HADIRILAH BERAMAI -Jakarts ,TeNar News .Serikat media siber Indonesia -Salah satu tradisi yang selalu hadir saat Idulfitri yakni Halalbihalal. Biasanya Halalbihalal dilakukan dengan bersilaturahmi ke rumah tetangga, saudara, dan kerabat. Pada acara Halalbihalal, Hati ini Sabtu,25/4/2026 / 1447 H menyelenggarakan Halal bihalal Kubro bagi Masyarakat lombok se Jabodetabek yang di adakan di Ponpes Nw Cakung Jakarta, di mulai Pukul 8 ,00 wib, yang akan di hadiri Pejabat Nusa tenggara Barat Gubernur, Bupati, walikota.Anggota DPR- RI -DPD RI Dapil NTB,
Halalbihalal menjadi tradisi yang terus berkembang hingga saat ini. Halalbihalal juga berkembang menjadi ajang “open house”, di mana sebuah Ponpes Nw di bilangan Cakung dipake untuk HALAL BIHALAL AKBAR WARGA RANTAU LOMBOK Se-jabodetabek
Halalbihalal ternyata memiliki sejarah sendiri di Indonesia. Tradisi ini merupakan tradisi asli Indonesia yang tak dapat ditemukan di negara-negara lain. Nah, seperti apa sejarah Halalbihalal
Halalbihalal memang terdengar seperti berasal dari bahasa Arab. Halalbihalal sebenarnya berasal dari kata serapan ‘halal’ dengan sisipan ‘bi’ yang berarti ‘dengan’ (bahasa Arab) di antara ‘halal’. Namun, Halalbihalal sebenarnya bukan berasal dari Arab, melainkan merupakan tradisi yang dibuat di Indonesia. Kata Halalbihalal bahkan sudah dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dalam KBBI, Halalbihalal berarti hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan.
Panitia pelaksana Halalbihalal Lombok Rantau menunjukkan semangat yang tinggi dalam mempersiapkan acara yang akan digelar pada Sabtu, 25 April 2026 di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta. Acara yang ditunggu-tunggu oleh warga Lombok Rantau ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan memperingati Hari Raya Idul Fitri.
Ketua Panitia, Buchory, menyatakan bahwa persiapan sudah mencapai 90% dan panitia masih terus bekerja keras untuk memastikan acara berjalan lancar. “Kami sangat antusias dan berharap acara besok dapat berjalan dengan sukses dan memberikan kesan yang baik bagi para tamu undangan,” ujarnya.
Acara Halalbihalal Lombok Rantau ini akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, termasuk tausiah, doa bersama, dan makan bersama. Sebagai hiburan, panitia juga telah menyiapkan penampilan kesenian khas dari budaya Lombok yaitu Gendang Beleq. Gendang Beleq merupakan musik tradisional yang dimainkan secara berpasangan dan menjadi simbol kebersamaan masyarakat Sasak.
Dengan semangat dan kerja keras panitia, acara Halalbihalal Lombok Rantau pada Sabtu, 25 April 2026 ini diharapkan dapat menjadi acara yang berkesan, meriah, dan memberikan kebahagiaan bagi semua yang hadir.
Dalam kamus ini alal behalal berarti dengan salam (datang, pergi) untuk (memohon maaf atas kesalahan kepada orang lebih tua atau orang lainnya setelah puasa (Lebaran, Tahun Baru Jawa). Sementara halal behalal diartikan sebagai dengan salam (datang, pergi) untuk (saling memaafkan di waktu Lebaran).
Asal usul istilah Halalbihalal ini bermula dari pedagang martabak asal India di Taman Sriwedari Solo sekitar tahun 1935-1936. Pada saat itu, martabak tergolong makanan baru bagi masyarakat Indonesia.
Pedagang martabak ini dibantu dengan pembantu primbuminya kemudian mempromosikan dagangannya dengan kata-kata ‘martabak Malabar, halal bin halal, halal bin halal’. Sejak saat itu, istilah halalbehalal mulai populer di masyarakat Solo.
Masyarakat kemudian menggunakan istilah ini untuk sebutan seperti pergi ke Sriwedari di hari lebaran atau silaturahmi di hari lebaran. Kegiatan Halalbihalal kemudian berkembang menjadi acara silaturahmi saling bermaafan saat Lebaran.
Makna Halal Bihalal
Halalbihalal tidak dapat diartikan secara harfiah dan satu persatu antara halal, bi, dan halal. Istilah ‘halal’ berasal dari kata ‘halla’ dalam bahasa Arab, yang mengandung tiga makna, yaitu halal al-habi (benang kusut terurai kembali); halla al-maa (air keruh diendapkan); serta halla as-syai (halal sesuatu).
Dari ketiga makna tersebut dapat ditarik kesimpulan makna halalbihalal adalah kekusutan,kekeruhan atau kesalahan yang selama ini dilakukan dapat dihalalkan kembali. Artinya, semua kesalahan melebur, hilang, dan kembali sedia kala.( Red )




