Erros Djarot Deklarasikn GBN Sebagai Gerakan Budaya Cita-Cita Luhur Foundiing Father

- Jurnalis

Senin, 30 Mei 2022 - 01:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,Tenarnews tv9. Djarot bersama sejumlah aktivis, tokoh politik dan mantan pengurus partai politik (parpol) mendeklarasikan Gerakan Bhineka Nasionalis (GBN). Erros Djarot sebagai Ketua Umum GBN menyampaikan, ini adalah wadah perjuangan kaum nasionalis Indonesia dari berbagai elemen bangsa yang menempatkan kebhinnekaan sebagai kekayaan penguat dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Erros Djarot mendirikan GBN bersama sejumlah tokoh politik, sebut saja Badikenita Putri Sitepu yang menjabat sebagai wakil ketua umum GBN. Badikenita merupakan Ketua Umum DPP Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) periode 2020-2025 dan anggota DPD asal Sumatera Utara selama 2 periode, 2014-2019 dan 2019-2024.

lanjutnya, perjuangan mewujudkan kemerdekaan agar rakyat merdeka dan memerdekakan merupakan panggilan GBN. Paling tidak, GBN lahir sebagai gerakan budaya mengembalikan cita-cita luhur founding father sesuai UUD 1945.

Gerakan ini sebagai gerakan budaya yang mengingatkan seluruh komponen bangsa, terutama politisi yang sudah melupakan UUD 1945. Serta melanggengkan KKN dalam pengelolaan negara,” tegas Erros Djarot.

Sementara jabatan sekjen GBN diberikan kepada Dhia Prekasha Yoedha, pendiri Yayasan Jurnalis Independen dan pernah menjadi juru bicara DPD PDIP DKI, serta mantan wartawan.

Erros mengatakan GBN lahir pada 20 Mei 2022, namun baru dideklarasikan secara resmi pada hari ini, Minggu (29/5/2022) di kantor gedung pusat GBN, Jalan Penjernihan I, Jakarta Pusat.

Erros mengungkapkan, tujuan pendirian GBN berdasarkan empat hal. Pertama, menempatkan setiap alinea yang tersurat dan tersirat dalam pembukaan dan pasal-pasal UUD 1945 berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945 sebagai pijakan sekaligus arah dan tujuan perjuangan mewujudkan masyarakat gemah ripah loh jinawi.

Baca Juga :  Wisuda Dan Pelepasan Siswa/i Yayasan Aldiana Nusantara

Selama ini Pancasila dijadikan salah satu pilar dari empat pilar berbangsa dan bernegara. Saya mau tegaskan, Pancasila bukan pilar, tapi dasar dari semua pilar,” kata Erros Djarot.

Bagi GBN, lanjutnya bendera Merah Putih, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI merupakan empat pilar kebangsaan yang wajib dipertahankan dan dilestarikan. Pancasila adalah dasar utama dari keempat pilar kebangsaan tersebut yang menjadi satu kesatuan tak terpisahkan dalam upaya mencapai dan mewujudkan cita-cita kebudayaan Indonesia.

Erros menerangkan GBN hendak

dan membangun kembali kekuatan rakyat sebagai program kerja yang bersifat mutlak dan mendesak. Dikatakan, tujuan Indonesia merdeka dapat diwujudkan hanya dengan bersatunya rakyat dalam satu barisan yang sadar akan hak dan tanggung jawab.

Indonesia adalah negara kaya raya sehingga tidak sepatutnya menjadi bangsa miskin. Jutaan rakyatnya hidup dalam kemiskinan akibat proses pemiskinan yang terus berlanjut. Indonesia harus dimerdekakan dari cengkeraman oligarki yang memiskikan rakyat dan bangsa Indonesia,” ujar Erros Djarot.

Perjuangan mewujudkan kemerdekaan agar rakyat merdeka dan memerdekakan merupakan panggilan GBN. Paling tidak, GBN lahir sebagai gerakan budaya mengembalikan cita-cita luhur founding father sesuai UUD 1945.

Baca Juga :  Pemimpin Baru Kab Intan Jaya,Aner Maisini - Elias Igapa periode 2024-2029.

Gerakan ini sebagai gerakan budaya yang mengingatkan seluruh komponen bangsa, terutama politisi yang sudah melupakan UUD 1945. Serta melanggengkan KKN dalam pengelolaan negara,” tegas Erros Djarot.

Dalam kesempatan ini, Erros mempertanyakan hasil reformasi 1998 yang memperjuangkan Indonesia sebagai negara tanpa korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Namun kenyataannya, kondisi pascareformasi dinilainya lebih buruk dari era orde baru. Praktik KKN sedang dipertontonkan oleh para penguasa dan tokoh politik.

Lihat saja, sudah sudah lima kali pemilu, apa yang dihasilkan? Yang berkuasa itu-itu saja, dan negara semakin tanpa arah, jauh dari cita-cita UUD 1945. Karena itu GBN lahir sebagai gerakan budaya untuk mengingatkan segenap anak bangsa bahwa kekuasaan harus berpihak kepada rakyat dan dalam rangka mensejahterakan rakyat. Bukan hanya segelintir orang,” terang Erros Djarot.

Dede Hendra selaku Bendahara GBN Jawa Barat mengatakan GBN gerakan yang menampung semua golongan yang saya pikir bagus untuk di dukung.

GBN hadir agar rakyat merdeka dan memerdekakan merupakan panggilan GBN. Paling tidak, GBN lahir sebagai gerakan budaya mengembalikan cita-cita luhur founding father sesuai UUD 1945.

Saya berharap GBN bisa mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga NKRI agar kembali kepada UUD 1945. (Guruh)

Berita Terkait

Ase Edi Masturo, SE dan Kepala Kecamatan Beji Agus Sofan, ST,.MT, Lurah Kukusan, serta para Ketua RT/RW dan warga sekitar.
Abah Uhel: Kejatuhan Seorang Teladan, Presiden Forum Kebangsaan
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Lantik Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jawa Barat Dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Se-Jawa Barat
SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia yang Diadakan Dewan Pers
Pers perlu jaga profesionalisme di tengah disrupsi informasi
Ini Isi Video yang Bikin Grace Natalie Dilaporkan ke Polisi yg
Apresiasi Program MBG, Ketum SOBAT NUSANTARA: Beri Kepastian Pasar Bagi Petani dan Peternak
Iqbal Tambah Insentif 1.759 Guru PPPK Paruh Waktu pada Momen Hardiknas 2026
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:01 WIB

Ase Edi Masturo, SE dan Kepala Kecamatan Beji Agus Sofan, ST,.MT, Lurah Kukusan, serta para Ketua RT/RW dan warga sekitar.

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:15 WIB

Abah Uhel: Kejatuhan Seorang Teladan, Presiden Forum Kebangsaan

Senin, 11 Mei 2026 - 21:27 WIB

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Lantik Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jawa Barat Dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Se-Jawa Barat

Senin, 11 Mei 2026 - 13:40 WIB

SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia yang Diadakan Dewan Pers

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:19 WIB

Pers perlu jaga profesionalisme di tengah disrupsi informasi

Berita Terbaru

Tenar News

Abah Uhel: Kejatuhan Seorang Teladan, Presiden Forum Kebangsaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:15 WIB

Tenar News

Pers perlu jaga profesionalisme di tengah disrupsi informasi

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:19 WIB