Jakarta – Tenarnews.com.Awalnya, Saiful mengaku mendapatkan kabar bahwa proses seleksi calon Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tempatnya mengajar, akan dilaksanakan di Hotel Sangrila Surabaya.
Dia mempertanyakan mengapa pelaksanaannya tidak di Departemen Agama (Depag) Jakarta atau UIN Ciputat saja, sementara calon dan tim penyeleksinya sendiri hampir seluruhnya dari Depag Jakarta.
“Prosedur pemilihan rektor di UIN atau di bawah Depag pada intinya tak ditentukan oleh pihak UIN sendiri seperti oleh senat, melainkan oleh Menteri Agama seorang diri. Mau-maunya menteri saja mau milih siapa. UIN dan senat Universitas tidak punya suara. Ini seperti lembaga jahiliah,” tulis Saiful mujani
Menurut Saiful, dalam prosesnya pihak senat UIN hanya mencatat siapa saja yang mendaftar dan memenuhi persyaratan calon rektor. Selanjutnya, hasil inventaris senat diberikan rektor ke Depag untuk diseleksi oleh tim.
Rektor UIN Selalu Dipilih oleh Senat
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1243643/original/053767000_1464088705-uin_jkt.jpg)
Ilustrasi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Padahal, lanjut Saiful, pemilihan rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selalu dipilih oleh senat guru besar.
“Sebelum kebijakan cara pemilihan rektor seperti sekarang, rektot UIN/IAIN dipilih oleh senat guru besar, dan telah melahirkan rektor-rektor yang kami hormati, banggakan, dan cintai seperti prof Harun Nasution, prof Quraish Shihab, prof Azyumardi Azra, prof Komaruddin Hidayat,” tutup Saiful.(Red)


