Menu

Mode Gelap
Pemkab Serang Diduga Serobot Lahan Eks Pasar Kragilan Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H,Warga Himalo Diaspora Gelar Doa Bersama Peradi Nusantara Berkomitmen untuk Menjadi Advokat Spesialis dengan Dukungan Ombudsman RI Konsolidasi dan Silaturahmi antara DPN dan DPD Peradi Nusantara Provinsi Jawa Barat Taufik Bagus Murdianto Calek NasDem Dapil III DKI Jakarta Konsen Terhadap Kesehatan

Hukum · 11 Jul 2023 02:08 WIB ·

Ketua MPR RI Bamsoet Kukuhkan FABEM


 Ketua MPR RI Bamsoet Kukuhkan FABEM Perbesar

Jakarta,Tenarnews.com,-,Ketua MPR RI Mamsoet kukuhkan Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa, di Jakarta 10 Juli 2023, Bamsoet mengatakan, Penambahan pemilih muda pada Pemilu 2024 diperkirakan mencapai 20 persen dari Pemilu 2019. Hingga Februari 2023, tercatat jumlah pemilih mula mencapai 117 juta pemilih, atau sekitar 57,3 persen dari total pemilih.

Turut hadir dalam acara ini Ketua Umum DPP FA-BEM Zainudin Arsyad, Ketua Yayasan Pendidikan dan Perumahan Kemhan RI Mayjen TNI (Purn) Musa Bangun, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Arie Gumilar serta Direktur Institut Soekarno-Hatta Hatta Taliwang.

Bamsoet menjelaskan, sebagian besar pemuda di Indonesia memiliki latar belakang pendidikan tingkat menengah ke bawah. Menurut data BPS, pada tahun 2022, jumlah lulusan SMA tercatat sebesar 39,6 persen, dan lulusan SMP sebesar 35,78 persen. Sedangkan jumlah lulusan perguruan tinggi hanya mencapai 10,97 persen. Kondisi ini jika tidak disikapi dengan bijaksana, sedikit banyak akan mempengaruhi terjadinya gradasi dalam kualitas pilihan politik generasi muda.

Tingginya antusiasme pemuda untuk berpartisipasi pada Pemilu 2024, tidak serta merta berbanding lurus dengan minat mereka untuk bergabung dengan partai politik. Tercermin dari hasil survei bahwa hanya 13,6 persen pemuda yang menyatakan tertarik bergabung dengan partai politik, dan hanya 1,1 persen yang sudah benar benar berafiliasi dengan partai politik. Mengindikasikan masih kuatnya perspektif atau stigma negatif pemuda dalam memaknai eksistensi partai politik,” jelas Bamsoet.

Bamsoet menerangkan, literasi politik mayoritas pemuda pun masih belum ‘mapan’. Narasi terhadap politik lebih banyak dibentuk dan dipengaruhi oleh sumber ‘sekunder’ misalnya media sosial. Mengindikasikan belum optimalnya peran partai politik maupun organisasi sosial kemasyarakatan dalam melaksanakan pendidikan politik kepada generasi muda.

Bamsoet menambahkan, Forum Alumni BEM harus mampu mengambil peran dalam membangun literasi politik generasi muda, agar tidak mudah diadu domba dan dipecah belah demi kepentingan politik sesaat. Dengan luasnya jaringan yang dimiliki, organisasi kepemudaan juga dapat membangun sinergi dan kolaborasi untuk bersama-sama menghadirkan narasi-narasi yang sehat dan konstruktif. Sehingga membantu menciptakan Pemilu damai dan bahagia

Kehadiran FA-BEM juga harus menjadi penegasan bahwa perjuangan generasi muda dan kaum intelektual untuk memajukan kehidupan bangsa, tidak boleh terhenti dan dibatasi oleh status keanggotaan dalam sebuah organisasi kemahasiswaan kampus. Pengalaman, ujian, dan tempaan yang telah dihadapi ketika masih menjadi aktivis BEM kampus, merupakan modal penting untuk terus berkontribusi sebagai sumberdaya pembangunan melalui organisasi FA-BEM,” ujar Bamsoet.

Ketua FABEM Zainudin Arsyad mengatakan proses FA-BEM ini sudah mulai sejak 2019, kemudian kita deklarasi 5 November 2022, dan pengukuhannya Juli 2023 sekarang ini.

Setelah ini kita akan bentuk DPW, DPD Seluruh Indonesia saya punya impian di mana nanti saya akan kumpulkan dalam Silaturahmi Akbar Alumni BEM Se Indonesia.

Kami sepakat Menurut Zainuddin kami tidak menghendaki adanya politik Cheos tapi kamimenginginkan politik yang aman, damai dan tentram untuk kepentingan bangsa dan negara.

Bila terjadi Cheos yang paling kena dampaknya adalah masyarakat bawah.

“Pilihan politik boleh beda tetapi keputusan kebersamaan kedamaian untuk bangsa dan negara pilihannya satu.

Saran saya kepada mahasiswa di seluruh Indonesia jadilah mahasiswa yang kritis, idialis, dan rasionalis, jangan jadi mahasiswa pragmatis, karna bila anda pragmatis, maka anda menjadi potensi menjadi koruptor koruptor Baru di negeri ini.

Jadilah mahasiswa idialis tidak bisa di beli nilai nilai yang dimilikinya karna itu adalah mahkota yang sangat mahal yang dimiliki seorang mahasiswa, kalau mahkota itu sudah di beli yakin dan percayalah anda bukan lagi mahasiswa yang keren yang di harapkan oleh bangsa ini. (Guruh)

Artikel ini telah dibaca 51 kali

Baca Lainnya

Pemkab Serang Diduga Serobot Lahan Eks Pasar Kragilan

19 Juli 2023 - 13:10 WIB

Peradi Nusantara Berkomitmen untuk Menjadi Advokat Spesialis dengan Dukungan Ombudsman RI

18 Juli 2023 - 11:13 WIB

Konsolidasi dan Silaturahmi antara DPN dan DPD Peradi Nusantara Provinsi Jawa Barat

17 Juli 2023 - 01:50 WIB

Prihal : Undangan Peliputan Pelaporan dan Jumpa Pers di Gedung KEJAKSAAN AGUNG RI Oleh DPP GMPRI

12 Juli 2023 - 05:34 WIB

Zalim!!! Direktur RSUD Kota Mataram Terhadap bawahannya

11 Juli 2023 - 13:48 WIB

Pengurus Himalo ,Laskar Sasak Jabodetabek Bantu Pemulangan 19 PMI Korban Trafficking dan 30 TKW Ilegal

9 Juli 2023 - 01:10 WIB

Trending di Hukum