By. MS. Tjik. NG
الله اكبرالله اكبرالله اكبرالله لااله الا الله والله اكبرالله اكبرولله الحمد
“Setelah berpuasa satu bulan lamanya, Berzakat fitrah menurut perintah agama, kini kita beridul fitri berbahagia, mari kita berlebaran bersuka gembira”
Penggalan lirik lagu “Selamat Lebaran”
(Ismail Marzuki )_
Momentum melantunkan dan menggelorakan pekik Takbir Allahu Akbar inilah saat yang dianjurkan diperintahkan Tuhan, bukan pada saat demonstrasi
Seperti tersirat dalam Qur’an Surat 185:
ولتكملوا العدۃ ولتكبروا الله علئ ما هدئ كم ولعلكم تشكرون
“Hendaklah kamu mencukupkan bilangan harinya,dan mengagung kan Allah atas petunjuk- Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur”
Idul Fitri tahun 1444H ini adalah Hari lebaran, Hari Raya pertama pasca pandemi Covid-19. Puji syukur pantas selalu kita ucapkan dan kita lakukan, Ibadah puasa 1 bulan Ramadhan full nyaris tidak ada gangguan yang berarti lancar, aman dan nyaman
Atmosphere dan kondisi itu otomatis menambah grit, khusyu’ dan khidmat ummat Islam dalam praktek ibadah puasa bulan ramadhan yang mulia
Boleh jadi sebelum Ramadhan tiba kita malas baca Qur’an, kita malas bersedekah, malas qiyamullail dan ritual ibadah lainnya
Ramadhan mampu menggetarkan hati kita untuk lebih mendekat, membangun relasi ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa ( Allah)
Agar kita menjadi orang yang bertaqwa (Muttaqin)_
Idul Fitri hari dimana kita kembali menjadi Fitra, suci itulah dambaan setiap Shoimin dan Shoimat. Idul Fitri pula sebagai tonggak barometer perubahan 11 bulan ke depan untuk
menjadi pribadi yang pandai bersyukur, rajin membaca dan tadabbur Qur’an , senang berbagi (sedekah) menjadi pemaaf dan tidak munafik, mencaci maki serta tidak korupsi
Teringat dan terkesan Senandung indah nan riang “Selamat Lebaran” karya komposer berbakat dan terkenal Ismail Marzuki, lirik-liriknya jenaka, riang dan satire khusus kondisi Indonesia pada saat itu, namun demikian Lagu populer tersebut tetap relevan dan nyambung hingga kini bahkan hingga nanti melintas generasi, mustahil dalam suasana lebaran tak terdengar Lagu “Selamat Lebaran” sebagai Senandung melintas zaman, disamping itu sudah pasti dahsyatnya suara gempita “Takbir Allahu Akbar”
Untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri sering terdengar di Media sosial radio dan televisi lagu- lagu bertema Lebaran, adalah salahsatunya Lagu yg populer dan tidak asing di dengar adalah lagu “Selamat Lebaran” dengan sangat piawai dan keahlian merangkai kata yang tersusun indah dalam lirik-lirik lagunya. Lagu ini pertama kali direkam pada tahun 1954 di RRI Jakarta dinyanyi kan pertama kali oleh Didi ( Suyoso K ) simak saja misalnya:
Dalam bait-bait Reffren “Minal Aidin Walfaidzin, maaf kan lahir dan bathin” Berkat tembang ini pula frasa “Minal Aidin Walfaidzin Maafkan Lahir dan Bathin” menjadi viral dan populer khususnya di kalangan ummat Islam
Pada tahun itu juga Bang Maing pangilan akrab Ismail Marzuki yang lahir di Kwitang Jakarta Pusat ini menulis sekaligus mengingatkan kita semua “Soal Korupsi” dalam liriknya:
“Maafkan lahir dan bathin” Lang taon hidup prihatin”
“Kondangan boleh
kurangin, “Korupsi”
jangan kerjain”_.
Senandung riang penuh harap dan doa serta ajakan utk saling memberi maaf, prihatin, berakhlaqul karimah dan peringatan untuk tidak melakukan Tindak Pidana Korupsi ( TPK ) turut menyemarakkan suasana lebaran yang penuh suka cita dan tawa canda
Perihal Korupsi Jauh hari sekira tahun 1950an atau tahun 1954 saat lagu tersebut direkam pertama kalinya di RRI Jakarta bergema, Bang Maing sudah lebih awal mengkampanyekan Anti Korupsi, jauh sebelum Rhoma Irama syiarkan melalui lagunya yang bergenre Dangdut, tentu jauh sebelum ada KPK
Kata-kata Korupsi menurut versi yuridis muncul di persada Republik Indonesia pada tahun 1957. Dengan dikeluarkannya Perturan Penguasa Militer Nomor PRT/PM/06/1957 Tentang Pemberantasan Korupsi
Selamat Lebaran, sebagai tema senandung terkoneksi lintas masa ini, sebuah karya spektakuler dari Sang Maestro Ismail Marzuki sangat wajar dan pantas kita apresiasi terhadap jasa besarnya
Kini saatnya kita berpisah secara baik-baik dengan bulan Ramadhan berkah dan mulia, berharap kiranya segala amal ibadah yang kita lakukan diterima Allah Azza Wajalla, dengan harap-harap cemas semoga kita dapat dipertemukan kembali dengan bulan-bulan Ramadhan berikutnya
Pada kesempatan pertama ini izinkan Saya mohon maaf lahir bathin jika selama ini ada kesalahan dan kekhilafan baik dalam sikap, prilaku dan tutursapa
Selamat merayakan Idul Fitri 1444 Hijriah, taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya Ilahana
Wallahu A’lam Bisshawab
( C210423 ) Tabik🤝🙏
