Jakarta Tenarnews tv9,-Diwilayah Negara Turki, seperti juga di Indonesia merupakan negara yang rawan gempa. Dalam menangani gempa kedua negara bekerjasama agar tangguh dalam menghadapi gempa, karena telah terbukti saling tolong menolong (ta’awun) dalam melakukan tanggap darurat dan pemulihan pasca gempa kata Sekjen MUI Buya Dr.Amisyah Tambunan (7/2/23).
Secara ilmu pengetahuan telah memberikan informasinya dengan jelas penyebab gempa seperti dikutip dari laman Eurasiatectonics bahwa di Turki terdapat lempeng Anatolia memiliki sistem aktivitas tektonik yang kompleks dan relatif aktif di wilayah tersebut, terutama dengan lempeng sekitarnya dengan Lempeng Eurasia, Lempeng Afrika, Lempeng Arab, dan Lempeng Laut Aegean. Secara geografis terkenal dengan North-Anatolian Transform Fault atau Sesar Anatolia Utara, yaitu patahan transformasi benua yang mencolok dari Timur-Barat yang terletak di Turki utara.

Dari posisi ini menghasilkan aktivitas gempa yang terus-menerus di sepanjang patahan. Wilayah ini juga dapat dibagi menjadi tiga wilayah tektonik yang lebih kecil yakni Pontides Anatolide-Taurides dan Platform Arab. Lempeng Anatolia awalnya terbentuk pada Oligosen (skala waktu geologi sekitar 34 juta tahun silam). Sebagian besar geologi Turki menunjukkan adanya petrologi bebatuan dan proses pembentukannya melalui keberadaan ofiolit (penggalan kerak samudera dan lapisan mantel bawah) yang tersebar luas dan terbentuk melalui obduksi Samudera Tethyan Trias. Geologis Turki juga dicirikan dengan ofiolit dan melange ophiolitik yang dibentuk oleh penutupan beberapa samudra Trias.
Berdasarkan peta tersebut Sekjen MUI mengharapkan Turki dapat bekerjasama dengan Indonesia agar menjadi Negara yang tangguh untuk ikhtiar sehingga mampu mengantisipasi gempa dalam rangka mengurangi mitigasi resiko melalui rancang bangun gedung dan perumahan penduduk.
Akhir nya mengajak masyarakat Turki terus berdoa : بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillahilladzi la yadurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa laa fissamaa’i, wa huwassamii’ul ‘aliim
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).(HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
Akhirnya semoga Turki bersama Indonesia semakin tangguh dalam mengurangi resiko gempa terjadi 1999 dengan magnitudo 7,4, menewaskan lebih dari 17.000 orang, termasuk sekitar 1.000 orang di kota terbesar di negara itu di Istanbul Turki. ( Red )


