Bangsa yang besar adalah bangsa yang berdiri di atas kaki sendiri.”* > — *Ir. Soekarno*

- Jurnalis

Jumat, 11 Juli 2025 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia dan Jalan Menuju Rupiah Berdaulat: Saatnya Berani Lepas dari “Ngemis Dolar”*
_Saatnya Anak Muda Menulis Ulang Arah Sejarah_

_Oleh: Budiawan, KAM Institute_

> *“Bangsa yang besar adalah bangsa yang berdiri di atas kaki sendiri.”*
> — *Ir. Soekarno*

Gen Z dan Alpha,
Pernahkah kalian merasa heran, mengapa negeri yang begitu kaya ini—dengan tambang emas, nikel, lahan pertanian, laut yang luas, dan populasi produktif yang besar—masih saja terasa rapuh setiap kali nilai tukar Rupiah terguncang?

Harga sembako naik, ongkos BBM melonjak, utang luar negeri menumpuk. Dan semuanya bermula dari satu titik lemah: kita terlalu bergantung pada *mata uang asing*, terutama dolar Amerika Serikat.

Padahal, bangsa-bangsa lain mulai bergerak. Negara-negara seperti Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan sudah menjalin kerja sama ekonomi yang tidak lagi bergantung pada dolar. Mereka menciptakan sistem tukar-menukar antar mata uang lokal. Mereka ingin lepas dari ketergantungan yang membuat mereka selama ini selalu berada di bawah.

Dan Indonesia? Kita punya peluang yang sama. Tapi pertanyaannya: *beranikah kita mengambilnya?*

*Rupiah Adalah Lambang Kedaulatan*

Setiap kali pemerintah membeli barang impor atau membayar utang luar negeri, kita harus lebih dulu menukar Rupiah menjadi dolar. Ketika nilai Rupiah melemah, seluruh beban itu jatuh ke pundak rakyat. Siapa yang paling merasakan? Keluarga biasa, para pelaku UMKM, anak-anak sekolah, dan seluruh lapisan masyarakat.

Maka sejatinya, perjuangan memperkuat Rupiah bukan sekadar soal ekonomi. Ini soal *harga diri bangsa*.

> *“Kemandirian finansial bukan hanya urusan uang, tapi pernyataan politik.”*
> — *Thomas Sankara*

Kita tidak akan pernah dihormati dunia jika terus bergantung pada aturan main pihak luar.

