PPP GAGAL KE SENAYAN MUNASLUB DI PERCEPAT

- Jurnalis

Rabu, 17 April 2024 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASTI ADA HIKMAH DI BALIK MUSIBAH INI

Jakarta ,Tenarnews tv9, -Sebagai kumpulan partai ummat Islam dari fusi beberapa ormas Islam pada pemilu pertama waktu itu. PPP lahir dipilih sebagai rumah besar ummat Islam dalam menyuarakan aspirasi politik ummat. Sebagai partai lama yang didirikan oleh tokoh ulama Nusantara pahlawan bangsa. PPP haruslah menjadi motor penggerak Peradaban sebagai kompas arah berbangsa bernegara. Kenyataannya, dari pemilu pertama sampai sekarang. PPP yang diharapkan mampu mewarnai arah bangsa, belum pernah memenangkan pertarungan merebut simpati rakyat di negri muslim terbesar di dunia ini. Parlemen selalu dikuasi partai nasionalis, dan yang sangat menyesakkan jiwa pemilu tahun 2024 ini, partai Ka’bah terhempas dari Senayan. tidak masuk parlemen karena tidak mampu menembus 4 % sebagai syarat masuk parlemen.

Tentu dengan kondisi PPP sebagai partai lama yang gagal masuk Senayan, memancing sebagian besar pengurus terutama para caleg yang berjuang membesarkan Ka’bah angkat bicara dengan mengumandangkan revolusioner pengurus. Agar PPP dapat bangkit seperti sedia kala sebagai rumah besar ummat Islam yang memayungi merekatkan semua kalangan ummat dari latar belakang dan organisasi Islam apapun.

Baca Juga :  Surat Laporan Warga Disoal Lurah Akomudir Surat Laporan Warga Tanpa Ada Lampiran Copy KTP?Depok, tenarnews: Terkait dihentikannya kegiatan musik orgen tunggal dipemancingan situ 7 muara oleh Sat Pol-PP kota Depok belakangan polemik

Keterlambatan PPP memperbaiki diri disinyalir sejak pemilu tahun 2019 yang diterpa isu saling pecat memecat, menjadikan Ka’bah terbelah beberapa kubu. Nyaris dari tahun tersebut, PPP tanpa leader yang moderat, yang dapat dipercaya mendamaikan sehingga antar pengurus saling jegal menjegal, mengakibatkan ummat tarik mandat. Akibatnya, lambat Laun PPP tidak lagi mendapat simpati suara ummat.

Puncaknya adalah pemilu 2024 sekarang, suara PPP terhempas terjun bebas. Para pengurus dan caleg menggelorakan suara evaluasi kinerja DPP untuk penyelamatan masa depan PPP sebagai rumah besar ummat. Melalui gerakan revolusioner dengan mengadakan Munaslub dipercepat upaya menjaring kader kader pejuang PPP yang siap kaffah berjuang untuk mengembalikan kejayaan PPP di masa- masa akan datang. Kehadiran pengurus yang dapat merangkul, menjahit, merekatkan semua sangatlah dibutuhkan Ka’bah di masa akan datang. Kembali menghimpun pengurus yang tercecer akibat ganasnya pertarungan politik tempo dulu yang berhasil membelah PPP.

Visi besar Munaslub kembali menata rumah besar ummat Ka’bah agar senantiasa selalu di hati kaum muslimin muslimat sebagai wadah aspirasi perjuangan politik ummat Islam. Membangun organisasi yang profesional unggul, bermartabat, terbuka dan moderen. Melakukan gerakan revolusioner, merekatkan semua pengurus partai agar rukun damai sentosa kembali ke khittoh Ka’bah sebagai wadah perjuangan, menjaga merah putih tetap dalam jalan lurus untuk Indonesia berkeadilan.

Baca Juga :  "Denny Indrayana " Pencawapresan Gibran Jokowi dan Menyoal Kenegarawanan Hakim Konstitusi

Sebagai partai publik yang dimiliki oleh ummat, gerakan keumatan untuk mempercepat munaslub sebagai upaya penyelamatan dari kekosongan ketua umum dikarenakan ketua lama Bung Romy dipaksa non aktif oleh sistem karena tersangkut kasus korupsi yang memaksanya untuk meninggalkan tahta ketua umum. PPP semakin terpuruk dengan badai goncangan politik. Marwah Ka’bah semakin jatuh di mata ummat dan pendukungnya.

Gerakan arus bawah menyuarakan percepatan Munaslub untuk merevolusioner pengurus adalah antitesa dari gagalnya PPP masuk Senayan di pemilu 2024. Suara munaslub sudah digaungkan digelorakan semua kalangan. Tinggal menghadirkan para kesatria, pendekar Ka’bah yang menjadi bakal calon yang siap menjalankan amanat perjuangan partai, ditunggu publik kemunculannya sebagai jalan penyelamatan( Husni 01-PR)

Berita Terkait

Membaca Pesan Moral Diskusi Kebangsaan FWK: Mengenang Rasa Aman di Era Soeharto
RANCANG BANGUN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GAME KUIS PADA BIMBINGAN BELAJAR DI LABIBA NS
Membongkar Realitas Makan Bergizi Gratis: Mesin Penggerak Baru atau Beban Fiskal Berkedok Gimmick Mikroekonomi?*
Warga Desa Warujaya sambut baik Sensus Ekonomi 2026
Investasi di Balik Sepiring Makanan: Mengapa Santri Juga Membutuhkan Program Makan Bergizi
Muharam 1448 H, Meneguhkan Semangat Hijrah untuk Bangun Peradaban
Pelatihan Pembuatan Website Portofolio untuk Meningkatkan Daya Saing Siswa SMK Techno Media*
Berita ini 143 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:37 WIB

Membaca Pesan Moral Diskusi Kebangsaan FWK: Mengenang Rasa Aman di Era Soeharto

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:51 WIB

RANCANG BANGUN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GAME KUIS PADA BIMBINGAN BELAJAR DI LABIBA NS

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Membongkar Realitas Makan Bergizi Gratis: Mesin Penggerak Baru atau Beban Fiskal Berkedok Gimmick Mikroekonomi?*

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:24 WIB

Warga Desa Warujaya sambut baik Sensus Ekonomi 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 23:56 WIB

Berita Terbaru

Tenar News

Warga Desa Warujaya sambut baik Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:24 WIB

Tenar News

Senin, 15 Jun 2026 - 23:56 WIB