Forum Silaturahmi Boemipoetra Nusantara (FSBN), Siap Adakan Kongres II Tahun 2026.

- Jurnalis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Tenar News. Com/ Media Cyber Indonesia. Panitia Pelaksana Forum Silaturahmi Boemipoetra Nusantara ( FSBM) sukses menggelar Silaturahmi Nasional yang diadakan di Restauran Shabu Kojo – Premiun,Museum Satria Mandala, Jakarta Jumat ,medio 12 Desember 2025. Pada agenda rapat ini turut dihadiri semua petinggi FSBN guna menyiapkan agenda Pra – Kongres menuju Kongres II FSBN tahun 2026 mendatang.

Panpel menyiapkan susunan kegiatan Pra- Kongres, yakni akan dimulai dengan 7 ( tujuh) acara Pra- Kongres dengan ritme tiap bulan yang rencananya akan di awali di Jakarta pada tanggal 20 Desember 2025, kemudian di Medan pada pertengahan Januari 2026, Bandung pada bulan Februari 2026, Palembang bulan Maret 2026, Bali pada bulan April 2026, Surabaya pada bulan Mei 2026 kemudian Yogjakarta pada bulan Juni 2026.
Dan sebagai catatan bahwa semua rencana tersebut masih bersifat tentatif, bisa saja titik lokasi Pra- Kongres bisa berubah ke daerah lain serta tempat acara puncak Kongres 2026 II mendatang di Makassar kemungkinan juga bisa berubah.

Diketahui pada Muqaddimah AD/ART FSBN, bahwa Presiden dan Wakil Presiden ialah “Orang Indonesia”.Ini upaya pembelaan atau perlindungan superioritas Boemipoetra Nusantara. Jika ada pihak asal bangsa lain menuduh upaya itu adalah rasis ” salah secara ilmu, tidak valid menurut hukum, salah secara moral, dan tidak adil secara sosial.

Pada tanggal 17 Oktober 2026,masa bhakti kepengurusan 2021-2026 akan berakhir.Maka sesuai dengan amanat AD/ART pasal 12 ” Kongres Nasional FSBN dilaksanakan satu kali dalam tiap lima tahun yang diikuti semua Dewan Pimpinan Wilayah ( DPW) FSBN.
Oleh karena itu maka Panitia Pelaksana Kongres Boemipoetra Nusantara 2026,persiapan dilakukan sejak dini.

Baca Juga :  Menghadiri 40 Hari Meninggalnya Tokoh Pemuda Indonesia.

Latar belakang FSBN,
Adapun latar belakang lahirnya FSBN adalah faktor Ideologi-nasionalisme. Dari aspek sejarah kerajaan besar di Nusantara secara realistik bahwa kelompok kelompok etnis Boemipoetra Nusantara memiliki budaya politik agresif, arif bijaksana, toleransional, dan internasionalisme. Indikatornya ialah wilayah kekuasaan Sriwijaya hingga di daratan Asia Tenggara. Kemudian Kerajaan Majapahit seluas Nusantara saat ini. Kedua Kerajaan besar Nusantara itu, berlangsung sejak tahun 200 hingga tahun 1596.Kelanggengannya selama 1396 tahun. Nah, pada tahun 1596 Non Pribumi Belanda masuk menjajah Nusantara hingga tanggal 17 Agustus 1945.Jadi selama 3,5 abad lamanya bangsa Nusantara dijajah Non Pribumi Belanda. Selama itu, Pribumi Nusantara bersikap adaptatif terhadap musuh negara. Tujuannya agar bisa bertahan hidup saja sambil berjuang untuk merdeka. Fase 3,5 abad itu adalah indikator runtuhnya keperkasaan budaya politik kelompok kelompok etnis Nusantara.Tetapi atas berkat dan rahmat Allah SWT, tanggal 17 Agustus 1945 Kemerdekaan Bangsa Indonesia diproklamasikan oleh YM Soekarno- Hatta, Dalam pada itu, Indonesia merdeka penuh hingga di akhir era Orde Baru dengan pemimpin kuat YM Presiden Jenderal Soeharto.
Namun Era Reformasi mulai tanggal 21 Mei 1998 hingga saat ini, Indonesia kembali berstarus “The Colonies of Nations” Status ini terjadi akibat buruk dari hasil amandemen UUD 1945.Dalam amandemen itu, entah disadari elite politik nasional atau tidak, kedaulatan negara dicabut kemudian dibagikan kepada bangsa lainnya. Padahal menurut JJ. Rousseau” Kedaulatan tidak bisa dicabut dan kedaulatan tidak bisa dibagi “.Disini, sekali lagi Boemipoetra Nusantara bersikap ” adaptasi musuh adalah bangsa lainnya”.Sikap ini akibat kuatnya tekanan international issues yakni: demokrasi, HAM, diskriminasi, Rasis dan intoleran.padahal international issue itu, dalam rangka menegakkan kedaulatan negara dan politik negara menjadi perhatian yang kesekian. Lihat contoh perang Hamas-Israel,Hamas menyerang mendadak Israel saat warga Israel tengah tidur lelap. Banyak yang korban jiwa dan luka luka. Tujuannya untuk mencapai kemerdekaan Palestina dalam rangka membangun kedaulatan negara dan politik negara Palestina. Sebaliknya Israel yang sudah didalam, membalas serangan Hamad dengan cara yang lebih berat. Tujuan Israel adalah mempertahankan kedaulatan negara dan politik negaranya dari ancaman dan gangguan bangsa lain.
Dengan timbulnya rasa kesadaran bela negara karena adanya ancama bangsa lain terhadap Indonesia itu, maka 17 tokoh nasionalis Boemipoetra Nusantara saat ini, bersepakat untuk mendirikan FSBN guna mengembalikan kedaulatan negara dan politik negara ke khitahnya bagai Negara Proklamasi tanggak 17 Agustus 1945 oleh Proklamator YM Soekarno- Hatta. Visi dan misinya ialah “Pribumi Menjadi Tuan di Negeri Sendiri”.
Sikap budaya politik itu, berlaku juga pada 193 negara anggota PBB saat ini.

