Alimudin Safir, PB NWDI Perlu memberikan Perhatian Serius Kepada Sistem Kaderisasi di Badan Otonom

- Jurnalis

Minggu, 23 Januari 2022 - 03:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alimudin Safir.Ketum Himmah NWDI

Tenar news tv9,Lombok Timur- Menjelang Mukatamar Perdana Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah, PB NWDI menggelar Forum Group Discussion(FGD) yang melibatkan seluruh perwakilan Badan Otonom Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah dengan tema ”Pengembangan Sistem pengkaderan NWDI” bertempat di Aula Ponpes Darul Muttaqin NWDI Perian, Lombok Timur, Sabtu, (22/1/22).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Perwakilan PB NWDI, Ir.H.Rosiady Sayuti, M.Sc, Ph.D., Dr.H.Iswandi, M.Si., beserta Pengurus Badan Otonom NWDI diantaranya Pimpinan Pusat Pusat Pemuda NWDI, Pimpinan Pusat HIMMAH NWDI, dan Pimpinan Pusat IP NWDI.

Dalam hal tersebut Pimpinan Pusat HIMMAH NWDI, Alimudin Safir menyampaikan bahwa setelah melakukan diskusi dengan beberapa pihak, banyak yang menyarankan kepada kami terkait dengan proses kaderisasi agar segera mungkin melakukan Revitalisasi Sistem Pengkaderan dan Kurikulum Kaderisasi.

“dalam hal Revitalisasi sistem pengkaderan dan Kurikulum Kaderasi, kami membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk melakukan Diskusi lebih banyak lagi, dalam merubah sistem pengkaderan bukan perkara yang mudah, karena memang harus banyak mendengar dan diskusi dengan banyak pihak, sehingga keputusan yang kami ambil dapat berdampak positif bagi perkembangan organisasi dimasa-masa yang akan datang,” ungkap Alimudin Safir Ketua DPP HIMMAH NWDI.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa ada dua hal yang terkait dengan proses kaderisasi, pertama terkait dengan pedoman kaderisasi secara umum di Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah, karena pada saat ini Banom-Banom yang ada di bawah NWDI ini berjalan masing-masing, karena tidak ada semacam payung bersama tentang nilai – nilai yang wajib ada dalam setiap proses pengkaderan.

Baca Juga :  MEDIA TENARNEWS TV9" BICARA" ________Enak ya jadi PNS dong banyak duit ,gaji naik terus dan dapat pensiun eh boleh punya isteri 2 parah bro dimana keadilannya bro Langkah mundur regulasi poliandri karena di era orba ,Soeharto dilarang PNS punya isteri 2 karena sebelum issue Soeharto nikah dengan artis dan punya anak maka ibu Tien marah maka dibuat dan lahir UU perkawinan THN 1974 yg masih berlaku now, Issue PNS boleh poliandri dan gaji naik pake duit APBN termasuk bayar hutang china bgn infrastruktur di era pem oligharkhi Jokowi vs demo2 spsi Ikbal dan mahasiswa atas UU omnisbus law cipta kerja yg tidak pro buruh pekerja tapi investor yg punya duit bro… Kelemahan Jokowi sebagai bapak pembangunan percepatan infrastruktur di Indonesia supaya Indonesia jadi negara maju dgn cara bangun infrastruktur proyek perproyek tanpa feasiblity study dulu seperti umumnya proyek yg dibangun negara maju USA, eropah dan Jepang Indonesia contoh China yg penting produksi banyak tanpa kwalitasnya parah bro dan tidak tepat sasaran pemb infrastruktur seperti juga bansos sehingga rawan korupsi buktinya sehingga menteri PUPR khawatir sarat KKN korupsi proyek infrastruktur era jokowi.meski Jokowi Benar secara ekonomi pembangunan ekonomi bangsa tergantung infrastruktur tapi harus menerapkan good governace princilples , rule of law, msl UU jalan dan tol, transparansi, Lanti KKN dsb kasihan MB the next presiden who is more the best after Jokowi lengser

“kedepan kami berharap PB NWDI mengeluarkan semacam Pedoman Dasar yang kemudian wajib ada dalam proses kaderisasi yang ada disetiap Badan Otonom, sehingga tidak ditemukan lagi bahwa ada Pondok Pesantren yang tidak mengenal Pendiri Nahdlatul Wathan Ini, sementara Label Ponpesnya adalah NWDI. Dalam hal ini, kami menawarkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah adalah mengembalikan kembali hirarki proses kaderisasi antar Badan Otonom, sehingga Seluruh Banom itu nilainya sama, mentransformasikan nilai yang sama walaupun menggunakan Metode atau Teknik yang berbeda,” Papar Alimudin Safir yang juga mantan Ketua HIMMAH NWDI Cabang Jakarta.