Baca Juga :  Operasi Ketupat Jaya Digelar mulai 23 Maret hingga 8 April 2025 Tenarnews.com, Jakarta,-Polda Metro Jaya mengerahkan 4.000 personel dalam rangka Operasi Ketupat Jaya 2025 untuk mengamankan mudik Lebaran. Sebanyak puluhan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu didirikan di sepanjang jalur mudik "Itu semua ada pospam, maupun posyan, dan pos terpadu yang kita buat, sehingga bisa melayani masyarakat semuanya," kata Karo Ops Polda Metro Jaya Kombes Torry Kristianto kepada wartawan, Senin (17/3/2025). Torry merinci ada puluhan pospam yang didirikan petugas. Tidak hanya mengamankan jalur mudik, personel tersebut juga akan mengamankan stasiun hingga tempat wisata. "Mengantisipasi segala kemungkinan, baik itu arus mudik maupun arus balik, termasuk beberapa kegiatan ibadah kegiatan salat Id, termasuk juga kegiatan tempat-tempat rekreasi yang nantinya menjadi tujuan daripada masyarakat ketika sedang melaksanakan liburan," ujarnya. Berikut sebaran pos pengamanan jalur mudik lebaran 2025: A. Pos Pengamanan Arus Mudik Jalur Tol 1. KM 10 Tol Jakarta-Cikampek 2. Rest Area KM 19 Tol Jakarta-Cikampek 3. Simpang Cibitung KM 24 4. Cikarang Utara KM 29 5. Rest Area 39 Tol Jakarta-Cikampek 6. Rest Area Pinang KM 13.5 7. Rest Area Kunciran KM 14 8. Rest Area KM 10 Arah Bogor B. Pos Pengamanan Arus Balik Jalur Tol 1. Simpang Cibitung KM 24 2. Rest Area KM 19 B 3. Pos GT Cikunir 4. Rest Area KM 6 5. Rest Area Pinang KM 13.5 6. Rest Area Kunciran KM 14 7. KM 21 Arah Jakarta C. Pos Pengamanan Jalan Arteri 1. Arah Merak Jakarta Barat di Pospam Pos Lantas Kalideres 2. Arah Karawang a. Jakarta Timur di Pospam Hj Naman b. Bekasi Kota 1) Pospam Jl. Nur Ali Sumber Arta 2) Pospam Jl. Sultan Medan Satria 3) Pospam GT Bekasi Timur 4) Pospam Mal Ciputra b. Bekasi Kabupaten 1) Pospam Pasar Tambun atau Gedung Juang 2) Pospam Pasar Induk Cibitung 3) Pospam SGC 4) Pospam Kedungwaringin 3. Arah Bogor a. Jakarta Timur di Pospam Panasonic b. Depok 1) Pospam Terminal Jatijajar 2) Pospam Margonda 9 D. Pos Pelayanan Jalan Arteri 1. Arah Merak a. Tangerang Selatan di Posyan Bitung atau exit Tol Bitung b. Tangerang Kota di Posyan Mal Tangerang City 2. Arah Karawang Bekasi Kota a. Posyan STKA Bekasi b. Posyan Mal Giant exit Tol Bekasi Barat E. Pos Pantau Jalan Arteri 1. Arah Karawang a. Jakarta Timur 1) Pos Pantau Halim Baru 2) Pos Pantau Interchange Cawang b. Bekasi Kabupaten 1) Pos Pantau Cikarang Barat 2) Pos Pantau Telaga Asih 2. Arah Bogor Depok di Pos Pantau Bogor 9 atau exit Tol Cijago F. Pos Pengamanan Terminal 1. Terminal Bus Kampung Rambutan 2. Terminal Bus Pulogebang 3. Terminal Bus Kalideres G. Pos Pengamanan Stasiun 1. Stasiun Gambir 2. Stasiun Senen H. Pos Pengamanan Bandara 1. Bandara Soekarno-Hatta 2. Bandara Halim Perdanakusuma I. Pos Pengamanan Pelabuhan Pelabuhan Tanjung Priok J. Pos Pengamanan Tempat Wisata 1. Kebun Binatang Ragunan 2. Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 3. Ancol 4. Monas 5. Kota Tua 6. PIK Aloha Operasi Ketupat Jaya sendiri digelar mulai 23 Maret hingga 8 April 2025. Kombes Torry berharap kegiatan Operasi Ketupat Jaya 2025 bisa berjalan lancar. Dia menegaskan operasi tersebut merupakan operasi kemanusiaan unjuk memastikan rangkaian Lebaran 2025 berjalan kondusif.(Gh)

*Generasi Muda: Kunci dari Perubahan Itu*

Kalian adalah generasi yang tumbuh di tengah derasnya arus teknologi. Kalian terbiasa berpikir kritis, terbiasa mempertanyakan narasi besar, dan tak ragu menggagas solusi baru. Maka jangan terima begitu saja sistem yang ada. Jangan biarkan nasib bangsa ini ditentukan oleh algoritma di bursa Wall Street.

Kalian bisa berkontribusi dari berbagai sisi:

* Mendirikan *startup teknologi finansial* yang mendukung perdagangan lintas negara dengan mata uang lokal.
* Menjadi *pendidik digital* yang menyebarkan kesadaran tentang pentingnya kedaulatan ekonomi.
* Mengembangkan bisnis yang mengedepankan *ekonomi lokal*, sebagai bentuk perlawanan elegan terhadap sistem global yang timpang.
* Dan yang paling sederhana, mulai *gunakan QRIS, GPN*, tinggalkan VISA dan MASTERCARD

*Teknologi Ada di Pihak Kalian*

Dunia sedang berubah. Banyak negara mulai melirik *mata uang digital bank sentral* (CBDC), termasuk Indonesia yang sedang menyiapkan Digital Rupiah. Di sinilah kesempatan terbuka lebar.

Kalian menguasai teknologi. Kalian tahu cara mengolah data, membangun sistem, dan menciptakan solusi digital. Maka pertanyaannya bukan lagi *mampu atau tidak*, tetapi *mau atau tidak*.

> *“Kuasai minyak, maka kamu kuasai negara. Kuasai pangan, maka kamu kuasai rakyat. Kuasai uang, maka kamu kuasai dunia.”*
> — *Henry Kissinger*

Tapi sekarang, bagaimana jika kita balikkan logika itu? Bagaimana jika generasi kalian yang memegang kendali sistem keuangan, bukan untuk menguasai dunia, tapi untuk *membebaskan bangsa ini dari ketergantungan*?

