GMPRI Bogor Desak Bupati Tindak Tegas Tambang Emas Ilegal di Bogor 

- Jurnalis

Selasa, 15 Juli 2025 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor,– Tenarnews9,-Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Gunung Pongkor, Kampung Ciguha, serta sejumlah lokasi pengolahan gelondongan emas di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kian mengkhawatirkan. Sayangnya, hingga kini belum terlihat adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah.

Praktik ilegal ini diduga telah berlangsung selama bertahun-tahun. Meskipun sesekali ada upaya penertiban dari pihak pemerintah desa hingga tingkat kabupaten, aktivitas tersebut tetap berjalan tanpa hambatan berarti.

Minimnya ketegasan pemerintah daerah dan provinsi dalam menangani persoalan ini menuai kritik dari berbagai pihak. Selain merusak ekosistem hutan lindung, kegiatan penambangan tanpa izin ini juga berpotensi menimbulkan bencana ekologis seperti tanah longsor, banjir, serta pencemaran lingkungan akibat limbah bahan kimia dari proses pengolahan emas.

Baca Juga :  Abdurahman Mainanda : SEMMI Sumbar Siap Mewujudkan Stabilitas Harkamtibmas

Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Bogor, Yogi Ariananda, menyatakan bahwa permasalahan tambang ilegal di Bogor bukan hal baru. Ia menyoroti bahwa meskipun telah terjadi pergantian kepemimpinan, mulai dari bupati, gubernur, hingga kepala kepolisian, belum ada langkah konkret untuk menghentikan aktivitas tersebut.

“Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, beberapa waktu terakhir memang gencar menutup tambang-tambang ilegal di sejumlah daerah. Tapi justru di Kabupaten Bogor, aktivitas tambang emas ilegal semakin meluas seolah dibiarkan begitu saja,” ungkap Yogi, Jumat (11/7/2025).

Ia juga menyoroti bahwa beberapa lokasi tambang ilegal tersebut berada tidak jauh dari rumah dinas Wakil Bupati Bogor. Hal ini, menurutnya, menimbulkan pertanyaan besar tentang komitmen dan keseriusan pemerintah dalam menanggulangi kerusakan lingkungan.

Baca Juga :  Sengketa Tanah 9,3 Hektare di Blok Bra’an Kembali Bergulir

Lebih memprihatinkan, kegiatan penambangan ilegal tersebut telah memakan korban jiwa. Berdasarkan data per 11 Juli 2025, tercatat enam orang meninggal dunia akibat kecelakaan di area tambang ilegal di Kampung Ciguha, Desa Bantar Karet.

“Jika dibiarkan tanpa tindakan tegas, jumlah korban jiwa diprediksi akan terus bertambah, dan kerugian negara pun semakin besar,” tegas Yogi.

Masyarakat dan aktivis lingkungan mendesak pemerintah daerah, khususnya Bupati Bogor, untuk segera bertindak tegas dengan menutup seluruh aktivitas tambang ilegal di wilayah Bogor Barat demi keselamatan warga dan kelestarian lingkungan.(Red)

Berita Terkait

Pakai UHC Ditargetkan Aktif Lagi Januari 2027.
DPRD Depok Apresiasi APBD 2027, UHC Ditargetkan Januari 2027
Kasus tanah blok bra’an 9,3 haktare kembali disoal, Hakim Sidang PS di lokasi
Merawat Panca Jiwa Pondok Al-Amien, Alumni Genoestica Meneguhkan Ukhuwah agar Tak Menjadi Santri yang Kehilangan Akar.
Kampanye Akbar Mamiq Andi Nomor 1 Membludak, Ribuan Warga Desa Sintung Padati Jalan – Desa Sintung, Pringgarata, Loteng”_
PLN EG PUNAGAYA SIAP DITUNTASKAN
Supian Suri Kobarkan Semangat Atlet Depok di Porprov 2026, Fokus Raih Emas
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:03 WIB

Pakai UHC Ditargetkan Aktif Lagi Januari 2027.

Rabu, 4 November 2026 - 12:27 WIB

DPRD Depok Apresiasi APBD 2027, UHC Ditargetkan Januari 2027

Rabu, 4 November 2026 - 12:24 WIB

Senin, 2 November 2026 - 15:51 WIB

Kasus tanah blok bra’an 9,3 haktare kembali disoal, Hakim Sidang PS di lokasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Merawat Panca Jiwa Pondok Al-Amien, Alumni Genoestica Meneguhkan Ukhuwah agar Tak Menjadi Santri yang Kehilangan Akar.

Berita Terbaru

Tenar News

Pakai UHC Ditargetkan Aktif Lagi Januari 2027.

Rabu, 4 Nov 2026 - 15:03 WIB

Tenar News

DPRD Depok Apresiasi APBD 2027, UHC Ditargetkan Januari 2027

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:27 WIB

Tenar News

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:24 WIB