Jakarta,TenarNews9 – Pengambilan keputusan di era digital kini semakin bergantung pada teknologi dan data. Organisasi, baik perusahaan swasta maupun instansi pemerintah, mulai meninggalkan cara konvensional yang hanya mengandalkan intuisi, dan beralih ke sistem berbasis data.
Pemanfaatan big data, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta Decision Support System (DSS) menjadi faktor utama dalam proses perumusan kebijakan strategis. Teknologi ini memungkinkan pimpinan organisasi mendapatkan gambaran yang lebih akurat sebelum menentukan langkah penting.
“Keputusan yang didukung data mampu meminimalkan risiko kesalahan dan meningkatkan efisiensi kerja,” ujar Dr. Imas Masriah, S.Pd., M.Pd. Dosen Pascasarjana mata kuliah Sistem Manajemen Stratejik dan Transformasi Digital, Universitas Pamulang.
Selain itu, keberadaan cloud computing mempermudah akses data secara real-time dari berbagai lokasi. Hal ini membuat koordinasi tim menjadi lebih cepat dan kolaboratif.
Meski menawarkan banyak kemudahan, penggunaan teknologi dalam pengambilan keputusan juga menghadirkan tantangan. Risiko kebocoran data, kelebihan informasi, hingga potensi bias algoritma menjadi perhatian utama.
Para pengamat menilai, organisasi perlu meningkatkan literasi digital sumber daya manusia serta membangun budaya kerja berbasis data agar transformasi digital berjalan optimal.
Transformasi digital dalam pengambilan keputusan diprediksi akan terus berkembang seiring pesatnya inovasi teknologi global.
Pengambilan keputusan di era digital kini tidak hanya mengubah dunia bisnis, tetapi juga berdampak signifikan pada sektor pendidikan. Sekolah dan perguruan tinggi mulai memanfaatkan teknologi digital untuk menyusun kebijakan yang lebih akurat dan efektif.
“Pemanfaatan big data dan sistem informasi akademik memungkinkan pihak sekolah dan kampus menganalisis capaian belajar siswa secara real-time. Data tersebut digunakan sebagai dasar dalam menentukan strategi pembelajaran, program remedial, hingga pengembangan kurikulum”, ujar mahasiswa S2 Unpam, Irmanto dan rekannya
Siti Annisa Burairoh.
Mereka menambahkan juga, bahwa kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Decision Support System (DSS) membantu pimpinan sekolah dalam merancang kebijakan berbasis kebutuhan nyata peserta didik.
Selain itu, penggunaan platform pembelajaran digital dan cloud computing mempercepat proses koordinasi antar guru dan manajemen sekolah. Guru dapat mengakses data siswa kapan saja, sehingga keputusan terkait metode pembelajaran dapat dilakukan dengan lebih cepat.
Namun demikian, tantangan masih dihadapi dunia pendidikan, seperti kesenjangan literasi digital guru, keterbatasan infrastruktur teknologi di beberapa daerah, serta perlunya perlindungan data pribadi siswa.
Para pengamat menilai, peningkatan kompetensi digital tenaga pendidik dan penguatan kebijakan keamanan data menjadi kunci agar transformasi digital dalam pengambilan keputusan di sektor pendidikan dapat berjalan optimal.-(Bachtyar SW, TenarNews9 )