Baca Juga :  H.Rifky Hermiansyah Resmi Menjadi Ketua Umum HIPMI Banten MUSDA VIII Melalui Aklamasi Periode 2025-2028.)

Dalam hal calon Ketua Umum, Panpel Kongres telah melakukan seleksi yang ketat.dan kemudian terpilih sebagai calon Ketua Umum yakni Bapak Marsekal Madya TNI (purn) Kisenda Wiranatakusumah, MA.
Beliau mantan Kepala Badan Intelijen Strategis ( BAIS) TNI. Latar belakang kelompok etnis Sunda, Dikenal pula dengan Nasionalis Priayi Sunda. Beliau putera dari Letjen TNI (purn) Ahmad Wiranatakusumah.

Sebagai penutup, Panpel Kongres II FSBN telah menyusun Kepanitiaan Kongres :
1.Pembina: Bapak
Laksamana TNI (purn) Tedjo Edhi Purdijatno, SH
2.Penasehat: Bapak
Marsekal TNI (purn)
Imam Sufaat
3.Ketua Sterring
Committee:
YM Dr.Shechan
Shahab
4.Ketua Organizing
Committee:
M.D. La Ode
5.Sektetaris:
Ida Made Sugita, S.Ag.
M. Phil. H
6.Bendahara:
Brigjen TNI ( purn)
Edy Purwanto. (dp)

Berita Terkait

Warga Warujaya Keluhkan Banjir Tahunan, Minta Pemkab Bogor Segera Bertindak
SMAN 01 Depok buka sekolah murid prestasi manusia unggul (MAUNG)
Forum Wartawan Kebangsaan Gelar Diskusi Soroti Janji Presiden Benahi MBG
Dari Meja Hukum ke Panggung Organisasi: Kiprah H. Haikal S, SH Mulai Diperhitungkan di Jakarta
Prabowo di Museum Marsinah: Saya Sedih Lihat Pejabat Nyeleweng
Prof Harris Arthur Hedar Kembali Dipercaya Jadi Komisaris Independen WIKA
Ase Edi Masturo, SE dan Kepala Kecamatan Beji Agus Sofan, ST,.MT, Lurah Kukusan, serta para Ketua RT/RW dan warga sekitar.
Abah Uhel: Kejatuhan Seorang Teladan, Presiden Forum Kebangsaan
Berita ini 144 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:58 WIB

Warga Warujaya Keluhkan Banjir Tahunan, Minta Pemkab Bogor Segera Bertindak

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:54 WIB

SMAN 01 Depok buka sekolah murid prestasi manusia unggul (MAUNG)

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:55 WIB

Forum Wartawan Kebangsaan Gelar Diskusi Soroti Janji Presiden Benahi MBG

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:45 WIB

Dari Meja Hukum ke Panggung Organisasi: Kiprah H. Haikal S, SH Mulai Diperhitungkan di Jakarta

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:31 WIB

Prabowo di Museum Marsinah: Saya Sedih Lihat Pejabat Nyeleweng

Berita Terbaru

Tenar News

SMAN 01 Depok buka sekolah murid prestasi manusia unggul (MAUNG)

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:54 WIB

Tenar News

Prabowo di Museum Marsinah: Saya Sedih Lihat Pejabat Nyeleweng

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:31 WIB