Sejarah Suku Betawi

- Jurnalis

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TenarNews-Sensus tahun 1815, akan terlihat bahwa kelompok pribumi itu adalah orang-orang yang berasal dari : (1) Bali, (2) Sulawesi Selatan, (3) Jawa (termasuk Sunda), serta (4) Melayu. Jika mau ditelusuri lagi, kelompok Sulawesi Selatan ini sebagian besar berasal dari Bugis-Makassar, sedikit bahkan mungkin tak ada yang dari Mandar apalagi Toraja.

Sedangkan kelompok Melayu berasal dari etnis Minangkabau, orang Malaka, dan mungkin sedikit dari Palembang. Sebagian besar orang Melayu ini berprofesi sebagai pedagang dan syahbandar. Mereka inilah kemudian yang memperkenalkan Bahasa Melayu Pasar — yang kemudian menjadi cikal bakal Bahasa Betawi — di Sunda Kelapa/Batavia.

Melihat penjelasan di atas, jika dilihat secara komposisi etnis, nenek moyang orang Betawi terbesar berasal dari Bali dan Bugis-Makassar, diikuti oleh keturunan Jawa serta Melayu. Lalu orang-orang Asia lainnya (China, Arab, India, Filipina), serta Eropa, juga turut membentuk apa yang kita kenal sekarang sebagai orang Betawi.

Baca Juga :  17 BAKAL CALON REKTOR UIN SYARIF HIDAYATULAH JAKARTA PRIODE 2023-2027.

Pernikahan diantara penduduk Batavia, ternyata tak hanya terjadi diantara etnis-etnis Nusantara saja, namun juga dengan orang-orang China, Arab, dan Eropa.

Kampung-kampung etnis inipun masih jelas jejaknya hingga saat ini. Ada Kampung Tugu (tempat keturunan Portugis), Depok (tempat keturunan Belanda), Koja, Pekojan (kampung Arab), Bidara Cina, Pondok Cina, serta pecinan di kawasan Glodok (tempat keturunan Tionghoa).

Yang signifikan namun terabaikan adalah kelompok budak. Mereka merupakan para tawanan Belanda yang kalah perang. Sebagai tawanan, banyak diantara mereka yang kemudian dijual dan dikirim ke Batavia. Kelompok ini sebagian besar datang dari Makassar, Bali, Banda (Maluku), Manggarai (Flores), Bima, dan ada pula yang dari pantai Koromandel (timur India).

Konon Kampung Bandan di dekat Mangga Dua, dulunya merupakan tempat penampungan para budak dari Pulau Banda.


Setelah perbudakan dilarang di Batavia tahun 1860, para budak ini kemudian dibebaskan dan mengaku sebagai orang Betawi. Selain budak, orang-orang Belanda juga banyak membawa serdadu ke kota ini. Mereka sebagian besar berasal dari Ambon dan Pampanga (Filipina). Saat ini keturunan mereka banyak yang bermukim di Kampung Ambon, Cengkareng dan Papanggo, Tanjung Priok.

Baca Juga :  PW PEMUDA MUHAMMADIYAH BALI GELAR SEMINAR NASIONAL GERAKAN REVOLUSI MENTAL

Yang menarik, kalau kita menengok tokoh-tokoh serta ikon Betawi yang terkenal, justru banyak yang berdarah campuran. Mungkin Anda gak tau kalau Haji Bolot itu campuran Betawi-Ortega (orang Tegal asli), Komeng (campuran Betawi-Sunda), atau Nazar Amir yang keturunan Arab.

Di keluarga Si Doel — yang menjadi ikon budaye Betawi, juga ada Benyamin Sueb (ayahnya Jawa, ibunya Betawi), Aminah Cendrakasih (Jawa-Betawi, turunan Tionghoa), serta Rano dan Suti Karno (ayah Minang-ibu Betawi/Jawa).

Bahkan M.H. Thamrin yang dikenal sebagai pahlawan Betawi-pun, ternyata juga ada keturunan Inggris. Kakeknya yang bernama George Anton Ort, merupakan seorang pengusaha yang punya hotel di Petojo.

(red)

Berita Terkait

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas PTIQ Jakarta Melakukan Kunjungan ke Unit Penyandang Disabilitas (UPD).
Himpunan Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (Himakopi) & Dema Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (Dema FUD) mengadakan Focus Group Discussion
Peringati hari lahir, HIPMAT Gelar khataman Al-qur’an dan doa bersama.
Kembangkan soft skill, Ikatan Mahasiswa Sasak (IMSAK) Jakarta gelar sekolah kepenulisan.
Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas PTIQ Jakarta Melakukan Kunjungan ke Radio Republik Indonesia (RRI)
Lanjutkan roda kepemimpinan, HIMAS Universitas PTIQ Jakarta gelar pemilihan umum.
Sambut Hari Batik Nasional, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas PTIQ Jakarta Mengenakan Batik Bersama
NGOBRAS (Ngobrol Asyik Bersama Rayon Al-Harokah)
Berita ini 540 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 November 2023 - 04:17 WIB

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas PTIQ Jakarta Melakukan Kunjungan ke Unit Penyandang Disabilitas (UPD).

Senin, 23 Oktober 2023 - 15:46 WIB

Himpunan Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (Himakopi) & Dema Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (Dema FUD) mengadakan Focus Group Discussion

Senin, 23 Oktober 2023 - 14:49 WIB

Peringati hari lahir, HIPMAT Gelar khataman Al-qur’an dan doa bersama.

Selasa, 17 Oktober 2023 - 23:57 WIB

Kembangkan soft skill, Ikatan Mahasiswa Sasak (IMSAK) Jakarta gelar sekolah kepenulisan.

Rabu, 11 Oktober 2023 - 15:49 WIB

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas PTIQ Jakarta Melakukan Kunjungan ke Radio Republik Indonesia (RRI)

Berita Terbaru

Tenar News

LEBARAN KETUPAT TRADISI LOMBOK NTB

Kamis, 2 Apr 2026 - 14:40 WIB