Ketua DPP HIMMAH NWDI itu menambahkan, Kedua, kaitannya dengan hirarki kaderisasi, dari IP NWDI kemudian ke HIMMAH NWDI,lalu ke Pemuda NWDI dan seterusnya.

“agak sulit melakukan Proses kaderisasi di Luar Nusa Tenggara Barat, bahkan di Nusa Tenggara Barat pun proses kaderisasi masih agak sulit dilakukan dalam bentuk kuantitas. Semisal saja di Nusa Tenggara Barat yang merupakan tempat Lahir dan juga basis NWDI saat ini, namun faktanya kita masih mengalami kesulitan dalam rekrutmen kader, bahkan dalam hal ini diperguruan tinggi swasta ataupun negeri yang dimana mahasiswa diisi oleh sebagian besar Alumni Ponpes yang basisnya NWDI, faktanya dilapangan malah mereka tidak mau mengenal HIMMAH NWDI. Kalau kita melihat seperti kan ada yang putus dalam sistem kaderisasi” Jelasnya.

Baca Juga :  Ketum SMSI Firdaus Jumpai Jendral TNI (Purn) Dudung Abdurachman

Alimudin Safir mengatakan bahwa melalui Momentum MUKTAMAR perdana ini, Pengurus Besar Nadhlatul Wathan Diniyah Islam Perlu memberikan perhatian serius kepada sistem kaderisasi di Badan Otonom, sehingga sistem kaderisasi itu betul – betul rapi, sehingga melakukan transformasi nilai yang ada dalam NWDI itu bisa berjalan dengan baik.

Dalam Kesempatan tersebut Alimudin Safir menyampaikan, Tiga Poin penting yang menjadi harapan untuk proses kaderisasi di Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah, Pertama, PB NWDI perlu membuat pedoman dasar menyakut nilai-nilai, kultur, dan sebagainya, yang kemudian menjadi rujukan badan otonom dalam menyesuaikan kurikulum kaderisasi masing-masing. Kedua, PB NWDI perlu memperhatikan proses kaderisasi antar Badan Otonom harus terkoneksi dengan baik sehingga mekanisme proses kaderisasi betul-betul bisa berjalan dengan tertib. Termasuk proses kaderisasi di pondok-pondok pesantren yang berafiliasi dengan NWDI harus terkait dengan Badan Otonom. Ketiga, PB NWDI perlu melakukan pendistribusian kader ke jenjang badan otonom selanjutnya.

Berita Terkait

Bola panas,” Gugatan PTUN perkara no.3/G,/2026/PTUN.bdg Tanpa dihadiri kuasa hukum ?
Harfina Kartini Indonesia dari Timur Inspirasi Wanita Indonesia Masa Kini
Terpanggil Bangun Jembatan Pers dan Polri, Alya Cahya Dorong
DPP GMPRI Dukung Bupati Tangerang Tertibkan dan Tarik Seluruh Mobil Siaga yang Dikelola KPM Tak Berbadan Hukum Jelas
Sidang Gugatan Pelaksanaan Putusan PK PSHT Berlanjut, Isyarat Dialog dan Nyawiji Bermartabat menguat
Wisuda dan Pelepasan SMK SMP YPUI di Gedung Green Village berjalan sukses
Diskusi Forum Kebangsaan; Pertambangan Harus Dikelola Anak Bangsa
Sekjen PASPROBO: *”Dukung Ketegasan Presiden Prabowo”*
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:58 WIB

Bola panas,” Gugatan PTUN perkara no.3/G,/2026/PTUN.bdg Tanpa dihadiri kuasa hukum ?

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:23 WIB

Harfina Kartini Indonesia dari Timur Inspirasi Wanita Indonesia Masa Kini

Senin, 8 Juni 2026 - 22:42 WIB

Terpanggil Bangun Jembatan Pers dan Polri, Alya Cahya Dorong

Senin, 8 Juni 2026 - 21:40 WIB

DPP GMPRI Dukung Bupati Tangerang Tertibkan dan Tarik Seluruh Mobil Siaga yang Dikelola KPM Tak Berbadan Hukum Jelas

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:53 WIB

Sidang Gugatan Pelaksanaan Putusan PK PSHT Berlanjut, Isyarat Dialog dan Nyawiji Bermartabat menguat

Berita Terbaru

Tenar News

Terpanggil Bangun Jembatan Pers dan Polri, Alya Cahya Dorong

Senin, 8 Jun 2026 - 22:42 WIB