“Dipandang dari sisi itulah kita berharap banyak kepada Anies Baswedan agar Tuhan berikan kesempatan yang lebih baik dalam kepemimpinannya. Indonesia tidak kekurangan orang pintar tetapi kekurangan orang jujur dan berkarakter.”
Jakarta –, TeNarNews , Media siber Indonesia,,-Sebetulnya apa yang disampaikan oleh tokoh Inspiratif Nasional yang juga tokoh Perubahan Anies Rasyid Baswedan terkait Kompromi dalam politik bagi setiap pemimpin dalam pengambilan keputusan, adalah hal yang biasa saja. Kompromi dimungkinkan dilakukan dengan tujuan untuk kemashlahatan Rakyat secara keseluruhan, bukan untuk pribadi, golongan atau partai apalagi kepentingan oligarki yang sengsarakan rakyat.
“Saya setuju dengan pendapat Anies itu. Dia menunjukkan sikap keberpihakan kepada rakyat, yang tidak mentolerirkan kompromi jika itu menyengsarakan dan memiskinkan rakyat,” kata pegamat pendidikan yang juga Ketua Umum Relawan Jaringan Pedidikan Nasional (Jardiknas) dan Eksponen Angkatan Reformasi 98 Abba Thaher Lamatapo kepada TeNarNews ,Rabu, 1 Juli 2026.
Dia menanggapi pernyataan Anies Baswedan yang menyatakan, dalam situasi dan kondisi apapun kompromi bisa dilakukan selama bisa berpegang teguh kepada Values (nilai) dan Leadership (kepemimpinan). Sebab, dalam politik ada take (mengambil) dan give (memberi). Hal ini disampaikan oleh Tokoh Gerakan Perubahan itu saat berdialog dengan para mahasiswa di Amerika Serikat, yang dikutip Media dari kanal YouTube pribadinya.
Di depan para Mahasiswa hadirin tamu yang hadir Mantan Gubernur DKI Jakarta itu dengan gamblang menjelaskan betapa pentingnya kompromi dalam mengambil keputusan jika situasi dan kondisi memungkinkan asalkan tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai keadaban etika saling menghormati, saling memiliki dan saling bangga.
“Pernyataan Anies itu menunjukkan dia seorang demokrat sejati yang selalu membingkai pemikiran dan sikapnya dalam kerangka kerakyatan. Dia tidak mau menukarkan sikapnya dengan kepentingan sesaat dan pragmatisme jangka pendek. Kita membutuhkan pemimpin seperti itu untuk mengelola negara ini menuju cita-cita proklamasi, yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata mantan Presiden Mahasiswa UMJ itu.
Beberapa poin penting
Menurut Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat (PGR) Kota Tangerang Selatan itu, beberapa poin penting yang disampaikan oleh Anies di hadapan para Mahasiswa dan hadirin saat berdialog dengan mereka itu yaitu: Pertama, seorang pemimpin tidak boleh sewenang-wenang dalam pengambilan sebuah keputusan yang berkaitan dengan kebijakan kepentingan banyak orang dalam situasi dan kondisi apapun.
Kedua, apa yang disampaikan oleh mantan Mendiknas RI Itu merupakan harapan besar dari Masyarakat NKRI kepada para pemimpin yang mereka pilih mulai dari level yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Sayangnya pemimpin yang sekarang kurang memperhatikan kepentingan rakyat dalam membuat dan menjalankan kebijakan.
Ketiga, kompromi merupakan azas kebersamaan yang dalam bahasa agamanya disebut wasawirhum fil amri (musyawarah untuk mufakat) dan syuro bainahum (bermusyawarahlah di antara mereka). Hal itu penting karena kebersamaan dan gotong royong itu mencerminkan nilai-nilai Musyawarahkan mufakat dan Values itu sendiri.
Keempat, Anies jelas-jelas menekankan kepemimpinan (Leadership) merupakan hal yang sangat substantif; melekat pada diri seorang pemimpin siapapun dia saat diberikan amanah oleh rakyat, karena setiap orang adalah pemimpin dan setiap pemimpin harus bertanggung jawab terhadap apa yang dia pimpin.
Masyarakat saat ini memiliki penilaian sendiri-sendiri atas setiap pemimpin di negeri ini. Karena itu apa yang disampaikan Tokoh Perubahan Anies Baswedan itu langsung menjadi Inspirasi sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya memilih pemimpin yang memiliki Values and leadership dalam setiap momentum demokrasi.
“Dipandang dari sisi itulah kita berharap banyak kepada Anies Baswedan agar Tuhan berikan kesempatan yang lebih baik dalam kepemimpinannya. Indonesia tidak kekurangan orang pintar tetapi kekurangan orang jujur dan berkarakter,” demikian Abba Thaher Lamatapo. ( Red )


