Membaca Pesan Moral Diskusi Kebangsaan FWK: Mengenang Rasa Aman di Era Soeharto

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

­

 

Oleh:
Didin Maninggara,
Forum Wartawan Kebangsaan
_____

Tulisan ini terinspirasi dari Diskusi Kebangsaan Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) di Jakarta, Rabu, 17 Juni kemarin. Saya sebagai salah satu peserta diskusi berhalangan hadir karena flu berat sepulang dari Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat.

Diskusi Kebangsaan yang rutin digelar FWK setiap hari Rabu, pada diskusi kemarin menyoroti melonjaknya angka kriminalitas jalanan, melemahnya daya beli masyarakat dan kesulitan memperoleh pekerjaan akhir-akhir ini.

Koordinator FWK, Raja Parlindungan Pane yang membuka diskusi, mengatakan, Kapolri Listyo Sigit Prabowo perlu menyikapi tren melonjaknya kriminalitas akhir-akhir ini, dengan mengembalikan rasa aman masyarakat.

FWK mencatat, tingginya angka kriminalitas ini, tak hanya terjadi di Jakarta dan sekitarnya (Botabek), tapi juga di sejumlah daerah lainnya.

Diskusi ini dihadiri mantan Wakil Ketua Dewan Pers periode 2019-2022, Hendry Ch Bangun, sejumlah pemimpin redaksi media massa dan tokoh-tokoh senior FWK seperti AR Loebis dan Mohammad Nasir.

Peserta diskusi mengkritisi fenomena tingginya angka kriminalitas jalanan ini, tak terlepas dari kondisi sulitnya ekonomi masyarakat, terutama kelas menengah bawah. (Berita diskusi telah ditayang sejumlah media pada Kamis ini, termasuk media saya GARANEWS.ID (Garda Suara Rakyat).

Beberapa hari lagi, persisnya tanggal 1 Juli mendatang, akan diperingati HUT Bhayangkara ke-80. Ini momen penting menandai delapan dekade Polri untuk masyarakat.

“Sebagai institusi profesional, modern, Polri harus menunjukkan bahwa polisi bisa diandalkan dan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, memberi rasa aman,” tambah Raja Pane.

Baca Juga :  Ketua Yayasan Sekolah Bergensi Di Bogor melakukan Penipuan & Asusila Tenarnews- Bogor- B R melalui CV. Sofia Konveksi selaku Vendor menyetujui kerjasama pengadaan seragam untuk yayasan Bogor Center School ( Borcess ) berlokasi Jln.Salabemda raya Parakan Jaya Kec. Kemang yayasan pendidikan milik Mujtahidin. Di dalamnya berdiri lembaga pendidikan SD, SMP, SMK, Kerjasama ini berawal sekitar tahun 2015 bersama M selaku ketua yayasan. Barang seragam Borcess mulai di produksi dalam jumlah besar 1000 stel ke atas. Memasuki tahun 2016, seragam yang masuk dengan jumlah yang besar, dalam realisasi pembayaran sering tertunda. Sehingga pihak vendor terus dirugikan karena harus membayar bunga pinjaman ke pemberi pinjaman. Karena, sering telat bayar oleh pihak Muztahidin. Memasuki tahun 2017 akibat pembayaran M... yang Morat marit, kondisi keuangan vendor semakin melemah. Atas kesanggupan yayasan dari lisan M... B R memberanikan menyediakan asetnya sendiri ke bank BRI Syariah Kebon Jeruk untuk tambahan suntikan modal guna terus memproduksi seragam yayasan pendidikan milik M.. Dari sinilah awal petaka dimulai hingga tahun 2024 perjanjian kerjasama yang saling menguntungkan tidak terjadi. Pihak CV Sofia Konveksi gulung tikar dibuat M.. karena pembayaran yang amburadul. Sementara bank terus menagih, aset pihak vendor pun melayang. Saat ini pihak CV. Sofia Konveksi menuntut agar aset dapat dikembalikan. Yang lebih mengerikan menurut penuturan lansung B R, CV. Sofia Konveksi selaku pihak Vendor setiap menagih pembayaran saudara inisial M melakukan tindakan keji menyekapnya dan memaksa melayani nafsu bejatnya di ruangan kantor kerjanya sendiri. Ketua yayasan pendidikan yang di dalamnya terdapat ribuan anak bangsa menimba ilmu akan sangat berbahaya melihat kekejaman ketua yayasannya berani dengan sadar melakukan pelecehan terhadap seorang perempuan yang telah banyak membantu atas kemudahan yayasannya mendapatkan seragam sekolah. Perempuan yang tidak berdaya dimanfaatkan sebagai budak nafsu jahatnya. M Al Ayyubi begitulah dikenal banyak orang sebagai pemilik yayasan juga menurut penuturan beberapa sumber yang siap bersaksi telah banyak melakukan pelecehan seksual terhadap anak muridnya. Mereka yang telah dijadikan budak nafsunya enggan melapor karena sebagian diancam dan sebagian sudah dapat dibungkam dengan kekuatan uang sogokan. Saat ini B R bersama pengacara nya telah menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan atas perkara yang menimpanya agar M... mau melunasi dan bertanggung jawab mengembalikan aset yang sudah dijaminkan ke bank BRI. Pihak kami sudah semua dipanggil oleh penyidik dan dimintai keterangan tinggal pihak M.. Sudah puluhan tahun saya mencari keadilan agar semua kerugian dan aset saya saudara M.. tanggung jawab. Saya percaya Presiden Indonesia sangat mencintai rakyatnya masih melindungi warganya yang dizolimi". Tutur nya pada media.

