pecat Secara tidak hormat Dilapor ke Polisi

Banyak pemimpin di republik ini sudah tersandera, sehingga orang baik bersih akan sulit diterima dikalangan mereka. Politik hanya sarana untuk saling menjaga kepentingan mereka untuk terus menyuburkan pelaku teroris koruptor. Bangsa ini butuh pemimpin kuat yang dapat ambil alih dan menghukum mereka para petinggi yang korup yang tidak sesuai dengan jabatan yang melekat sebagai figur. Semua bersembunyi dibalik jubah organisasi dan politik.  Hanya dengan menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Bangsa besar dan cita cita leluhur memerdekakan bangsa ini tercapai.

Bangsa yang pejabatnya sering didera kasus korupsi suka  menipu warga sendiri, memperkaya diri dan kelompoknya sehingga jabatan dan kekuasaan direbut dengan segala cara untuk dapat mengelabui bangsa sendiri. Padahal fungsi utama jabatan adalah pengabdian untuk menjadi pelayan rakyat menghadirkan kesejahteraan warga bangsa.

Berita Terkait

Mengunakan Medsos Tetap Menjaga Etika Publik
Pemkab Bogor Relokasi Ratusan PKL pasar Parung
Halal Bihalal UMKM Kelurahan Paninggilan Utara” UMKM Semakin Solid”
Puluhan Tokoh Sepakat Lanjutkan Gagasan Try Sutrisno, Kembali ke UUD 1945 dan Haluan Negara*
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa
Dewan td Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
Dari Jakarta ke Dunia: Mengapa UU Penistaan Agama Indonesia Tertinggal dari Standar
Korban Banjir,” Warga RT 7/8 terima rembako dari Kades Warujaya
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 21:34 WIB

Mengunakan Medsos Tetap Menjaga Etika Publik

Sabtu, 18 April 2026 - 17:32 WIB

Pemkab Bogor Relokasi Ratusan PKL pasar Parung

Kamis, 16 April 2026 - 18:30 WIB

Halal Bihalal UMKM Kelurahan Paninggilan Utara” UMKM Semakin Solid”

Kamis, 16 April 2026 - 14:17 WIB

Puluhan Tokoh Sepakat Lanjutkan Gagasan Try Sutrisno, Kembali ke UUD 1945 dan Haluan Negara*

Kamis, 16 April 2026 - 14:07 WIB

Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa

Berita Terbaru

Tenar News

Mengunakan Medsos Tetap Menjaga Etika Publik

Senin, 20 Apr 2026 - 21:34 WIB

Tenar News

Pemkab Bogor Relokasi Ratusan PKL pasar Parung

Sabtu, 18 Apr 2026 - 17:32 WIB