BPBD NTB SELENGGARAKAN SIMULASI PENANGGULANGAN BENCANA KEPADA MAHASISWI

- Jurnalis

Jumat, 2 April 2021 - 00:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, TenarNews.com :
Sedikitnya 50 mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi terlibat dalam simulasi penanggulangan bencana yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB pada Kamis (01/04).

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Zainal Abidin mengatakan, simulasi ini adalah sesi praktik dari pelatihan selama dua bulan. Mahasiswi tersebut berasal dari Unram, STIKES Yarsi, Unizar, Poltekkes Mataram dan beberapa komunitas mahasiswi yang konsen kepada penanggulangan bencana maupun mahasiswi yang sedang KKN dan praktek lapangan.

“Pendidikan Wanita Tangguh Bencana ini sebagai upaya memperkuat mitigasi bencana dengan melibatkan masyarakat dan kelompok masyarakat seperti mahasiswa. Dengan pengetahuan dasar itu nantinya bisa membantu masyarakat sekitar jika terjadi darurat bencana atau harus menolong korban dan membantu petugas di lapangan,” jelas Zainal.

Simulasi dimulai dengan tanda bahaya saat terjadi bencana, digelar di halaman Kantor BPBD NTB di Lingkar Selatan, Kota Mataram.

Para peserta Wanita Tangguh Bencana ini, kata Abidin, kemudian dikumpulkan dan diberikan perintah awal oleh Incident Commander untuk SAR (search and rescue) di sekitar wilayah bencana. 50 orang mahasiswi kemudian membagi diri dalam dua kelompok yang bertugas menyisir daerah bencana untuk menemukan korban. Sedangkan kelompok lainnya menyiapkan area pertolongan dan peralatan P3K.

Baca Juga :  Ketua APDESI 2026-2031 Terpilih, Junaidi Mulyono Tegaskan dukung Program Asta Cita Prabowo- Gibran.

Kelompok SAR kemudian berpencar dan memastikan lokasi korban agar dapat dievakuasi. Selama pencarian berlangsung, tugas penting incident commander adalah meneriakkan perintah agar semua orang saling bekerjasama dalam situasi penuh tekanan dan memastikan setiap orang melakukan upaya penyelamatan. Baru kemudian, jika terdapat korban luka maupun lainnya, kelompok pertama yang berhasil mengevakuasi korban menyerahkan penanganan kepada kelompok kedua.

Dibagian lain daerah bencana, beberapa Wanita Tangguh Bencana masih meneriakkan aba-aba jika masih terdapat korban yang tertinggal di dalam ruangan-ruangan bangunan kantor BPBD dan menyusuri setiap sudut komplek kantor BPBD.

Di area pertolongan, kelompok kedua yang mendampingi petugas medis dan tenaga lapangan BPBD mulai mengidentifikasi korban. Korban luka ringan langsung diobati dan korban luka parah dibawa ke rumah sakit. Beberapa ambulan dari kabupaten/ kota juga dilibatkan dalam simulasi dan mulai mengangkut korban.

Dalam simulasi tersebut, tergambar kecekatan dan keterampilan para Wanita Tangguh Bencana dalam menangani korban yang dilakukan dalam situasi mendekati peristiwa sebenarnya, bahkan dalam detail mengatur lalu lintas ambulan dalam kondisi darurat.

Baca Juga :  Al-Qur'an Hidup Dami Penuh Cinta Kasih Sesama

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, Hj. Niken Saptarini Widyawati, pada kegiatan simulasi tersebut didaulat menjadi incident commander dalam simulasi penanganan korban gempa mulai dari penyelamatan (SAR) sampai dengan pertolongan pertama bagi korban.

Bunda Niken, sapaan hangatnya mengatakan, populasi perempuan dengan 51 persen dari jumlah penduduk, layak dibekali kemampuan menanggulangi bencana. Setidaknya bagi keluarga dan orang terdekat jika terjadi bencana.

Dikatakannya, sebagai daerah dengan potensi bencana yang bisa datang setiap saat, kaum perempuan harus dibekali dengan keterampilan dasar penyelamatan dan penanggulangan jika terjadi bencana.

TP PKK yang berbasis keluarga secara nasional juga memiliki program Keluarga Tanggap dan Tangguh Bencana yang diharapkan menjadi agen penanggulangan yang mengajarkan pengetahuan dasar bencana dan penanggulangannya, sampai dengan membantu petugas jika terjadi bencana.

Oleh karena itu, lanjut Bunda Niken, alumni Wanita Tangguh Bencana BPBD akan dijadikan trainer (pelatih) dalam kegiatan PKK dalam skala yang lebih kecil. Pengetahuan ini, seperti dikatakannya, sangat penting karena potensi perempuan secara fisik dan mental juga sama dengan pria bahkan melebihinya. (DM212)

Berita Terkait

Sistem Notulen Rapat Berbasis _Speech-to-Text_ untuk Meningkatkan Efisiensi Dokumentasi Rapat di Sekretariat DPRD Kabupaten Lebak
Warga Warujaya Keluhkan Banjir Tahunan, Minta Pemkab Bogor Segera Bertindak
SMAN 01 Depok buka sekolah murid prestasi manusia unggul (MAUNG)
Forum Wartawan Kebangsaan Gelar Diskusi Soroti Janji Presiden Benahi MBG
Dari Meja Hukum ke Panggung Organisasi: Kiprah H. Haikal S, SH Mulai Diperhitungkan di Jakarta
Prabowo di Museum Marsinah: Saya Sedih Lihat Pejabat Nyeleweng
Prof Harris Arthur Hedar Kembali Dipercaya Jadi Komisaris Independen WIKA
Ase Edi Masturo, SE dan Kepala Kecamatan Beji Agus Sofan, ST,.MT, Lurah Kukusan, serta para Ketua RT/RW dan warga sekitar.
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:59 WIB

Sistem Notulen Rapat Berbasis _Speech-to-Text_ untuk Meningkatkan Efisiensi Dokumentasi Rapat di Sekretariat DPRD Kabupaten Lebak

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:58 WIB

Warga Warujaya Keluhkan Banjir Tahunan, Minta Pemkab Bogor Segera Bertindak

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:54 WIB

SMAN 01 Depok buka sekolah murid prestasi manusia unggul (MAUNG)

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:55 WIB

Forum Wartawan Kebangsaan Gelar Diskusi Soroti Janji Presiden Benahi MBG

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:45 WIB

Dari Meja Hukum ke Panggung Organisasi: Kiprah H. Haikal S, SH Mulai Diperhitungkan di Jakarta

Berita Terbaru

Tenar News

SMAN 01 Depok buka sekolah murid prestasi manusia unggul (MAUNG)

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:54 WIB