Prestasi MTQ Terus Merosot, LPTQ NTB Dinilai tak Punya Inovasi

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KH HM Sodri SQ

Lombok ,TeNar News , Media Siber Indonesia,-— Ikhtiar untuk mengembalikan kejayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di panggung Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional, kini menghadapi tantangan klasik, lambatnya respons birokrasi di tingkat daerah. Kurangnya inovasi dan kreasi dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) NTB dikhawatirkan dapat menjegal target besar daerah untuk menembus jajaran lima besar nasional.

Kritik tajam tersebut mengemuka setelah adanya sumbatan komunikasi antara pengurus LPTQ di Jakarta dan daerah. Tokoh masyarakat sekaligus pengurus LPTQ Jakarta asal NTB yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun, Ustadz HM Sodri, mengungkapkan bahwa warga NTB di Jakarta sebenarnya sangat siap memfasilitasi dan menyukseskan kafilah NTB yang akan berlaga pada MTQ Nasional, September 2026 mendatang.

“Niat kami tulus selaku orang NTB yang besar di dunia MTQ. Kami ingin membantu memfasilitasi kebutuhan kafilah selama di Jakarta agar semua berjalan lancar. Apalagi kami di sini memiliki jaringan rekanan hingga fasilitas wisma yang bisa digunakan oleh para qori-qoriah kita,” ujar Sodri, kepada Radar Lombok, melalui sambungan telepon, Kamis (7/2) malam.

Persoalan ini bermula saat perwakilan warga NTB di Jakarta melaporkan kesiapan fasilitasi tersebut langsung kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Merespons positif niat baik itu, Gubernur Iqbal secara lisan langsung memberikan arahan dan disposisi agar pihak terkait segera menghubungi Pengurus LPTQ NTB, TGH Sabaruddin, yang juga tercatat sebagai ASN di Kanwil Kemenag NTB.

Baca Juga :  Dana Rp 2,6 Miliar Dikembalikan, Kasus Motocross 2023 Dinyatakan Selesai

Hanya saja, respons dari daerah justru mengecewakan. Setelah ditunggu selama lima hari sejak instruksi tersebut diberikan, belum juga ada tindak lanjut nyata atau komunikasi balasan dari LPTQ NTB. “Gerakan dari daerah sangat lambat. Sudah lima hari sejak ditelepon, tapi belum ada tindak lanjut. Muncul asumsi atau kecurigaan di kalangan kami, seolah-olah ada ketakutan bahwa ‘kapling’ atau kewenangan mereka mau diambil. Padahal ini murni kerja ikhlas demi nama baik daerah,” sesal Sodri.

Baca Juga :  Organisasi Advokat & Paralegal FERADI WPI mengadakan Rapat Persiapan Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Baru

Ia mengingatkan agar ego sektoral atau persoalan internal manajemen LPTQ daerah jangan sampai mengorbankan nasib dan kemajuan para kafilah yang akan bertanding.

Kelesuan manajerial LPTQ NTB dinilai berbanding lurus dengan kemunduran prestasi kafilah dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Evaluasi Strategis LPTQ Provinsi NTB, posisi daerah ini terus merosot. Jika pada tahun 2020 NTB berhasil mengamankan peringkat 5 nasional, posisi tersebut melorot ke peringkat 10 pada tahun 2025, sebuah kemunduran posisi secara relatif sebesar 100 persen dalam lima tahun terakhir.

Bahkan dalam catatan historis, performa belakangan ini berbanding terbalik dengan era keemasan NTB pada tahun 1980–1983. Pada masa itu, nama-nama legendaris seperti Ramli Ahmad, Abu Bakar, dan Ahyar Rosidi (almarhum), serta Ustadz M. Zaidi dari Kekait yang kini menjadi satu-satunya saksi hidup yang masih ada, mampu membuat nama NTB mendominasi panggung nasional

“Sangat disayangkan, LPTQ NTB yang bertugas sekarang seperti kehilangan inovasi dan kreasi. Akibatnya ranking kita merosot terus. Kalau Gubernur menggaungkan tagline ‘NTB Mendunia’, maka urusan MTQ ini minimal harus bisa me-nasional dulu, masuk lima besar,” tegas mantan qori nasional era 80-an tersebut.

