Depok – Tenarnestv9 | Media Siber Indonesia
Proyek pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Rusunawa Banjaran Pucung yang bersumber dari bantuan pemerintah senilai Rp600.000.000,- di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, menuai sorotan. Proyek yang dilaksanakan secara swakelola oleh KMP Rusunawa Banjaran Pucung tersebut diduga mengalami keterlambatan pekerjaan serta dipertanyakan transparansi dalam pembelanjaan material.
Sejumlah pihak menilai pelaksanaan proyek tidak berjalan sesuai harapan. Selain progres yang dinilai lamban, muncul dugaan adanya ketidakterbukaan dalam penggunaan anggaran, khususnya terkait pembelian material bernilai besar.
Ketua RT setempat, Nurdin, yang disebut sebagai penanggung jawab kegiatan di lingkungan tersebut, saat dikonfirmasi awak media memilih untuk mengarahkan pertanyaan kepada pihak lain.
“Silakan tanyakan saja kepada Pak Totok selaku pengawas,” ujar Nurdin singkat.
Namun, saat dikonfirmasi ulang, Nurdin menyampaikan bahwa dirinya tidak berada di lokasi.
“Saya sedang ada pekerjaan di luar. Nanti setelah serah terima kunci akan saya kabari,” jelasnya melalui pesan WhatsApp.
Sementara itu, Totok TB selaku pengawas proyek mengaku tidak dapat menjalankan tugas pengawasan secara maksimal akibat minimnya informasi yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya tidak pernah diperlihatkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek tersebut.
“Bagaimana saya bisa mengawasi secara maksimal sementara RAB saja saya tidak diberi tahu. Bahkan pengeluaran dana untuk besi kap yang nilainya disebut-sebut mencapai Rp200 juta, serta pembelian material di dua toko berbeda, juga tidak pernah disampaikan kepada saya,” tegas Totok.
Menurutnya, sebagai pengawas, ia hanya ingin memastikan adanya bukti pembelian barang, termasuk material, mesin, maupun peralatan pendukung lainnya.
“Sebagai pengawas, saya harus bisa menjawab jika ada pertanyaan. Kalau tidak ada transparansi kepada saya, bagaimana saya bisa mempertanggungjawabkan pengawasan ini?” tambahnya.
Di tempat terpisah, bendahara proyek saat dikonfirmasi terlihat enggan memberikan keterangan lebih lanjut.
“Silakan langsung ke TPS 3R saja, Pak. Saya sedang ada urusan. Temui saja pelaksananya,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana kegiatan belum memberikan klarifikasi resmi terkait keterlambatan pekerjaan maupun tudingan minimnya transparansi anggaran. Tim Tenarnestv9 akan terus berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna menghadirkan informasi yang berimbang dan akurat kepada publik.
(Tim Tenarnestv9)


