IMSAK NTB Jakarta “Gusdur Mesti Jadi Inspirasi Anak Muda Menjelang awal tahun 2023 “

- Jurnalis

Rabu, 28 Desember 2022 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta- TenarNewsTV9. Ikatan Mahasiswa Sasak (IMSAK) NTB Jakarta melakukan refleksi akhir tahun dan serial diskusi tokoh bangsa, yang dilaksanakan di FISIP UIN Jakarta. Hal itu disampaikan Kabid Kajian dan Pelatian IMSAK NTB Jakarta Maulan PM, Rabu (28/22). ” Teladan yang telah diberikan oleh Guru Bangsa Gus Dur harus menjadi inspirasi dalam setiap langkah dan gerak baik individu maupun organisasi”. Tambah Maulana PM yang juga Mahasiwa PTIQ Jakarta.

Ditempat yang sama Fariq selaku Ketum IMSAK NTB Jakarta, menegaskan bahwa diskusi kali ini adalah tonggak awal diskusi IMSAK NTB Jakarta yang dari tahun 2019 “mati suri” kini dimulai, karena bagimanapun identitas dari IMSAK adalah “membaca, diskusi dan menulis” tiga poin ini sudah semacam jati diri kawan-kawan mahasiswa Sasak Ciputat yg terhimpun dalam IMSAK NTB Jakarta.

Baca Juga :  Pasca Kasus Sambo, Kabareskrim Diburu Fitnahan, Pemuda Sebut Itu Resiko Kerja Orang Baik

Diskusi ini mendatangkan, Helmy Hidayatullah, MA sebagai pembicara, dalam penjelasnya mengingatkan bahwa sudah tiga belas tahun sejak 30 Desember 2009, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meninggalkan kita. Banyak jasa, peninggalan tetapi juga kontroversi yang ia wariskan. Salah satu peninggalan itu adalah pemikiran Islamnya yang ternyata berpijak dari suatu humanisme Islam. Sayang, banyak yang tak memahami hal ini sehingga pemikirannya sering disalahtafsirkan. Terang Alumni Filsafat Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Baca Juga :  Bedah Buku Karya Intelektual NU Baso

Humanisme Islam adalah dasar normatif dan muara etis dari segenap pemikiran Gus Dur. Sejak pribumisasi Islam, Islam sebagai etika sosial, negara kesejahteraan Islam hingga pluralisme agama. Dengan demikian, humanisme Gus Dur bukan antroposentrisme yang meniadakan agama dan Tuhan. Sebaliknya, ia berangkat dari pemuliaan Islam atas manusia, di mana manusia menjadi subjek sekaligus objek humanisasi kehidupan, karena Allah telah menitahkannya. Tegas Dosen STIT Otto Iskandardinata yg juga alumni IMSAK Jakarta.

Hadir juga dalam kegiatan ini puluhan mahasiswa anggota IMSAK NTB Jakarta dari UIN Jakarta, UNPAM, IPTIQ, UMJ dan STF Mulla Sadra.(IMH)

Berita Terkait

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas PTIQ Jakarta Melakukan Kunjungan ke Unit Penyandang Disabilitas (UPD).
Himpunan Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (Himakopi) & Dema Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (Dema FUD) mengadakan Focus Group Discussion
Peringati hari lahir, HIPMAT Gelar khataman Al-qur’an dan doa bersama.
Kembangkan soft skill, Ikatan Mahasiswa Sasak (IMSAK) Jakarta gelar sekolah kepenulisan.
Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas PTIQ Jakarta Melakukan Kunjungan ke Radio Republik Indonesia (RRI)
Lanjutkan roda kepemimpinan, HIMAS Universitas PTIQ Jakarta gelar pemilihan umum.
Sambut Hari Batik Nasional, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas PTIQ Jakarta Mengenakan Batik Bersama
NGOBRAS (Ngobrol Asyik Bersama Rayon Al-Harokah)
Berita ini 145 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 November 2023 - 04:17 WIB

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas PTIQ Jakarta Melakukan Kunjungan ke Unit Penyandang Disabilitas (UPD).

Senin, 23 Oktober 2023 - 15:46 WIB

Himpunan Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (Himakopi) & Dema Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (Dema FUD) mengadakan Focus Group Discussion

Senin, 23 Oktober 2023 - 14:49 WIB

Peringati hari lahir, HIPMAT Gelar khataman Al-qur’an dan doa bersama.

Selasa, 17 Oktober 2023 - 23:57 WIB

Kembangkan soft skill, Ikatan Mahasiswa Sasak (IMSAK) Jakarta gelar sekolah kepenulisan.

Rabu, 11 Oktober 2023 - 15:49 WIB

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas PTIQ Jakarta Melakukan Kunjungan ke Radio Republik Indonesia (RRI)

Berita Terbaru