DEPOK-tenarnewstv9: Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kec. Bojongsari, Kota Depok, 18/02/ 2025 berlangsung sukses
Acara yang dihadiri Seluruh lurah, dan ketua RT/RW, LPM, anggota DPRD Kota Depok Babai Suhaemi, serta perwakilan Bappeda Kota Depok (Neng) dan sejumlah warga setempat berlangsung seperti yang diharapkan
Dalam sambutannya, Anggota DPRD Kota Depok Babai Suhaemi ia tidak hanya memberikan berbagai masukan konstruktif,tapi juga dengan tegas”sentil” perwakilan Bappeda Dengan menyoroti dua hal utama yang menurutnya kurang maksimal dalam perencanaan pembangunan olahraga dan kesenian. Babai mencatat, olahraga yang tercatat dalam perencanaan hanya dua jenis, sementara kesenian yang dipilih hanya Marawis. Padahal, masih banyak jenis kesenian dan lahraga lain yang lebih dibutuhkan oleh masyarakat,tegas Babai selain itu, Babai juga menyinggung masalah perumahan yang sudah melibatkan investor dari Jepang, yang saat ini diduga sedang bermasalah dengan perumahan lain menurut Babai Bappeda harus lebih teliti dalam merencanakan pembangunan perumahan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, harapnya
Masalah lain yang disorot Babai adalah terkait pembangunan Alun-Alun Bojongsari yang melibatkan banyak pihak luar. Ia mengkritik penggunaan anggaran yang tidak sebanding dengan partisipasi masyarakat lokal, di mana 75% pengelolaannya melibatkan pihak luar. Babai juga mencatat kegagalan dalam perencanaan Alun-Alun GDC, terutama terkait dengan masalah lahan parkir yang kini menggunakan sepadan jalan Boulevard.
Babai menegaskan bahwa anggaran sebesar 300 juta yang dialokasikan berbasis RW terlalu sempit untuk mencakup kebutuhan masyarakat yang beragam. Ia meminta kepada Neng, perwakilan dari Bappeda, untuk menyampaikan kepada Kepala Badan Sarana Olahraga agar mempertimbangkan lebih banyak jenis olahraga dan kesenian yang relevan dengan keinginan masyarakat. “Jangan hanya memaksakan kemauan kita kepada masyarakat, tetapi kita harus lebih peka terhadap kebutuhan mereka,” ujar Babai.
Musrenbang ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi dan memperbaiki perencanaan pembangunan agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama di Kecamatan Bojongsari,tutupnya.
( Tim Tenarnewstv9 )