Dalam kondisi sulit seperti saat ini, polisi perlu memperkuat pelaksanaan razia dan patroli untuk menjaga Kamtibnas,” ujar Rachmat, Pemred Mitrapol.com.

Soal merosotnya Kamtibmas, diperkuat oleh AR. Loebis, wartawan senior Kantor Berita Antara, yang setia hadir pada setiap diskusi bersama Hendry Ch Bangun.

Ada pesimistis AR Loebis, jika keresahan di akar rumput dan tuntutan mahasiswa tidak segera dijawab pemerintah dikhawatirkan akan terjadi “ledakan” sosial politik yang tidak kita inginkan. Lagi-lagi mendapat penguatan dari Hendry Ch Bangun yang mencatat, gerakan anti pemerintah menguat belakangan ini ditandai demo mahasiswa, keresahan masyarakat terkait makin banyaknya pengangguran, lemahya daya beli hingga Presiden Prabowo sering dijadikan bahan “olok-olok” di media sosial.

Namun, FWK pun optimistis, sebab kata Hendry, Pemerintahan Prabowo Subianto bisa menjawab tantangan berat ekonomi dengan baik.

FWK memberi solusi, langkah pertama dan utama, pemerintah harus memperbaiki kredibilitasnya, dalam mengelola perekonomian nasional. Disiplin dalam menjalankan kebijakan fiskal, termasuk memperbaiki tata kelola program unggulannya, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.

+++

Tema diskusi ini membawa inspirasi saya pada era Soeharto berkuasa, dan ketika terjadi pergantian rezim pasca lengsernya Presiden ke 2 republik ini.

Pergantian rezim, dari Orde Baru kepada rezim Orde Reformasi yang telah enam kali berganti presiden, ternyata keadaan semakin buruk. Tidak lebih baik, apalagi berkemajuan.

Sejak reformasi, Indonesia memiliki lebih banyak kebebasan yang dianggap sebagai representasi demokrasi. Tetapi, fakta menunjukkan, di tengah kebebasan itu, keamanan merosot. Stabilitas politik corat-marut. Gaduh. Bahkan, ada pejabat (menteri) jadi pangkal petaka dan berurusan dengan hukum.

Baca Juga :  KOUTA HAJI 2023 SEBANYAK 221 RIBU TIDAK ADA PEMBATASAN USIA

Salah satu yang terlihat telanjang adalah meningkatnya kriminalitas. Ada Kelompok-kelompok yang main hakim sendiri. Seperti, mengancam atau menyerang kelompok lain yang berbeda dengan mereka.

Terlihat pula gejala kian terganggunya keamanan individu dengan aneka modus operandi pelakunya. Begal merajalela. Tindak kriminalitas lain pun bertambah. Aparat keamanan kelihatannya tidak begitu efektif dalam menegakkan keamanan.

Dimana keamanan? Dimana aparat penegak hukum? Hukum bisa dibeli. Tumpul ke atas, tajam ke bawah. Elit politik saling “baku hantam.” Antar menteri saling curiga.

Memandang berbagai hal tersebut, maka sangat masuk akal, rakyat negeri ini merindukan sosok pemimpin sekelas Pak Harto. Sikapnya dalam menciptakan stabilitas keamanan yang memungkinkan bagi individu dan masyarakat ataupun kelompok untuk hidup dengan aman, telah teruji dan terbukti.

Pak Harto, Bapak Pembangunan yang menjangkau semua aspek kehidupan. Dalam aspek keamanan, ia mengacu kepada prinsip tentang keutamaan kehidupan. Intinya adalah pengakuan terhadap setiap individu dan masyarakat memiliki kepentingan dan hak untuk keamanan. Termasuk hak untuk bebas dari kekerasan ataupun penganiayaan.

Prinsip keutamaan kehidupan yang begitu utama dan pertama di era Pak Harto adalah menegakkan keamanan warga negara. Ia menganggap, keamanan lebih fundamental daripada hak lain, seperti hak-hak politik dan sosial ekonomi.***

+Bogor, 18 Juni 2026

Berita Terkait

RANCANG BANGUN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GAME KUIS PADA BIMBINGAN BELAJAR DI LABIBA NS
Membongkar Realitas Makan Bergizi Gratis: Mesin Penggerak Baru atau Beban Fiskal Berkedok Gimmick Mikroekonomi?*
Warga Desa Warujaya sambut baik Sensus Ekonomi 2026
Investasi di Balik Sepiring Makanan: Mengapa Santri Juga Membutuhkan Program Makan Bergizi
Muharam 1448 H, Meneguhkan Semangat Hijrah untuk Bangun Peradaban
Pelatihan Pembuatan Website Portofolio untuk Meningkatkan Daya Saing Siswa SMK Techno Media*
Dinamika Politik Kian Sentral, Ketum SMSI Pusat Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:37 WIB

Membaca Pesan Moral Diskusi Kebangsaan FWK: Mengenang Rasa Aman di Era Soeharto

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:51 WIB

RANCANG BANGUN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GAME KUIS PADA BIMBINGAN BELAJAR DI LABIBA NS

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Membongkar Realitas Makan Bergizi Gratis: Mesin Penggerak Baru atau Beban Fiskal Berkedok Gimmick Mikroekonomi?*

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:24 WIB

Warga Desa Warujaya sambut baik Sensus Ekonomi 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 23:56 WIB

Berita Terbaru

Tenar News

Warga Desa Warujaya sambut baik Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:24 WIB

Tenar News

Senin, 15 Jun 2026 - 23:56 WIB