Lombok,Tenarnewstv/Serikat Media siber Indonesia,-Ketua Umum SOBAT NUSANTARA, Imam Hidayat memberi apresiasi tinggi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena dinilai tidak hanya bermanfaat bagi penerima manfaat, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi para petani dan peternak.
“Program ini merupakan jawaban konkret atas cita-cita Presiden untuk pembangunan yang merata dan berkeadilan sosial,”
Ditegaskan Imam Hidayat bahwa Program MBG ini menjadi solusi komprehensif yang bisa memberi keuntungan bagi banyak pihak. Karena itu, dirinya memberi apresiasi yang tinggi sebab program MBG itu tidak hanya memberikan manfaat kepada penerima manfaat, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak terhadap produk mereka.
Untuk mensinergiskan program Makan Bergizi Gratis, SOBAT NUSANTARA telah bekerjasama dengan sejumlah Pondok Pesantren agar bisa sama-sama mengakselerasi program MBG ini.
Komitmen SOBAT NUSANTARA terhadap kualitas program juga terlihat dari pembangunan rumah potong unggas (slaughterhouse) dengan label halal. Fasilitas ini memastikan keamanan dan kualitas protein hewani yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis.
Lebih jauh Imam Hidayat menjelaskan bahwa Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis hendaknya berfokus pada tiga aspek strategis, yakni :
Pertama, Anti-Inflasi: Memastikan tidak terjadi kenaikan harga yang tidak terkendali melalui pemantauan ketat dengan aplikasi Natas Harga.
Kedua, Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal dengan memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak lokal sehingga meningkatkan kesejahteraan ekonomi komunitas.
Ketiga adalah Kepastian Halal dengan menjamin setiap hidangan yang disajikan telah memenuhi standar halal dengan dukungan infrastruktur berkualitas
Program Makan Bergizi Gratis ini memiliki visi jangka panjang yang komprehensif diantaranya diharapkan dapat mengurangi kesenjangan ekonomi antara desa-kota dan antar wilayah (pulau), mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di semua wilayah.
“Transparansi dan kepatuhan standar harus menjadi prinsip utama agar program MBG tepat sasaran melalui proses validasi data penerima manfaat yang komprehensif, termasuk peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” tegasnya. ,( Red )


