Merasakan Kehadiran Allah Dalam Setiap Helaan Nafas

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ ………

Setiap kita tentu mendambakan ketenangan batin. Ketenangan itu muncul saat kita merasakan kehadiran Allah Swt. di dalam hati. Namun, kejujuran pada diri sendiri harus kita kedepankan: mampukah kita merasakan getaran keagungan-Nya saat kita sedang sendiri maupun di tengah keramaian? Inilah ujian keimanan yang sesungguhnya.

Kesadaran akan kehadiran Allah (muraqabah) hanya akan dirasakan oleh mereka yang memiliki kualitas iman yang mapan. Mana mungkin kehadiran Allah begitu terasa jika hati kita dipenuhi kabut kelalaian? Hanya iman yang kokoh yang mampu menghadirkan rasa diawasi oleh Allah dalam setiap keadaan.

Allah Swt. menegaskan pengawasan-Nya dalam Al-Qur’an:

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ

“Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (QS. Asy-Syu’ara: 217–219)

Rasulullah Saw. pun memperkuat hal ini dalam hadisnya tentang hakikat ihsan:

أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

“Engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim )

Baca Juga :  Soal Pemukulan Wartawan di Depok, Tokoh dan Sekjen Organisasi Pers Angkat Bicara

Kesadaran ini sangat kita butuhkan. Dengan merasa diawasi, kita akan selalu berhati-hati. Tidak ada satu huruf pun yang tersembunyi dalam hati, tidak ada lintasan pikiran sekecil apa pun, kecuali Allah mengetahuinya. Kita tidak bisa bersembunyi, karena tidak ada sejengkal tanah pun di bumi ini yang lepas dari pengetahuan-Nya.

Mungkin ada yang beranggapan bahwa sesuatu yang tidak terlihat itu tidak ada. Ini adalah kekeliruan besar. Mari kita bicara secara ilmiah. Di dalam diri kita sendiri, banyak hal yang tidak terlihat namun kita yakini keberadaannya. Pernahkah kita melihat jantung kita bekerja? Pernahkah kita melihat aliran darah, ginjal, atau usus kita saat ini? Tidak. Namun kita yakin mereka ada karena fungsinya terasa. Bahkan ruh yang membuat kita hidup pun tak kasat mata. Ketiadaan penglihatan bukan berarti ketiadaan keberadaan.

Para ahli menjelaskan bahwa indra manusia itu terbatas. Mata kita hanya menangkap spektrum cahaya tertentu. Maka, ketiadaan penampakan bukan berarti ketiadaan eksistensi. Alam semesta yang luas, gunung yang kokoh, hingga keteraturan orbit planet adalah “karya dahsyat” yang menunjukkan adanya Sang Pencipta. Secara logika, mustahil ada sebuah karya tanpa ada penciptanya.

Lantas, bagaimana cara membangkitkan kesadaran agar kita benar-benar merasa Allah hadir begitu dekat, bahkan lebih dekat dari urat nadi kita?

Pertama, tumpahkan keyakinan bahwa Allah benar-benar ada. Pupuklah keyakinan ini dengan melazimkan kalimat tauhid, Laa ilaaha illallah. Ucapkan dan resapi setiap harinya, terutama setelah shalat lima waktu, hingga ia menjadi ruh dalam setiap tindakan kita. Tauhid yang hidup akan melahirkan kesadaran yang kuat.

Kedua, tadaburi alam semesta (tafakkur). Jangan remehkan ciptaan yang kecil. Dari seekor nyamuk hingga bentangan langit, terdapat ilmu pengetahuan dan hikmah yang luar biasa. Jika kita mengkaji dengan ilmu pengetahuan, kita akan menemukan bahwa setiap keteraturan alam adalah bukti kehebatan pengatur-Nya. Alam adalah ayat-ayat kauniyah yang berbicara tentang kebesaran Allah.

Ketiga, tadaburi Al-Qur’an. Dengan rajin membaca dan merenungi isi Al-Qur’an, kita akan tahu apa yang diinginkan Allah. Kita akan melihat bahwa ayat-ayat Al-Qur’an memiliki presisi yang sangat akurat dengan realitas kehidupan dan keteraturan bumi. Tidak ada satu pun yang bertentangan dengan kebenaran sejati.

Baca Juga :  Petinggi Depok terseret di kasus tanah 9,3 Ha Gugatan No.no 254, Hakim Ketua tunda sidang .

Keempat, istiqamah memegang prinsip agama. Semakin kuat kita memegang nilai-nilai agama, semakin peka batin kita merasakan ketenangan jiwa. Allah tidak pernah tidur; Dia senantiasa menilai, mencatat, dan akan memberikan balasan yang sempurna di akhirat kelak. Setiap amal sekecil apa pun tidak akan pernah sia-sia di sisi Allah.

Mari kita jadikan hidup ini sebagai sarana untuk meraih rida-Nya. Sadarilah bahwa Dia senantiasa bersama kita:

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ

“Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.” (QS. Al-Hadid: 4)

Semoga dengan kesadaran ini, kita menjadi hamba yang lebih jujur, lebih tulus, dan lebih berhati-hati dalam melangkah. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan merahmati setiap detik kehidupan kita.

Oleh karena waktu yang terbatas, inilah uraian khutbah Jumat singkat yang dapat khatib sampaikan. Semoga besar arti dan manfaatnya bagi kita semuanya. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

( PW NWDI BANTEN )

Berita Terkait

Purbaya Akan Ajukan Pengganti 3 Dirjen Kemenkeu ke Presiden pada Mei 2026
Halalbihalal MT Balai Wartawan Depok di Puncak, Pererat Silaturahmi dan Tebar Keberkahan
Mengunakan Medsos Tetap Menjaga Etika Publik
Pemkab Bogor Relokasi Ratusan PKL pasar Parung
Halal Bihalal UMKM Kelurahan Paninggilan Utara” UMKM Semakin Solid”
Puluhan Tokoh Sepakat Lanjutkan Gagasan Try Sutrisno, Kembali ke UUD 1945 dan Haluan Negara*
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa
Dewan td Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 13:06 WIB

Purbaya Akan Ajukan Pengganti 3 Dirjen Kemenkeu ke Presiden pada Mei 2026

Kamis, 23 April 2026 - 12:36 WIB

Merasakan Kehadiran Allah Dalam Setiap Helaan Nafas

Kamis, 23 April 2026 - 11:41 WIB

Halalbihalal MT Balai Wartawan Depok di Puncak, Pererat Silaturahmi dan Tebar Keberkahan

Senin, 20 April 2026 - 21:34 WIB

Mengunakan Medsos Tetap Menjaga Etika Publik

Sabtu, 18 April 2026 - 17:32 WIB

Pemkab Bogor Relokasi Ratusan PKL pasar Parung

Berita Terbaru

Tenar News

Merasakan Kehadiran Allah Dalam Setiap Helaan Nafas

Kamis, 23 Apr 2026 - 12:36 WIB

Tenar News

Mengunakan Medsos Tetap Menjaga Etika Publik

Senin, 20 Apr 2026 - 21:34 WIB

Tenar News

Pemkab Bogor Relokasi Ratusan PKL pasar Parung

Sabtu, 18 Apr 2026 - 17:32 WIB