Depok, tenarnews – Lantaran menolak diperintah sholat Dhuha karna sedang M, sejumlah siswi SMP 4 Depok diperiksa gurunya untuk membuktikan agar membuka pakaian dalam mereka, namun setelah kejadian Itu, para siswi (korban) mengadukan hal tersebut Kepada orang tua mereka masing2.
mendengar putri mereka dapat perlakuan yang dinilai tidak senonoh, orang tua korban tidak terima.
ini pelecehan guru Kepada anak kami, kami akan Adukan Kepada yang berwajib, demikian WA dari sumber yang masuk ke kantor media ini.
Adanya dugaan pelecehan yang terjadi di SMP 4 Depok Itu, pihak sekolah Undang Wali murid, Komite dan korlas untuk dirapatkan Minggu, 06/10/2022.
Namun seusai rapat, korlas merasa Kecewa lantaran Justru seluruh Korban tidak ada yang Datang.
Kami Kecewa Kata korlas pada WA nya, Kami sudah berusaha membela hak azasi putri putri yang menjadi Korban pelecehan dari pihak sekolah jum’at lalu, namun tetap tidak satupun orang tua murid yang menjadi Korban hadir disini bersama kami, seperti menganggap hal ini biasa saja, sedangkan Kami yang hadir disini bukan Korban saya mewakili korlas, Mohon maaf Jika nanti ada hal seperti ini terjadi lagi ,Kami tidak akan mau tau lagi, ” Kami korlas hanya ingin melindungi Putra putri 9i tanpa kecuali, mohon maaf Jika Kami Salah. ” demikian ungkapan mereka pada WA nya
Ditempat tepisah, Sekdis pada Dinas Pendidikan Kota Depok mengatakan, mereka ( Siswi) 50% tidak mau ikut sholat Dhuha dengan alasan sedang M, tentu untuk membuktikan mereka di periksa tebal atau tidak hanya Itu jelas Sekdis, bukan dibuka pakain Dalam nya, Jadi tidak ada pelecehan, tegas Sekdis, dan untuk itu terkait adanya permasalahan itu saya perintahkan Kepada Kepsek jangan menolak bila ada wartawan yang konfirmasi hal tersebut, tegas nya.
Namun pesan Sekdis tersebut, Justru Kepsek menghilang ketika ingin dikonfirmasi hal tersebut.
” Kepsek sedang sibuk beliau tidak bersedia dikonfirmasi “, kata salah satu guru yang sedang piket rabu, tgl 8/11/2022 .
( Tim)
