
Tangsel,Tenarnews.com, – Sebagai kampus yang berkomitmen melakukan pengembangan menghasilkan lulusan unggul. STIE Ganesha terus berbenah baik dari segi sarana dan prasarana. Itulah kemudian STIE Ganesha sedang bertransformasi menuju Universitas Graha Ganesha sebagai wujud komitmen menghadirkan pelayanan prima menghadirkan kampus merdeka.

Pada hari sabtu, 29 Juli pukul 09.00 wib sampai selesai berlansung acara seminar internasional berlokasi di kampus Ganesha sebagai tuan rumah penyelenggara bertemakan ” the role of academicians to brightening the Asian sharia economic Communities” .
Diikuti oleh delapan pimpinan kampus all : Univ. Tazkia, Univ. Islam Jakarta, Stikes Raflesia, Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon, Univ. Al Ihya Kuningan, Univ. MH. Tamrin Jakarta, Institute Teknologi Telkom, Stit Port Numbay jayapura sekaligus penandatangan kerja sama internasional bersama kampus Mandala Thailand.

Peserta seminar adalah mahasiswa/i Ganesha dari tingkat S1 dan pasca dan mahasiswa/i dari delapan kampus diatas yang diikuti serta offline dan online di tiga negara lansung Malaysia, Indonesia, Thailand.
Dalam kesempatan ini juga hadir dari perwakilan L2Dikti yang memberikan pencerahan dan pengarahan terkait program Rekognisi Pelajaran Lampau ( RPL) yang tahun ini diberlakukan di STIE Ganesha.

” RPL ini sdh ada sejak tahun 2016 hanya belum dilakukan secara masif di kampus di Indonesia. Ini sebagai bentuk pengakuan keahlian untuk percepatan bahwa jika mahasiswa/i memiliki keahlian dibuktikan dengan sertifikat dibidangnya maka bisa diakui sebagai mata kuliah yang sudah tuntas. Tidak perlu diambil lagi oleh mahasiswa/i untuk dipelajari “. Jelasnya.
Lanjut beliau, ” kampus silahkan berinovasi mengambil atau mendahulukan SKS yang menjadi koor keunggulan masing masing untuk diperkuat sehingga lulusan terampil ahli di bidangnya”. Tutupnya.
Sementara perwakilan pembicara dari Malaysia dalam uraiannya; ” Dalam menjalankan pengembangan ekonomi syari’ah menuju Raksasa Nusantara mengembangkan sayapnya menuju 15 top ranking terbaik negara negara dunia sehingga bisa jadi global economic halal”. Paparnya.
Lanjut Beliau jelaskan; ” Bagaimana kita cari gelanggang kita sendiri ?. Caranya kita mesti petakan ruang pertarungan all: 1)Memahami Medan yg bisa kita menang, 2) lakukan strategic percepatan tindakan fokus tumpuan ke arah tujuan. 3) lakukan segera dengan cepat dan tetap Istiqomah. 4) eceipment pemerintah melalui bank syariah semisal beasiswa agar disalurkan melalui bank syariah, pengembangan produk halal harus didukung government pemerintah”. Jelasnya.
Masih dalam paparan beliau, ” Di Malaysia sendiri produk halal digemari oleh non muslim tinggal upaya kita terus Istiqomah berinovasi menghasilkan produksi yang berkualitas halal digemari masyarakat”. Terangnya.
Acara sangat meriah antusias peserta dari semua kampus yang hadir baik online dan offline sangat intens mengikuti dari awal sampai akhir . Acara diakhiri dengan penandatanganan MoU bersama kampus yang hadir. (Sm -Red )