Analisis data menunjukkan bahwa penurunan prestasi NTB terjadi karena pola pembinaan yang masih bersifat musiman (event-based), belum institusional dan berjenjang seperti yang diterapkan oleh provinsi langganan lima besar seperti DKI Jakarta atau Jawa Barat. Melalui momentum ini, Pemprov NTB didesak untuk melakukan intervensi strategis dan reformasi manajemen di tubuh LPTQ NTB.

Baca Juga :  Kadiskominfo hadiri Milad & syukuran Maje'lis Taklim Balwan di Cisarua Puncak

Beberapa rekomendasi mendesak yang perlu segera dieksekusi antara lain, membentuk Tim Teknis Permanen Pembinaan Nasional, menyelenggarakan program karantina terstruktur minimal dua kali setahun, mengintegrasikan program LPTQ dengan beasiswa daerah dan lintas OPD, serta menghilangkan sekat birokrasi dan membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk warga perantauan di Jakarta.

“Kritik ini lahir dari rasa cinta dan tanggung jawab moral terhadap masa depan generasi qori-qoriah NTB. Kita butuh reformasi manajemen, konsistensi pembinaan, serta political will yang kuat agar brand ‘Qur’ani’ yang melekat pada Bumi Gora tidak semakin tergerus di tingkat nasional,” pungkas Sodri.

Provinsi NTB … Qori’- Qoriah sering jadi Juara Ditingkat Dunia.. Bagaimana selanjutnya!!!!

Berita Terkait

Pernyataan Dewan Pers Tentang Tindakan yang Bernada Merendahkan Profesi Wartawan
Sidang Perdana Gugatan JPT Tangsel: DPP GHARIS Desak Pemerintah Kota Tangsel Terapkan Transparansi dan AUPB
KPK OTT Bupati Lombok Barat, 19 Orang Diamankan
Eksekusi Lahan di Serua Depok Diwarnai Perdebatan, Kuasa Hukum Termohon Sebut Batas Tanah Tak Jelas
Tingkatkan Kesadaran Mahasiswa, Kemenkum DK Jakarta Sosialisasikan Tindak Pidana Narkoba dalam KUHP Baru
Kanwil Kementerian Hukum DK Jakarta Bekali Siswa Baru SMKN 32 dengan Pemahaman Kenakalan Remaja dan Konsekuensi dalam KUHP Baru
Pengajian rutin mingguan Majlis ta’lim Bangun Lestari Pisangan Ciputat Timur 
Menko Yusril Ihza Mahendra di UIN Jakarta Soroti Pentingnya Etika Peradaban dalam Penegakan Hukum
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:06 WIB

Pernyataan Dewan Pers Tentang Tindakan yang Bernada Merendahkan Profesi Wartawan

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:43 WIB

Sidang Perdana Gugatan JPT Tangsel: DPP GHARIS Desak Pemerintah Kota Tangsel Terapkan Transparansi dan AUPB

Senin, 20 Juli 2026 - 22:51 WIB

KPK OTT Bupati Lombok Barat, 19 Orang Diamankan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:30 WIB

Eksekusi Lahan di Serua Depok Diwarnai Perdebatan, Kuasa Hukum Termohon Sebut Batas Tanah Tak Jelas

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:10 WIB

Tingkatkan Kesadaran Mahasiswa, Kemenkum DK Jakarta Sosialisasikan Tindak Pidana Narkoba dalam KUHP Baru

Berita Terbaru

Tenar News

KPK OTT Bupati Lombok Barat, 19 Orang Diamankan

Senin, 20 Jul 2026 - 22:51 WIB