Muharam 1448 H, Meneguhkan Semangat Hijrah untuk Bangun Peradaban

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Santri/ TPA Masjid Al Ittihat Hatmul Qur’an .Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H

0-0x0-0-0#

 

Pergantian tahun Hijriah bukan sekadar perubahan angka dalam kalender Islam, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat kualitas diri, kehidupan sosial, dan peradaban umat. Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H yang jatuh pada 16 Juni 2026 hadir membawa pesan hijrah yang relevan sepanjang zaman. Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari krisis moral, disrupsi teknologi, polarisasi sosial, hingga menurunnya kepedulian kemanusiaan, semangat hijrah perlu dimaknai sebagai gerakan transformasi menuju kehidupan yang lebih beradab.

Persoalannya, bagaimana menjadikan Muharram tidak sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi energi perubahan yang nyata bagi umat dan bangsa? Tulisan ini bertujuan mengkaji makna Muharram sebagai momentum muhasabah, transformasi diri, penguatan optimisme, dan pembangunan peradaban yang berkeadaban. Untuk lebih jelasnya mari kita elaborasi satu-persatu:

Pertama: Muhasabah sebagai Fondasi Perubahan; Hijrah selalu diawali dengan kesadaran untuk melakukan evaluasi diri. Muhasabah menjadi sarana untuk menilai perjalanan kehidupan yang telah dilalui, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun hubungan dengan sesama manusia. Tanpa refleksi yang jujur, perubahan hanya akan menjadi slogan tanpa makna. Muharram mengajarkan pentingnya keberanian mengakui kekurangan, memperbaiki kesalahan, dan memperkuat komitmen menuju kehidupan yang lebih baik. Dari muhasabah lahir kesadaran bahwa setiap manusia memiliki ruang untuk bertumbuh dan memperbaiki diri.

Baca Juga :  Daftar Pejabat Eselon II yang Dimutasi Gubernur Iqbal, Dua Pejabat Kena Demosi

0-0x0-0-0#

Kedua: Hijrah dari Kebaikan Pribadi Menuju Kemaslahatan Sosial; Makna hijrah tidak berhenti pada perubahan individual. Hijrah yang sesungguhnya harus melahirkan dampak sosial yang dirasakan oleh lingkungan sekitar. Keimanan yang kuat semestinya melahirkan kepedulian, kejujuran, keadilan, dan semangat melayani sesama. Dalam konteks kehidupan kebangsaan, hijrah berarti memperkuat moderasi beragama, mempererat persaudaraan, serta membangun budaya gotong royong. Umat Islam tidak hanya dituntut menjadi saleh secara pribadi, tetapi juga menghadirkan kemanfaatan sosial yang memperkuat kehidupan bersama. Di sinilah hijrah menjadi jalan menuju kemaslahatan umat dan bangsa.

Ketiga: Menumbuhkan Optimisme sebagai Energi Peradaban; Muharram membawa pesan harapan. Setiap pergantian tahun mengingatkan bahwa masa depan selalu menyediakan peluang untuk menjadi lebih baik. Optimisme merupakan energi penting dalam membangun peradaban yang maju dan berkeadaban. Sejarah hijrah Rasulullah SAW menunjukkan bahwa perubahan besar selalu diawali oleh keyakinan, keteguhan hati, dan visi yang jelas. Oleh karena itu, umat Islam perlu menumbuhkan optimisme yang berbasis pada iman, ilmu, dan kerja keras. Harapan yang disertai usaha akan melahirkan inovasi, kreativitas, dan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat.

Baca Juga :  CONTOH CARA PENULISAN NASKAH BERITA

Keempat: Membangun Peradaban Berkeadaban Berorientasi Ridha Allah; Tujuan akhir hijrah bukan sekadar kemajuan material, tetapi terwujudnya kehidupan yang berkeadaban dan diridhai Allah SWT. Peradaban yang berkeadaban ditandai oleh penghormatan terhadap martabat manusia, tegaknya keadilan, berkembangnya ilmu pengetahuan, serta tumbuhnya budaya saling menghormati dalam keberagaman. Muharram menjadi momentum untuk meneguhkan kembali bahwa kemajuan bangsa harus berjalan seiring dengan penguatan nilai spiritual dan moral. Ketika iman menjadi fondasi, ilmu menjadi instrumen, dan kemaslahatan menjadi tujuan, maka akan lahir peradaban yang tidak hanya maju, tetapi juga bermartabat.

Muharram 1448 H mengajarkan bahwa hijrah merupakan proses perubahan yang menyeluruh, dimulai dari muhasabah diri, dilanjutkan dengan perbaikan sosial, diperkuat oleh optimisme, dan diarahkan pada pembangunan peradaban yang berkeadaban. Nilai-nilai hijrah Rasulullah SAW tetap relevan untuk menjawab tantangan zaman karena mengandung pesan transformasi, persaudaraan, dan kemaslahatan. Oleh sebab itu, Tahun Baru Islam hendaknya tidak hanya diperingati melalui seremoni dan ucapan selamat, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang memperkuat kualitas iman, akhlak, ilmu pengetahuan, dan kepedulian sosial. Dengan semangat hijrah, umat Islam diharapkan mampu menjadi pelopor lahirnya peradaban yang maju, damai, inklusif, dan membawa rahmat bagi semesta alam. Wallahu A’lam( Masjid Al Ittihat )

Berita Terkait

Pernyataan Dewan Pers Tentang Tindakan yang Bernada Merendahkan Profesi Wartawan
Sidang Perdana Gugatan JPT Tangsel: DPP GHARIS Desak Pemerintah Kota Tangsel Terapkan Transparansi dan AUPB
KPK OTT Bupati Lombok Barat, 19 Orang Diamankan
Eksekusi Lahan di Serua Depok Diwarnai Perdebatan, Kuasa Hukum Termohon Sebut Batas Tanah Tak Jelas
Tingkatkan Kesadaran Mahasiswa, Kemenkum DK Jakarta Sosialisasikan Tindak Pidana Narkoba dalam KUHP Baru
Kanwil Kementerian Hukum DK Jakarta Bekali Siswa Baru SMKN 32 dengan Pemahaman Kenakalan Remaja dan Konsekuensi dalam KUHP Baru
Pengajian rutin mingguan Majlis ta’lim Bangun Lestari Pisangan Ciputat Timur 
Menko Yusril Ihza Mahendra di UIN Jakarta Soroti Pentingnya Etika Peradaban dalam Penegakan Hukum
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:06 WIB

Pernyataan Dewan Pers Tentang Tindakan yang Bernada Merendahkan Profesi Wartawan

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:43 WIB

Sidang Perdana Gugatan JPT Tangsel: DPP GHARIS Desak Pemerintah Kota Tangsel Terapkan Transparansi dan AUPB

Senin, 20 Juli 2026 - 22:51 WIB

KPK OTT Bupati Lombok Barat, 19 Orang Diamankan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:30 WIB

Eksekusi Lahan di Serua Depok Diwarnai Perdebatan, Kuasa Hukum Termohon Sebut Batas Tanah Tak Jelas

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:10 WIB

Tingkatkan Kesadaran Mahasiswa, Kemenkum DK Jakarta Sosialisasikan Tindak Pidana Narkoba dalam KUHP Baru

Berita Terbaru

Tenar News

KPK OTT Bupati Lombok Barat, 19 Orang Diamankan

Senin, 20 Jul 2026 - 22:51 WIB