*Bayangkan Ini: Main di Rumah Sendiri, Tapi Wasitnya Orang Lain*

Bayangkan kalian mengadakan turnamen futsal di lapangan kampung sendiri. Tapi yang menjadi wasit, yang menentukan aturan, bahkan yang mencetak skor, justru orang dari kampung sebelah. Lalu ketika kalian menang, mereka menyebut kalian curang.

Baca Juga :  Ya Allah, Menteri Agama

Itulah realitas sistem keuangan dunia saat ini. Kita bermain di lapangan sendiri—dengan sumber daya, pasar, dan tenaga kerja kita sendiri—tapi nilai kekayaan kita tetap ditakar dengan standar orang lain.

Maka, saatnya kita memanggil kembali semangat merdeka. Bukan hanya merdeka secara politik, tapi juga merdeka dalam sistem ekonomi dan keuangan.

*Kerja Sama Global Tanpa Dolar: Jalan Baru yang Terbuka*

Tanda-tanda perubahan sudah tampak. Indonesia telah menjalin kerja sama LCS (Local Currency Settlement) dengan Malaysia dan Thailand. Presiden Prabowo telah menghadiri forum BRICS dan menyuarakan pentingnya kolaborasi antar negara berkembang tanpa dominasi dolar.

> *“De-dolarisasi bukan soal menolak dolar, tetapi memberikan pilihan yang adil kepada negara-negara untuk berdagang atas dasar kesetaraan.”*
> — *Joseph Stiglitz*

Dunia sedang mencari arah baru. Dan Indonesia bisa menjadi penunjuk jalan, bukan sekadar pengikut.

*Tulis Ulang Sejarah, Jangan Sekadar Membaca*

Kita semua tumbuh dengan kebanggaan akan kejayaan Majapahit, kejayaan Sriwijaya. Tapi sejarah bukan hanya untuk dibaca, ia untuk ditulis ulang oleh tangan-tangan yang berani bermimpi dan bekerja.

Kalian bisa menjadi generasi yang mengantar Indonesia pada babak baru: *Indonesia yang berdaulat atas Rupiah*.

Bukan untuk menjadi negara adidaya, tapi untuk menjadi bangsa yang tegak berdiri, sejajar dengan siapa pun di dunia. Dan ketika kelak dunia berkata, “Kami siap berdagang dalam Rupiah,” kalian bisa menjawab, “Itulah visi kami sejak awal— “””.

Berita Terkait

Pakai Baju Adat Kaltim Qonita Lutfiyah Umumkan Indikator Baru BK Award 2026.
KADES TAPOS DILAPORKAN WARGANYA SENDIRI, DUGAAN PENIPUAN-PENGGELAPAN Rp1,2 MILIAR MULAI DIPROSES
Pesawat RI Satu “Presiden Prabowo ke NTB untuk resmikan bendungan”
SEJARAH BERDIRI MEDIA NASIONAL TENARNEWS PERJALANAN PANJANG DARI MAJALAH KE MENSOS/. YOUTUBE 
Prabowo Dijadwalkan Tutup Muktamar NU Jombang Jawa Timur 
Dengar Keluhan SMSI, Hasyim Djojohadikusumo Siap Kawal Renovasi Gedung Dewan Pers ke Menkomdigi
Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa Hasyim S Djoyohadikuwumo: Saya Datang Disini karena Percaya
Wisuda ke-55 UIN Mataram Hari Kedua: Lahirkan Generasi Intelektual, Profesional, dan Berintegritas
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:32 WIB

Pakai Baju Adat Kaltim Qonita Lutfiyah Umumkan Indikator Baru BK Award 2026.

Jumat, 4 September 2026 - 17:27 WIB

KADES TAPOS DILAPORKAN WARGANYA SENDIRI, DUGAAN PENIPUAN-PENGGELAPAN Rp1,2 MILIAR MULAI DIPROSES

Kamis, 3 September 2026 - 09:47 WIB

Pesawat RI Satu “Presiden Prabowo ke NTB untuk resmikan bendungan”

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

SEJARAH BERDIRI MEDIA NASIONAL TENARNEWS PERJALANAN PANJANG DARI MAJALAH KE MENSOS/. YOUTUBE 

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Prabowo Dijadwalkan Tutup Muktamar NU Jombang Jawa Timur 

Berita Terbaru

Tenar News

Prabowo Dijadwalkan Tutup Muktamar NU Jombang Jawa Timur 

Minggu, 30 Agu 2026 - 14:08 WIB