Benny Buka Suara saat SBY Diminta Kerahkan TNI, Polri, BIN di Pilpres 2014″ Ini Bukan Hoax”

- Jurnalis

Jumat, 16 Juni 2023 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Tenarnews.com,- Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K. Harman mengatakan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah diminta untuk mengerahkan TNI, Polri, BIN di Pilpres 2014 lalu.
Benny menyebut momen itu terjadi di kediaman SBY di Cikeas. Ada seorang tokoh yang datang dan meminta agar SBY selaku presiden mengerahkan aparat untuk mendukung salah satu paslon.

“Salah satu tokoh yang mengusulkan, meminta kalau bisa Pak SBY dalam posisinya sebagai Presiden ikut membantu memobilisasi secara diam-diam TNI, Polri dan BIN,” kata Benny dalam Podcast ‘What the Fact! Politisi Partai Demokrat,Benny K Harman, People Power dan Istana Jokowi
Benny mengatakan saat itu SBY menolak dan ingin Pilpres 2014 berjalan sebagaimana mestinya. Dia menyebut sikap SBY itu bukti tidak pernah melakukan cawe-cawe di pilpres saat masih menjadi presiden.

Baca Juga :  IKONS DAN MODULO MENJADI DEFINISI PARIPURNA LAYANAN BAGI DESAIN KOMERSIAL DAN RESIDENSIAL.

SBY kala itu, kata Benny, meminta dengan tegas agar seluruh aparat penegak hukum bersikap netral sebagaimana aturan yang berlaku. SBY juga mengingatkan bahwa rakyat lah yang memiliki porsi terbesar dalam menentukan sosok pemimpin Indonesia.

“Pak SBY pada waktu itu secara tegas mengatakan, ‘saya minta kepolisian, Kapolri, BIN, TNI, para menterinya juga tidak boleh ambil bagian ikut cawe-cawe dalam menentukan siapa Presiden dan Wakil Presiden’ begitu,” kata dia.

Benny juga mengingatkan seorang presiden haram ikut campur atau cawe-cawe dalam urusan Pilpres 2024.

Baca Juga :  Sejumlah Pemimpin Negara G20 Tiba di Bali Hadiri KTT G20

Ia tidak mempermasalahkan jika Presiden Jokowi memiliki sosok yang dijagokan. Akan tetapi, tidak boleh menggunakan kuasanya untuk membantu sosok pilihannya memenangkan kontestasi di 2024 nanti.


Indikasi PDIP-Gerindra Lobi Dukungan Demokrat di Putaran Kedua Pilpres
Apabila kondisi itu terjadi, lanjut Benny, maka akan terjadi persaingan tidak sehat lantaran bisa mematikan suara lawan. Pemerintah pun harus bertanggung jawab agar pilpres terlaksana dengan jujur dan adil.

“Saya belum melihat itu ya, saya belum melihat apakah ada cawe-cawe begitu, tapi mungkin bukan Presiden. Tetapi kalau Presiden diam saja apabila ada anak buahnya, pembantu-pembantunya, para menterinya, aparat penegak hukum ikut cawe-cawe, itu sangat berbahaya,” ujar Beny K ( Hs )

Berita Terkait

Forum Komunikasi Ulama Indonesia (FKUI) Berpatisipasi Dalam Forum Musyawarah Reboan.
PENGUSAHA YANG BERHATI MULIA, SIAP MEMBANTU RAKYAT
TNI Bersama Pemerintah Bersinergi Tangkal Aksi Terorisme di Indonesia
Taufik Bagus Murdianto Calek NasDem Dapil III DKI Jakarta Konsen Terhadap Kesehatan
Ketua DPRD Cilacap H Taufik disambut Meriah Warga Desa Panulisan Barat Cilacap
MAKNA ANIES TUNAIKAN IBADAH HAJI YG HARUS DICERMATI
Zulnurnalis Siap Maju Pilkada Kampar 2024
50.000 Pengusaha Warung Tegal (Warteg) Pilih Capres Anies Baswedan
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Desember 2023 - 06:42 WIB

Forum Komunikasi Ulama Indonesia (FKUI) Berpatisipasi Dalam Forum Musyawarah Reboan.

Kamis, 28 September 2023 - 18:15 WIB

PENGUSAHA YANG BERHATI MULIA, SIAP MEMBANTU RAKYAT

Senin, 25 September 2023 - 14:45 WIB

TNI Bersama Pemerintah Bersinergi Tangkal Aksi Terorisme di Indonesia

Minggu, 16 Juli 2023 - 16:19 WIB

Taufik Bagus Murdianto Calek NasDem Dapil III DKI Jakarta Konsen Terhadap Kesehatan

Kamis, 13 Juli 2023 - 01:20 WIB

Ketua DPRD Cilacap H Taufik disambut Meriah Warga Desa Panulisan Barat Cilacap

Berita Terbaru

Tenar News

Pemkab Bogor Relokasi Ratusan PKL pasar Parung

Sabtu, 18 Apr 2026 - 17:32 WIB