Presiden Prabowo Sebaiknya Percepat Reshuffle, Beberapa Menteri Yang Sering “Blunder” Sebaiknya Copot.

- Jurnalis

Selasa, 11 Februari 2025 - 05:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Φ

Jakarta – TeNar News tv ,- Pemerintahan Prabowo Gibran kini sudah melewati fase paling dinanti oleh masyarakat, yakni fase 100 hari kerja. Dimana menurut Imam Hidayat Pengamat Politik saat dihubungi awak media melalui sambungan seluler (Senin 10 Februari 2025) mengatakan 100 hari pertama memiliki daya simbolis yang kuat.

Ini adalah tahap awal di mana masyarakat akan menilai apakah pemimpin mereka benar-benar bekerja sesuai dengan harapan mereka. Masyarakat ingin melihat perubahan dan janji yang terwujud dalam tindakan.

Oleh karena itu, evaluasi terhadap periode ini sering kali menjadi pembuka bagi pembentukan opini publik tentang kinerja pemerintahan itu sendiri.

“Berbagai macam hasil survey yang relatif menunjukkan kepuasaan terhadap kinerja Prabowo namun belum diimbangi dengan baik oleh para pembantunya di kabinet yang kerap menuai kontroversi bahkan mengundang kemarahan publik yang berakibat pada rusaknya citra Presiden Prabowo itu sendiri,“Ungkap Imam Hidayat.

Baca Juga :  <em>Perhimpunan Remaja Masjid DMI Gelar Muktamar II</em>

Direktur Visi Indonesia ini berkata bahwa kita lihat mulai dari kesalahan fatal Menteri Desa Yandri Susanto yang diduga menyalahgunakan kop kementerian untuk kegiatan yang diklaim sebagai acara pribadi dan politik, khususnya terkait dengan kepentingan pencalonan istrinya, Ratu Rachmatuzakiyah, sebagai calon Bupati Serang.

“Lalu ada ulahnya mantan Utusan Khusus Presiden Miftah Maulana yang melontarkan kalimat tak pantas kepada pedagang es teh, ada Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono yang bersebrangan dengan Presiden soal Pagar Laut. Hingga kekisruhan Gas Elpiji 3kg akibat kebijakan serampangan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Serta Menteri PU (Pekerjaan Umum) yang terkesan tidak me memahami peta jalan pembangunan, buruk komunikasi publik dan terancam gagal lanjutkan IKN”.

Baca Juga :  Kanwil KemenkumDK Jakarta Sosialisasikan Pembentukan Posbankum dan KUHP Nasional di Kecamatan Cilandak

Imam Hidayat mengatakan berbagai macam rentetan kesalahan fatal yang kerap dilakukan oleh beberapa anggota kabinet merah putih sudah bisa menjadi catatan tersendiri bagi Presiden Prabowo Subianto untuk lebih melakukan filterisasi siapakah yang masih layak untuk dipertahankan.

Lalu muncul juga spekulasi di masyarakat, bahwa adanya double loyalitas yang disinyalir dilakukan oleh beberapa menterinya yang dinilai tidak tegak lurus kepada Presiden Prabowo namun loyal ke mantan Presiden. Tentu ini bisa menjadi signal bahaya bagi roda pemerintahan kedepannya.

“Sehingga penting bagi Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan reshuffle dalam kabinetnya untuk terus bisa menjaga kepercayaan rakyat, demi mencegahnya duri dalam daging yang kini menghantui Kabinet Merah Putih,” pungkas Imam Hidayat.

Berita Terkait

Tim Penyuluh Kanwil Kementerian Hukum DK Jakarta Laksanakan Monitoring dan Pembinaan Posbankum di Kelurahan Ragunan Jakarta Selatan
Merdeka ! Perjalanan 81 Tahun Menjadi Diri Sendiri sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia 
Pelantikan Pengurus PCNU Kota Tangerang Selatan Masa Hidmat 2026-2031 di Tandai MOU Dengan Mitra Strategis PT Wahana Anugerah Energi
_Reflective Thinking_ *Hukum Tata Negara Paradoks Ambigu
Ijazah Presiden Berstatus Arsip Negara Seharusnya Ada di ANRI, Subhan Palal Laporkan Jokowi Tindak Pidana Kearsipan⁰
Babak baru,” Sidang Bantahan Eksekusi, Hakim”tolak” gugatan?
Kanwil Kementerian Hukum DK Jakarta Laksanakan Monitoring dan Pembinaan Posbankum di Kelurahan Bangka Jakarta Selatan
Kanwil Kementerian Hukum DK Jakarta Laksanakan Monitoring dan Pembinaan Posbankum di Kelurahan Pondok Pinang Jakarta Selatan
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:44 WIB

Tim Penyuluh Kanwil Kementerian Hukum DK Jakarta Laksanakan Monitoring dan Pembinaan Posbankum di Kelurahan Ragunan Jakarta Selatan

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Merdeka ! Perjalanan 81 Tahun Menjadi Diri Sendiri sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia 

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:32 WIB

Pelantikan Pengurus PCNU Kota Tangerang Selatan Masa Hidmat 2026-2031 di Tandai MOU Dengan Mitra Strategis PT Wahana Anugerah Energi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:21 WIB

_Reflective Thinking_ *Hukum Tata Negara Paradoks Ambigu

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Ijazah Presiden Berstatus Arsip Negara Seharusnya Ada di ANRI, Subhan Palal Laporkan Jokowi Tindak Pidana Kearsipan⁰

Berita Terbaru

Tenar News

_Reflective Thinking_ *Hukum Tata Negara Paradoks Ambigu

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:21 WIB