PROF. HENUK TAMPAR AKADEMISI YANG DIAM TIARAP MEMBIARKAN KEJAHATAN MERAJALELA*

- Jurnalis

Senin, 21 Juli 2025 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Profesor Yusuf Leonard Henuk, Guru Besar Universitas Sumatera Utara (2021-2022), dalam program “Forum Keadilan TV”. [YouTube] bersuara lantang mengguncang diskursus publik terkait isu ijazah Presiden Joko Widodo yang tak berkesudahan.

Tak hanya sekadar mempertanyakan, Guru Besar Universitas Sumatera Utara (2021-2022) ini secara terbuka menantang dan menyentil para akademisi lain yang dianggapnya bungkam dan ‘tiarap’ dalam menghadapi isu krusial yang menyangkut integritas pemimpin negara.

Melalui kanal “Forum Keadilan TV”, Profesor Henuk melontarkan kritik pedas yang menyoroti apa yang ia sebut sebagai krisis keberanian di kalangan intelektual. Baginya, persoalan ini telah menjadi batu ujian sejati bagi muruah para guru besar di seluruh Indonesia.

*Tamparan Keras: Akademisi Boleh Salah, Tak Boleh Bohong*

Pernyataan paling menohok dari Profesor Henuk menjadi prinsip dasar yang ia gugat dari rekan-rekan seprofesinya. Ia membedakan secara tegas antara peran akademisi dan politisi dalam ruang publik, sebuah garis yang menurutnya mulai kabur.

Baca Juga :  Menjemput Malam Lailatul Qadar Di Mushalla Baiturrahman

“Akademisi itu boleh salah tapi tidak boleh bohong. Kalau politikus boleh bohong,” tegasnya dikutip dari YouTube pada Sabtu (19/7/2025).

Kalimat tersebut bukan sekadar pernyataan, melainkan sebuah tamparan keras bagi dunia akademik. Ini menyiratkan adanya fenomena di mana kaum cendekiawan lebih memilih diam atau bahkan menyembunyikan kebenaran demi mengamankan posisi, alih-alih menjalankan fungsi pencerahan bagi masyarakat.

Kekecewaan Profesor Henuk tak berhenti di situ. Ia secara spesifik mengkritik para profesor yang ia anggap hanya memiliki keberanian di lingkungan terbatas kampus, namun kehilangan taji saat berhadapan dengan isu sensitif di level nasional.

“Banyak profesor itu cuma jago di kandang. Di luar, ketika bicara soal ijazah Pak Jokowi, langsung pada tiarap,” ujarnya dengan nada menyindir.

Baca Juga :  Perbedaan dalam Penetapan Awal Bulan Kalender Hijriah di Indonesia bukanlah suatu hal yang baru. Pada penetapan awal Ramadhan tahun ini, misalnya, keputusan 1 Ramadhan terbagi menjadi 2 April 2022 dan 3 April 2022.

Menurutnya, keengganan para guru besar untuk bersuara inilah yang membuat polemik ijazah terus bergulir tanpa ada kejelasan yang memuaskan publik.

Ia pun merasa bangga menjadi salah satu dari sedikit akademisi yang berani mengambil risiko untuk menyuarakan keraguannya.

Baginya, viralnya pernyataan yang ia buat adalah bukti bahwa ia berdiri di atas kebenaran. “Pernyataan saya mengenai ijazah Jokowi itu benar, dan karena itu menjadi viral,” klaimnya.

Siap Dipenjara Demi Kebenaran, Bukan Sekadar Meneliti

*Komitmen Profesor Henuk pada prinsip yang dipegangnya ia buktikan dengan kesiapan menanggung risiko paling ekstrem walaupun harus dipenjara penguasa. Kalau akademisi mati kutu diam bungkam tiarap tak berani bersuara maka negara ini akan rusak dikuasai mafia. Kalau mafia sudah menguasai dan mengendalikan kepolisian maka jangan harap ada keadilan di negeri ini.*( Kzs )

Berita Terkait

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 
HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas
Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru
Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan
Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia
Din Syamsuddin Jajaki Kerja Sama Cina dengan Masyarakat Muslim Indonesia dalam Berbagai Bidang Peradaban
INNALILLAHI, TUAN GURU BAGU WAFAT DI USIA 90 TAHUN, NTB KEHILANGAN ULAMA KHARISMATIK
Kh Husnul Maad Kholil, Ketua Nazir Ponpes Salafus Sholihin, Tunjukkan Dokumen Sah Tanah wakaf 2000M2 Sudah jadi Tol
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:46 WIB

HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:03 WIB

Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:51 WIB

Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia

Berita Terbaru